Home / Alam Islami / Analisis serangan di Westminister London
serangan teroris di london 8

Analisis serangan di Westminister London

Pada Rabu, 22 Maret 2017, pukul 14.40 Khalid Masood (52 tahun) dengan mobil Hyundai i40 memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, menabrak orang-orang yang tengah berada di Jembatan Westminster, London, menabrak pagar di dekat pintu masuk kompleks Gedung Parlemen, menikam polisi hingga tewas, sebelum ia ditembak mati oleh aparat bersenjata.

Aksi yang oleh aparat keamanan dan pemerintah Inggris diperlakukan sebagai “serangan teroris” ini hanya berlangsung selama 82 detik.

Korban tewas empat orang (tidak termasuk pelaku), luka-luka sekitar 50 orang, beberapa di antaranya serius.

serangan teroris di london

Siapa Khalid Masood (KM)?

KM terlahir dengan nama Adrian Elms, kemudian mengadopsi nama Adrian Russell Ajao. Ia berasal dari keluarga kelas menengah yang cukup berada di daerah Kent, Inggris tenggara, sebelum pindah ke Inggris tengah.

Tidak diketahui kapan tepatnya ia mengubah namanya menjadi Khalid Masood. Ia mengaku diri sebagai guru dan pemerintah Arab Saudi membenarkan bahwa KM pernah menjadi guru Bahasa Inggris di negara tersebut pada 2005-2006 dan 2008-2009.

Ia beberapa kali terlibat kasus pidana, di antaranya kasus pemilikan senjata tajam dan kasus menyebabkan luka fisik terhadap orang lain.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan KM pernah berada dalam pantauan intelijen dengan kecurigaan memiliki ideologi ekstrem atau punya kaitan dengan kelompok ekstrem. Tapi pantauan ini dilakukan beberapa tahun lalu dan ketika itu disimpulkan bahwa KM bukan “tokoh utama”.

PM May juga menegaskan bahwa KM “tidak termasuk dalam pantauan intelijen dalam beberapa waktu terakhir”. Disebutkan pula, badan intelijen tidak punya informasi bahwa KM “tengah menyiapkan serangan”.

Kepolisian sudah menegaskan bahwa besar kemungkinan “KM bertindak sendirian dan motif sebenarnya di balik serangan di Westminster pada 22 Maret 2017 bisa jadi tidak pernah terungkap” meski polisi “akan berusaha keras untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas”.

(FotoKhalid	Masood,	kiri,	dan	fotonya	ketika	masih	muda)
(Foto Khalid Masood, kiri, dan fotonya ketika masih muda)

Sejumlah pihak menduga aksi KM “terinspirasi oleh teroris internasional”. Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengklaim bahwa KM adalah “prajurit mereka” tapi tak memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut, misalnya video sumpah kesetiaan kepada ISIS dan kesediaan melancarkan serangan.

Beberapa jam setelah insiden, polisi melakukan penggerebekan di London dan Birmingham, menahan beberapa orang, sebagian besar dilepas/bebas dengan jaminan, dan hingga Senin, 27 Maret, dua orang masih dalam penahanan pihak berwenang, dengan kecurigaan “menyiapkan serangan”.

Dampak politik/keamanan

Perhatian kini tertuju bagaimana KM “mengalamai radikalisasi” sehingga melancarkan serangan. Badan-badan keamanan dan intelijen kini akan membahas secara mendalam bagaimana orang-orang seperti KM bisa “dikategorikan sebagai orang yang tak lagi berpotensi menjadi sumber ancaman” sementara kenyataannya melakukan serangan fatal.

Diakui, sulitnya mendeteksi serangan ala KM ini karena sifatnya yang relative “tidak sophisticated”. Serangan ala KM diyakini tidak memerlukan komunikasi intensif dengan banyak orang. Semakin sederhana dan semakin sedikit orang yang terlibat, semakin sulit plot atau rencana teror bisa diendus.

Dan tren inilah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang terjadi di Nice (Prancis) dan Berlin (Jerman).

Di luar itu, terkait dengan pengamanan di kompleks Parlemen di Westminster, mengemuka wacana untuk menutup pintu masuk dan menempatkan polisi bersenjata secara permanen. Seperti diketahui, secara umum polisi di Inggris tidak bersenjata, kecuali bagi anggota firearms unit atau counterterrorism unit.

Privasi

Diyakini KM melakukan komunikasi via WhatsApp dua atau tiga menit sebelum melakukan
serangan.

(MenteriDalam	Negeri	Inggris,	Amber	Rudd,	meminta	aparat	keamanan	dan	intelijen	diberi	akses	untuk	 membaca	pesan-pesan	WhatsApp)
(Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd, meminta aparat keamanan dan intelijen diberi akses untuk membaca pesan-pesan WhatsApp)

Komunsikasi WhatsApp terenkripsi dan pemerintah Inggris meminta intelijen diberi akses “back door” sehingga pesan-pesan yang mencurigakan bisa dibaca dan diharapkan plot/rencana serangan teroris bisa dicegah.

Perwakilan WhatsApp di Inggris mengatakan mereka “mengutuk serangan yang dilakukan KM dan siap bekerja sama dalam investigasi kasus ini”. Namun demikian juru bicara WhatsApp menegaskan bahwa “privasi dan kerahasiaan komunikasi yang dilakukan pengguna adalah segala-galanya”.

Menurut rencana Mendagri Amber Rudd akan menemui sejumlah perusahaan teknologi pada pekan ini.

Ketua Partai Buruh yang beroposisi, Jeremy Corbyn, mengatakan kewenangan yang dimiliki aparat keamanan sudah sangat besar dan pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara keperluan keamanan dan privasi warga yang harus dilindungi/dihormati.

Ini bukan kali pertama pemerintah meminta akses jalur komunikasi yang terenkripsi.  Sebelumnya, FBI/CIA di Amerika meminta Apple membuka akses terhadap iPhone milik tersangka pelaku serangan teror, namun Apple menolak permintaan FBI.

Respons layanan darurat

Kerja layanan darurat mendapat pujian dalam insiden pada 22 Maret. Memang, secara regular layanan darurat di Inggris melakukan latihan, sehingga ketika terjadi serangan semacam ini, diharapkan mereka bisa bekerja cepat, dengan tujuan utama “melokalisir serangan, mengakhiri serangan secepat mungkin, dan membantu mereka yang
menjadi korban”.

Dampak terhadap komunitas Muslim

serangan teroris di london 8

Hingga Senin, 27 Maret, tidak muncuk dampak negative secara signifikan terhadap kehidupan komunitas Muslim. Tidak ada kenaikan kasus Islamofobik maupun ujaran-ujaran  kebencian yang ditujuan bagi komunitas Muslim di London maupun di kota-kota lain, seperti  yang terjadi di masa lalu.

Tak lama setelah serangan, Masjid Raya London (Central Mosque), Masjid Raya London  Timur (East London Mosque), dan organisasi payung Muslim Council of Britain (MCB)  mengeluarkan pernyataan mengutuk keras serangan di Westminster.

Kehidupan di London juga relative tidak terdampak dengan serangan, terlepas dari  penempatan aparat keamanan (polisi) yang mencolok di sejumlah titik. Tapi kehidupan sehari-hari nyaris normal, bahkan seperti tak terdampak sama sekali.

Di Westminster sendiri, lokasi serangan ditutup selama beberapa jam, dan kemudian dibuka
lagi dan pantauan hari Ahad, 26 Maret, Westminster dan lokasi-lokasi wisata lain seperti
Tower Bridge dan Istana Buckingham ramai dengan turis.

Apakah suasana kondusif bagi komunitas Muslim ini karena sudah ada kesadaran bahwa
public di Inggris sudah bisa “membedakan antara Islam yang sebenarnya dan orang-orang
yang membajak agama untuk kepentingan-kepentingan tertentu”, masih harus dicermati
lagi. (*)

Bacaan lebih lanjut:
1. London attacker acted alone, police say: http://www.bbc.co.uk/news/uk-39396101
2. Terror strikes London: http://www.soufangroup.com/tsg-intelbrief-terror-strikeslondon/
3. MI5 launches review of whether it could have stopped Khalid Masood:
https://www.theguardian.com/uk-news/2017/mar/23/mi5-launches-review-tocheck-if-it-could-have-stopped-khalid-masood
4. Westminster attacker acted alone and motive may never be known, say police:
https://www.theguardian.com/uk-news/2017/mar/25/westminster-attack-khalidmasoon-acted-alone
5. Khalid Masood identified as potential extremist in 2010:
https://www.theguardian.com/uk-news/2017/mar/26/westminster-attack-khalidmasood-identified-as-potential-extremist-in-2010
6. WhatsApp must not be place for terrorists to hide: http://www.bbc.co.uk/news/uk-
39396578

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Putin Dunia Islam dapat memperhitungkan Russia-islamicgeo

Putin: Dunia Islam dapat Memperhitungkan Russia

MOSCOW, ALAMISLAMI.COM — Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (17/5) bahwa Russia akan selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *