Home / Alam Islami / Shalat Kusuf, Masjid Darussalam Dipadati 2000 Jamaah

Shalat Kusuf, Masjid Darussalam Dipadati 2000 Jamaah

shalat-gerhana1

CIBUBUR, ALAMISLAMI.COM — Dalam rangka menerapkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pada saat melihat gerhana matahari, Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur menyelenggarakan Shalat Kusuf (gerhana matahari) pada hari Rabu (9/3/2016).

Shalat yang dimulai pukul 06.30 WIB itu diikuti oleh 2.000 jamaah yang berdomisili di kompleks perumahan elite Kota Wisata dan sekitarnya. Lantai 1 dan 2, selasar kanan dan kiri dipenuhi oleh jamaah yang sangat antusias mengikuti shalat Kusuf ini.

Adapun yang bertindak selaku imam adalah Ustadz Syamsul Bahri, M.Si. Al-Hafizh. Sebelum shalat, Imam Besar Masjid Darussalam itu menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat kusuf, yang mana ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan dengan shalat yang lain.

Dalam shalat kusuf yang dilaksanakan 2 rakaat ini, jelas Ustadz Syamsul, imam membaca ayat yang panjang setelah surat Al-Fatihah. Di samping itu, di setiap rakaat, Surat Al-Fatihah dibaca dua kali dan rukuk dilakukan juga dua kali. Adapun rukun yang lain sama seperti shalat sunnah lainnya.

Setelah memimpin shalat selama 50 menit, Ustadz Syamsul berdiri di atas podium untuk menyampaikan khutbahnya. Di antara poin penting yang disampaikannya adalah bahwa banyak cara orang dalam menyikapi peristiwa gerhana matahari total yang hanya terjadi sekali dalam 33 tahun ini.

Setidaknya, lanjut Ustadz Syamsul, ada 4 macam orang cara yang dilakukan manusia pada saat gerhana terjadi.

Kelompok pertama, orang-orang yang cuek, masa bodoh, sehingga gerhana matahari baginya adalah sesuatu yang biasa dan dia tidak bisa memetik hikmah yang terjadi di baliknya.

Kelompok kedua, kata Ustadz Syamsul, ada yang menganggap gerhana matahari ini unik, sehingga banyak yang berbondong-bondong untuk melihatnya di sebuah tempat. Kelompok ini pun tidak mengetahi hikmah di balik gerhana.

Kelompok ketiga, ada yang mengait-ngaitkan gerhana ini dengan nasib dan takdir manusia. Hal ini pernah dikatakan oleh kaum musyrikin pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masih hidup. Mereka menganggap terjadinya gerhana karena putra Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Ibrahim meninggal dunia.

Kelompok keempat, yaitu orang-orang yang mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka mendirikan shalat kusuf berjamaah, bersedekah, beristighfar, berdzikir dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Inilah yang seharusnya dilakukan kaum muslimin.

Pada kesempatan itu, Masjid Darussalam juga mengedarkan kotak infak pembangunan kubah. Setidaknya terkumpul 8 juta Rupiah beberapa saat setelah penyelenggaraan shalat kusuf selesai di samping dana yang telah terhimpun sebelumnya.

Demikian siaran pers yang diterima dari Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur. (Abu Hafez)

image_pdf
CIBUBUR, ALAMISLAMI.COM -- Dalam rangka menerapkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pada saat melihat gerhana matahari, Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur menyelenggarakan Shalat Kusuf (gerhana matahari) pada hari Rabu (9/3/2016). Shalat yang dimulai pukul 06.30 WIB itu diikuti oleh 2.000 jamaah yang berdomisili di kompleks perumahan elite Kota Wisata dan sekitarnya. Lantai 1 dan 2, selasar kanan dan kiri dipenuhi oleh jamaah yang sangat antusias mengikuti shalat Kusuf ini. Adapun yang bertindak selaku imam adalah Ustadz Syamsul Bahri, M.Si. Al-Hafizh. Sebelum shalat, Imam Besar Masjid Darussalam itu menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat kusuf, yang mana ada beberapa hal…

User Rating: Be the first one !

Comments

comments

About admin

Check Also

Putin Dunia Islam dapat memperhitungkan Russia-islamicgeo

Putin: Dunia Islam dapat Memperhitungkan Russia

MOSCOW, ALAMISLAMI.COM — Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (17/5) bahwa Russia akan selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *