Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan melatih dengan paksa anak-anak, kejahatan-kejahataannya juga ditujukan untuk menyerang lembaga-lembaga dan infrastruktur negara, di samping menyasar proverti dan keamanan warga negara yang menyebabkan ribuan orang penduduk mengungsi dari wilayah konflik.

Perpindahan gerakan-gerakan pemberontak ini untuk berperang sebagai pasukan bayaran (Murtaziqah) yang mempraktekkan beragam jenis kejahatan terorganisir di sebagian negara tetangga. Hal ini tidaklah aneh, karena sejak awal berdirinya, gerakan-gerakan ini telah mempraktekkan , dimana gerakan-gerakan separatus ini telah ikut serta dalam peperangan internal di negara Chad, kemudian Libya bersama dengan pasukan Qadafi melawan pasukan revolusi Libya, juga ikut terlibat dalam peperangan di Sudan Selatan. Semua ini sesuai dengan laporan khusus yang diterbitkan oleh utusan PBB dan IGAD (Intergovernmental Authority on Drought and Development).

Baca juga: (Dokumen Rahasia) inilah beragam kejahatan pasukan bayaran Darfur di Libya (1)

Strategi terakhir dari gerakan-gerakan separatis Darfur ini yang bergerak bersamaan dengan paksi di Libya dan Sudan Selatan yaitu untuk bersatu padu di Darfur kemudian masuk ke wilayah Lembah Hor dan memproklamirkan pembebasan wilayah Lembah Hor.

Dukungan yang didapatkan gerakan-gerakan ini dapat dilihat dalam pertempuran-pertempuran proxy bersama dengan pasukan Hafter.

Pertempuran Gerakan Separatis Darfur bersama Hafter

Sejak awal tahun 2015 lalu, Gerakan Separatis Darfur telah mendukung pasukan Jenderal Khalifa Hafter di Timur Libya, khususnya dalam penguasaan ladang minyak dengan imbalan mendapatkan gaji bulanan bagi pasukannya, di samping mendapatkan bantuan militer. Hal ini disebutkan dalam laporan akhir yang diterbitkan oleh tim ahli yang concern di Sudan, terbit pada tanggal 9 Januari 2017 M, laporan ini ditujukan kepada Ketua Dewan Keamanan PBB dan ditandatangani oleh Ketua Tim Volodymyr Ilchenko dalam pasal kelima (Dinamika Konflik) paragraf (17, 19, 30), hal yang sama disebutkan hasil pertemuan terakhir SISA di Khartoum yang menyebut gerakan-gerakan Darfur yang melakan pertempuran proxy di Libya sebagai gerakan penjarah.

Baca juga: Perang Libya Rasa Darfur

Interogasi terhadap tawanan gerakan-gerakan Darfur yang datang dari Libya dan berhasil ditangkap di wilayah Lembah Hor pada tanggal 20 Mei 2015, setelah mereka ikut serta dalam peperangan Bir Marji, menunjukkan dukungan besar yang diberikan kepada mereka dari Hafter dan lembaga-lembaga yang mendukung mereka.

Lembaga-lembaga penting yang mendukung gerakan-gerakan ini di Libya

  1. Dukungan terus menerus dari Jenderal Hafter, sebagai pasukan bayaran dalam peperangan yang diikutinya di Libya, dukungan terakhir sejumlah (45 Land Cruiser, senjata berupa senjata ringan, menengah dan berat, misi militer, di samping bayaran gaji. Dukungan ini diterima melalui orang yang disebut Hilal Musa, Kepala Suku wilayah Zulla yang menjadi jalur komunikasi antara Hafter dan para separatis Darfur.
  2. Sebagian lembaga-lembaga regional mendukung gerakan ini melalui Hafter, dukungan terakhir berupa dukungan 14 kendaraan lapis baja. Dalam serangan terakhirnya, Gerakan Separatis Darfur menggunakan 6 kendaraan lapis baja, yang kemudian diambil alih oleh pasukan Sudan dan 8 lainnya disimpan di wilayah Zullah.

Baca juga: Tuduhan Amnesty Internasional terhadap Sudan terkait penggunaan senjata Kimia di Darfur

Peperangan yang diikuti oleh Gerakan Separatis Darfur di Libya

 

Berikut adalah sejumlah serangan yang dilakukan oleh Gerakan Separatis Darfur di Libya, di antaranya:

  1. Serangan Kafrah pada tanggal 20 September 2015
  2. Operasi penjarahan, penculikan dan bandit (Jalan Ajdabia dan Kufra).
  3. Penjarahan ladang minyak di wilayah Al-Sarir antara Ajdabia dan Kufra.
  4. Bersama Hafter dalam poros Bengazi dan Ajdabia.
  5. Bersama dengan Hafter dalam sejumlah serangan terhadap wilayah Bulan Sabit Minyak (Crescent oil area).
  6. Bersama pasukan Colonel Mohammed bin Nayel, bagian dari pasukan Hafter di Selatan Libya di Poros Barak Syathi dan Sebha.
  7. Terakhir bersama Hafter pada tanggal 5 Juli 2017 dalam upaya pasukan Hafter untuk menguasai Kota Sirte yang dikalahkan oleh pasukan Al-Bunyan al-Marshush di wilayah Buhadi, Tenggara Kota Sirte.

Aksi kejahatan Gerakan Separatis Darfur di Libya

1. Gerakan Separatis Darfur mendukung Suku Tabu dalam perang antar suku di Libya; melawan Suku Tuareg di wilayah Opare dan saat perang melawan Suku Zwai di wilayah Kufra.

2. Menyelundupkan bahan bakar dan persediaan makanan dari Selatan-Barat Libya ke Sudan dan Chad, sebagian kelompok separatis ini juga aktif melakukan aksi imigrasi illegal.

3. Sebagian kelompok mereka aktif melakukan aksi-aksi bandit di jalan antara Kufra dan Benggazi, menculik warga Libya dan hanya bisa bebas dengan membayar uang tebusan, juga mewajibkan upeti bagi warga dan pemilik mobil truk dagang.

4. Sebagian kelompok gerakan separatis Darfur ini berkumpul melakukan aksi kejahatan di jalur padang pasir antara Obari dan Marzuq, menjarah kendaraan seperti menjarah lebih 100 unit mobil milik Bulan Sabit Merah Libya.

Keberadaan Gerakan Separatis Darfur di Libya saat ini

Keberadaan Gerakan Separatis Darfur di Libya saat ini, di antaranya Gerakan Minnie Arko Minnawi, Kelompok Saleh Jabal Si, faksi Pembebasan Sudan yang baru-baru ini menyatu yaitu kelompok al-Halik Ali Carpino, Al-Wahdah, Kelompok Abdullah Janna), Al-Adl wa al-Musawa (Keadilan dan Persamaan) dan Kelompok Abdel Wahed Mohamed Nour. Kelompok-kelompok separatis ini masih terus berkomunikasi dengan pasukan Hafter.

Distribusi Gerakan Separatis Darfur di Libya

Distribusi gerakan-gerakan separatis Darfur yang menjadi pasukan bayaran Hafter di Libya dapat dibagi sebagai berikut:

1. Pasukan Minnie Arko Minnawi dan Saleh Jabal Si berada di wilayah Zullah Libya dengan kekuatan sekitar 135 kendaraan dan sekitar 350 personil yang dipimpin oleh Jumaa Hakkar, Pimpinan Umum pasukan Minnie Arko dan wakil pimpinan Umum Jabir Ishaq, sementara pasukan Saleh Jabal saat ini berada Chad Timur melatih personil yang berada di camp-camp pengungsian di Chad Timur.

2. Aliansi Faksi Pembebasan Sudan yang berpusat di wilayah Lembah al-Namus Selatan Libya dengan kekuatan yang sekitar 90 kendaraan dan sekitar 450 personil yang terdiri dari (kelompok al-Halik Ali Carpino dengan kekuatan 60 kendaraan dan 250 pejuang di bawah komando Ahmed Abo Tanaka, Kelompok Abdullah Janna dengan kekuatan sekitar 27 kendaraan dan 150 personil di bawah komando Abdullah Janna, dan Kelompok Al-Wahdah dengan kekuatan 3 kendaraan dan 50 personil yang dipimpin oleh Abod Adam Khatir.

3. Gerakan Adil wa al-Musawa yang bermarkaz di Selantan Kota Murada dengan kekuatan 13 kendaraan dan sekitar 90 personil di bawah komando Abdol Karem Syalwy, dan terakhir tokoh separatis Basyarah Sulaiman yang belum lama ini ikut bergabung di Libya dan mengaktifkan hubungan antara kelompok Al-Adl wa al-Musawa dan Hafter.

4. Kelompok Abdol Wahid Mohammad Nur yang bermarkaz di Timur Sabha dengan kekuatan sekitar 7 kendaraan perang dan 35 personil di bawah komando Youssef Kargkola.

Komentar

Seluruh indikasi ini menegaskan bahwa keterlibatan gerakan-gerakan separatis ini dalam pertempuran proxy di negara-negara tetangga khususnya di Libya semakin menambah krisis internal yang terjadi di negara-negera tetangga yang berpengaruh pada krisis kawasan secara keseluruhan.

Aktifitas-aktifitas gerakan separatis ini menuntut pentingnya intervensi masyarakat dan komunitas internasional sesegera mungkin dan memberikan tekanan kepada Jenderal Khalifah Hafter yang menjadi pendukung utama gerakan-gerakan seperatis ini, dan mengusirnya keluar dari Libya dengan cepat dan tuntas.




Tensi diplomatik Kawasan Teluk: Pemutusan hubungan diplomatik dan isolasi Negara-Negara Teluk terhadap Qatar

Oleh: Agung Nurwijoyo & Dkk

Pendahuluan

Berturut Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Yaman yang kemudian diikuti Maladewa dan Libya memutuskan hubungan dengan Qatar pada Senin (5/6). Di samping pemutusan hubungan diplomatik, Arab Saudi juga mengakhiri peran militer Qatar dari medan pertempuran di Yaman. Dalam jangka pendek, terdapat beberapa dampak signifikan dari pemutusan hubungan diplomatik ini disebabkan langkah negara-negara Teluk terhadap Qatar diikuti dengan langkah isolasi terhadap posisi geografis Qatar baik dari udara, darat ataupun laut. Kondisi ini merupakan akumulasi dari tensi diplomatik di kawasan Teluk dalam beberapa waktu terakhir.

Alasan Pemutusan Hubungan Diplomatik Negara-Negara Teluk terhadap Qatar

Perlu kemudian memahami alasan negara-negara Teluk memutuskan hubungan dengan Qatar. Keputusan Saudi merupakan bagian dari usaha menjaga keamanan nasionalnya. Kebijakan-kebijakan Doha dianggap Riyadh menciptakan konflik internal di dalam internal pemerintahan Saudi dan mengancam kedaulatan. Kebijakan Qatar yang mendukung kelompok-kelompok yang dianggap Arab Saudi sebagai bagian dari teror dan sektarian dapat menciptakan ketidakstabilan di kawasan. Dukungan Qatar terhadap kelompok teror di Provinsi Qatif, Arab Saudi kemudian langkah Doha memberikan dukungan baik secara finansial ataupun perlindungan bagi sejumlah pihak, serta dalam isu Yaman posisi Doha dianggap berlawanan dengan posisi dari pasukan koalisi yang mendukung pemerintahan Abed Rabbo Mansour Hadi di Yaman.

Bagi UEA, posisinya jelas mendukung posisi Saudi terhadap Qatar bahwa terdapat ancaman bagi negara-negara Teluk dan juga terhadap stabilitas dan keamanan di kawasan. Posisi serupa dimiliki oleh Bahrain. Bahrain menyatakan bahwa posisi Qatar menciptakan instabilitas di kawasan. Bahrain menuduh Qatar memberikan dukungan terhadap aktivitas terorisme dan menciptakan kekacauan di dalam negeri Bahrain.

Mesir dalam pernyataannya mengatakan bahwa posisi Qatar membawa ideologi Al Qaeda, mendukung gerakan ISIS dan kelompok teror di Sinai. Dukungan Qatar terhadap posisi Ikhwanul Muslimin (IM) juga dianggap mengancam internal Mesir dan keamanan nasional negara-negara Arab yang akan menciptakan pembagian di dalam masyarakat Arab. Selanjutnya, Yaman menuduh keberadaan Qatar bekerja bersama musuh dari pemerintah Yaman yaitu milisi Houthi yang mendapatkan dukungan dari Iran.

Respon Qatar

Qatar sendiri menyatakan bahwa tuduhan yang diberikan negara-negara Teluk tidak berdasarkan fakta. “Bagi kami, pilihan strategis Qatar dalam selesaikan masalah ini adalah dengan dialog.” penjelasan Menlu Qatar Syaikh Muhammad Bin Abdulrahman al Thani. Dirinya mengatakan bahwa adanya ekskalasi ini, Qatar tidak memahami alasan sebenarnya dari krisis ini. Emir Kuwait juga pada Selasa (6/6) ini mengunjungi Saudi untuk membendung krisis dan akan dilakukan pernyataan resmi oleh Emir Qatar pada Selasa (6/6).

Dampak Ekskalasi Tensi Diplomatik dan Isolasi terhadap Qatar

Disamping pemutusan hubungan diplomatik dan diakhirinya peran militer Qatar dalam perang di Yaman, Arab Saudi menutup perbatasan udara, darat dan laut dengan Qatar yang juga diikuti oleh UEA, Bahrain dan Mesir. UEA dan Mesir memberikan batas waktu 48 jam bagi misi diplomatik Qatar untuk segera meninggalkan UEA begitupun peringatan diberikan kepada WN Qatar untuk segera meninggalkan UEA dalam waktu 14 hari.

Pemutusan jalur darat satu-satunya Qatar ke Saudi berdampak terhadap 40% jalur distribusi pangan ke Qatar. Dari sejumlah media dilaporkan terdapat peningkatan atensi warga Qatar yang men-stok bahan pangan di pusat perbelanjaan di Qatar. Penutupan jalur darat tersebut dapat berpengaruh terhadap persiapan Qatar dalam suplai bahan bangunan pembangunan infrastruktur jelang Piala Dunia 2022 di Qatar. Permasalahan lainnya yang rentan adalah masalah suplai gas alam dari Qatar ke UEA melalui dolphine pipeline yang terancam terhenti yang juga akan memotong 1/3 dari suplai gas UEA. Selanjutnya, UEA juga telah melarang suplai alumunium Qatar melalui pelabuhan di UEA.

Dari kejadian ini, lantai bursa Qatar jatuh 7,2%. Disamping itu, Etihad Airways (Abu Dhabi, UEA), Emirates Airlines (Dubai, UEA), Flydubai dan Air Arabia menutup semua jalur penerbangan dari dan ke Doha sejak selasa pagi. Qatar Airways juga menutup semua jalur penerbangan ke Arab Saudi.

Apa Yang Sebenarnya Terjadi Saat ini?

Perang propaganda antara Saudi dan UEA hadapi Qatar terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Isu sentralnya adalah pernyataan Emir Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al Thani yang ekspresikan mendukung posisi IM dan menyanjung Iran. Meskipun pihak kantor berita Qatar mengatakan hal ini sebagai sebuah hacking, media Arab Saudi dan UEA terus mengulang propagandanya. Setelahnya, Al Jazeera kemudian melansir bocoran kawat diplomatik yang dilakukan Duta Besar UEA untuk AS Yousef al Otaiba yang mendorong adanya kampanye terhadap Doha yang mendukung gerakan teror ke sejumlah media.

Posisi Qatar mendukung keberadaan sejumlah gerakan Islam yang menjadi kritikan dari negara di kawasan khususnya UEA dan Arab Saudi. Terlebih dalam kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Arab Saudi menitikberatkan dalam kampanye perang terhadap gerakan teror. Bagi UEA melihat keberadaan IM, Hamas sebagai ancaman bagi monarki di Teluk. Kritik juga dari Saudi dan UEA atas perlindungan Qatar terhadap aktivis Islam Yusuf Qaradhawi di Doha. Hamas pasca meninggalkan markasnya di Damaskus menjadikan Doha sebagai rumahnya. Hamas juga menjadikan Doha sebagai tempat pergantian arah baru gerakan Hamas. Pemimpin oposisi Aljazair Abbasi al Madani berada di Doha. Pemimpin Chechnya Zelimhan Yandarbiyev berada di Doha sebelum akhirnya mati terbunuh pada 2004.

Qatar juga dalam kasus Suriah mendukung kelompok perlawanan yang hendak menggulingkan Assad. Tuduhan juga hadir bagi Qatar yang danai kelompok afiliasi Al Qaeda Tahrir Al Sham dalam pembiayaan pembebasan sandera. Juga dalam masalah Libya, Mesir dan UEA mendukung keberadaan Khalifa Haftar sedangkan Qatar dan Turki berikan dukungan terhadap kelompok perlawanan Libya.

Arab Saudi dan UEA konsen juga terhadap masalah hubungan dekat Qatar dan Iran. Hubungan ini terlihat dalam isu ladang gas utara yang merupakan kerjasama Qatar dan Iran. Hubungan dekat ini sebelumnya terjalin dengan Hizbullah dalam kasus pembebasan sejumlah sandera Qatar di Irak Selatan tahun 2016. Hal ini bertentangan dengan posisi Saudi yang menuduh Tehran bermain dalam kisruh internal di Suriah, Irak, Libanon, serta kawasan Teluk di Arab Saudi, Yaman dan Bahrain.

Tensi Teluk dan Proyeksinya

Politik Qatar ini dengan kekayaan yang dimilikinya dianggap sejumlah pakar memiliki kontradiksi dalam studi hubungan internasional. Qatar memiliki hubungan baik dengan Iran tetapi menjadi tuan rumah bagi militer AS[1], dan membantu pemberontak Houthi di Yaman serta mendukung kelompok perlawanan di Suriah hadapi Assad yang didukung penuh Iran. Emir Qatar juga sosok yang pernah berikan Assad sebuah pesawat Airbus. Qatar juga berikan suaka politik kepada pemimpin Hamas Khaled Meshal serta sejumlah tokoh lainnya.

Penting juga kita memahami mengenai Qatar. Qatar dahulu berada di bawah ptotektorat Inggris pada tahun 1850-1971 sebelum akhirnya menjadi negara merdeka di bawah Emir Qatar. Negeri ini sangat kaya akan gas alam yang merupakan negara ketiga terbesar di dunia yang memiliki cadangan gas alam. Sosok yang berperan penting dalam perkembangan Qatar hari ini adalah Emir Hamad bin Khalifa yang menggulingkan pemerintahan ayahnya Khalifa bin Hamad dalam kudeta tidak berdarah pada 1995. Di eranya, Emir Hamad kemudian mendirikan stasiun televisi Al Jazeera. Emir Hamad menyerahkan kepemimpinan kepada putranya Tamim pada tahun 2013.

Politik Luar Negeri Qatar bersifat oportunis dan reaktif yang memang membawa resiko dalam hal yang senantiasa berubah di kawasan. Hal yang harus dipahami juga adalah kebijakan Luar Negeri Qatar yang selama ini berusaha mengimbangi stabilitas kawasan dan meningkatkan pengaruh politik yang lebih luas. Jangkauan ini yang terlihat dengan gaya mediasi yang selama ini dikembangkan oleh Qatar seperti dalam usaha mediasi pemerintah Yaman dengan milisi Houthi pada 2007, pada 2008 dengan adanya Doha Accords. Termasuk dalam pembicaraan Hamas-Fatah di Doha pada Oktober 2012.

Apa yang dilakukan Qatar baik dalam dukungannya terhadap sejumlah kelompok yang menjadi ancaman negara-negara Teluk dan juga relasi dekatnya dengan Iran berakumulasi terhadap langkah unilateral Arab Saudi sebagai patron di sub-kawasan Teluk bersama sejumlah negara yang bertujuan meningkatkan keamanan di kawasan dengan melakukan isolasi terhadap Qatar.

Di sisi lain, kita dapat melihat intensi Arab Saudi juga mencegah adanya perubahan kontestasi kekuatan di kawasan Teluk. Hal ini terutama dengan peningkatan pengaruh Iran dengan politik ekspansionisnya khususnya di kawasan Teluk yang jelas memberikan ancaman serius bagi kekuatan Arab Saudi dan aliansinya di Teluk.

Kawasan teluk merupakan wilayah perimbangan kekuatan antara Iran dan negara-negara Arab. Kejatuhan Saddam dahulu pada invasi AS 2003 berimbas kepada peningkatan Iran sebagai kekuatan regional yang bertambah kuat. Kejadian ini juga berdampak terhadap dinamika inter-sub kawasan. Artinya, jika tidak ada solusi dari permasalahan yang ada akan membuka posibilitas perubahan pola kawan dan lawan (amity and enmity) serta polarisasi di sub-kawasan Teluk. Tensi yang terjadi pada saat ini memang memiliki banyak dimensi yang tidak hanya masalah ekonomi seperti masalah relasi Iran dan Qatar terkait gas alam. Namun, dimensi politik dan keamanan di sub-kawasan Teluk juga memainkan peranan signifikan sehingga isolasi terhadap Qatar dilakukan. Bagaimanapun juga, langkah penyelesaian melalui dialog menjadi langkah kunci dalam usaha peredaan tensi di Teluk disebabkan gejolak yang terjadi di kawasan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Dinamika Isu Sejak Senin (5/6) hingga Selasa (6/6) pukul 10.00

Tanggal Waktu Peristiwa
6 Juni 2017 11.50 am BeIN Tidak Dapat Diakses di UEA.

Kanal Olahraga Qatar BeIN tidak dapat diakses di UEA.

11.20 am UEA Ingin Jaminan Sebelum Perbaikan Hubungan dengan Qatar.
UEA meminta Qatar berikan jaminan sebelum adanya perbaikan hubungan diplomatik.
10.00 am Pasar Saham Qatar rebounds 2,7% dari pembukaan bursa Selasa (6/6).
9.20 am Ekspor alumunium dari Qatar diblokade UEA.

Ekspor alumunium dari Qatar diblokade UEA berdasarkan pernyataan dari Norsk Hydro perusahaan Norwegia pemilik 50% joint-venture dengan Qatalum Metals Qatar yang sebagian besar pengiriman dilakukan melalui pelabuhan Jabel Ali di UEA.

8.23 am Qatar Airways Menghentikan Penerbangan ke UEA, Mesir dan Bahrain.

QA tutup penerbangan ke UEA, Mesir dan Bahrai mulai Selasa (6/6).

8.00 am Erdogan Lakukan Beberapa Pembicaraan Untuk Redakan Tensi.

Erdogan hubungi pemimpin Qatar, Russia, Kuwait dan Arab Saudi untuk meredakan tensi di kawasan Teluk. “Pentingnya perdamaian dan stabilitas regional menjadi bagian penting dari pembicaraan demikian halnya fokus kepada langkah diplomasi dan dialog untuk meredakan tensi yang ada.” Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin.

1.30 am Wawancara Menlu Qatar di Al Jazeera.

“Bagi kami, pilihan strategis Qatar dalam selesaikan masalah ini adalah dengan dialog.” Ujar Syaikh Muhammad Bin Abdulrahman al Thani. Dirinya mengatakan bahwa adanya ekskalasi ini, Qatar tidak memahami alasan sebenarnya dari krisis ini. Emir Kuwait juga pada Selasa (6/6) ini mengunjungi Saudi untuk membendung krisis dan akan dilakukan pernyataan resmi oleh Emir Qatar pada Selasa (6/6).

5 Juni 2017 10.40 pm Kuwait Meminta Qatar Menahan Diri.

Emir Kuwait Syeikh Sabah Al Ahmad Al Sabah menghubungi Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani untuk meminta Qatar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang akan meningkatkan ekskalasi.

8.30 pm Turki Mencari Solusi Masalah Teluk.

Presiden Turki RTE aktif turut serta dalam mencari masalah diplomatik antara Qatar dan negara tetangganya. Langkah awal, Erdogan menghubungi Vladimir Putin via telepon.

8.00 pm Militer AS di Qatar Tidak Memiliki Rencana Perubahan.

Pusat Komando Militer AS mengatakan tidak ada rencana perubahan postur militer di Qatar. Mayor Adrian JT Rankine-Galloway mengatakan bahwa angkatan udara AS terus melanjutkan misinyadi Afghanistan, Irak dan Suriah melalui Al Udeid.

7.30 pm Zona Udara Mesir Ditutup bagi Qatar pada Selasa (6/6).

Kementrian Penerbangan Sipil Mesir mengumumkan bahwa zona udara Mesir akan tertutup bagi penerbangan Qatar pada Selasa (6/6).

6.30 pm Israel Puji Gerakan Anti-Qatar.

Menhan Israel Avigdor Lieberman memuji langkah terhadap Qatar bahwa “tidak ada keraguan bahwa kondisi ini membuka banyak kemungkinan akan kerjasama dalam perang terhadap teror.”

6.25 pm Arab Saudi Menutup Kantor Lokal Al Jazeera.
5.40 pm Kapal Qatar Tidak Diizinkan Berlabuh di Pelabuhan Saudi.

Pihak Otoritas Pelabuhan Saudi mengatakan bahwa pihak pelabuhan tidak menerima kapal berbendera Qatar baik yang dimiliki perusahaan ataupun perseorangan.

5.10 pm Mesir Menutup Semua Jalur Udara dan Laut.

Kementrian Luar Negeri Mesir mengtaakan bahwa Mesir menutup semua jalur udara dan laut menuju Qatar terkait dengan keamanan nasional.

4.40 pm Turki Menyatakan Kesedihan.

Turki siap membantu permasahalan yang terjadi di kawasan Teluk. Cavusoglu mengatakan bahwa Turki melihat persatuan diantara negara kawasan Teluk merupakan bagian persatuan bersama.

4 pm Suplai Makanan Dari Iran Dapat Mencapai Qatar dalam 12 Jam.

Kapal berisi bahan pangan dari Iran dapat mencapai dalam 12 jam.

3.30 pm Pelabuhan UEA Melarang Kapal-Kapal Qatar.

Pelabuhan Fujairah di UEA menolak semua kapal berbendera Qatar untuk berlabuh.

3.30 pm Iran Meminta Adanya Dialog.

Jubir Kemenlu Iran Bahram Ghasemi meminta adanya dialog yang jelas dan eksplisit antar negara yang berkonflik.

3.15 pm Maladewa Memutus Hubungan dengan Qatar.

Maladewa menyatakan “firm opposition to activities that encourage terrorism and extremism.”

3.10 pm Mesir Memanggil Pulang Duta Besarnya di Qatar.

Mesir meminta Dubes Qatar meninggalkan Kairo dalam 48 jam begitupun perwakilannya di Doha untuk meninggalkan Doha dalam 48 jam

2.50 pm Libya (faksi Khalifa Haftar) Memutuskan Hubungan dengan Qatar.

Faksi pemerintahan Libya yang dipimpin Khalifa Haftar mengumumkan memutuskan hubungan dengan Qatar dan pihak menlu Haftar menuduh bahwa Qatar menjadi pelabuhan terorisme.

2.00 pm Arab Saudi Menutup Perbatasan dengan Qatar.

Pihak Otoritas Transportasi Qatar menutup perbatasan darat dan laut denagn Qatar.

1.30 pm Truk Mengantri di Perbatasan Arab Saudi – Qatar.

Truk mengantri di perbatasan Arab Saudi dan Qatar dan tidak bisa memasuki Qatar.

1.20 pm Update FIFA.

FIFA menyatakan bahwa pihaknya masih dalam ‘regular contact with Qatar”.

1.15 pm Air Arabia Menutup Penerbangannya pada Selasa (6/6) ke Doha.

LCC Air Arabia yang berada di UEA menutup penerbangan ke Qatar seiring dengan masalah krisis diplomatik yang terjadi.

12.10 pm Saudi Airlines Menutup Penerbangan Ke Qatar Sejak Senin (5/6).

Saudia menutup penerbangan ke Doha sejak Senin Pagi.

11.05 am FlyDubai Membatalkan Semua Penerbangannya Ke Doha sejak Selasa (6/6).

FlyDubai mencancel semua penerbangan ke Qatar seiring dengan adanya masalah diplomatik sejak Selasa (6/6). Hal ini mengikuti langkah Emirates dan Etihad.

10.45 am Yaman memutus hubungan dengan Qatar.

Pemerintah Yaman memutus hubungan dengan Qatar dan mengatakan dukungannya atas keputusan Saudi mengkahiri partisipasi Qatar dalam perang hadapi Houthi di Yaman. Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi mengatakan memutus hubungan karena dukungan Qatar atas kelompok ekstremis di Yaman.

10.20 am Emirates Membatalkan Semua Penerbangan ke Qatar sejak Selasa (6/6).

Emirates membatalkan semua penerbangan ke Qatar sejak Selasa (6/6).

10.00 am AS Mendesak Adanya Persatuan GCC.

Menlu AS Rex Tillerson mengatakan pentingnya persatuan GCC. Diirnya berharap krisis ini tidak memiliki dampak signifikan jika pun ada tidak berdampak terhadap semua semua bersatu hadapi terorisme.

9.55 am Respon Kemenlu Qatar.

Qatar mengatakan “tidak ada dasar yang kuat dari keputusan tersebut” dan keputusan ini “merusak kedaulatan”.

8.35 am Etihad Menutup Penerbangan Ke Qatar Sejak Selasa (6/6).
6.10 am UEA, Mesir Memutus Hubungan dengan Qatar.
6.00 am Arab Saudi Memutus Hubungan dengan Qatar dan Akhiri Peran Qatar dalam Perang di Yaman.
5.50 am Bahrain Memutus Hubungan dengan Qatar.

 

Sumber:

https://english.alarabiya.net/en/News/2017/06/05/Main-reasons-why-Saudi-UAE-Bahrain-and-Egypt-severed-ties-with-Qatar.html

https://www.nytimes.com/2017/06/05/world/middleeast/qatar-saudi-arabia-egypt-bahrain-united-arab-emirates.html?_r=0

https://www.theatlantic.com/news/archive/2017/06/what-just-happened-with-qatar/529128/

http://www.reuters.com/article/us-gulf-qatar-idUSKBN18W0DQ

http://www.aljazeera.com/news/2017/06/qatar-diplomatic-crisis-latest-updates-170605105550769.html

http://www.aljazeera.com/news/2017/06/gulf-diplomatic-crisis-qatar-reaction-full-170605071246160.html

Hazbun, Waleed. 2010. “US Policy and the Geopolitics of Insecurity in the Arab World”, Geopolitics, 15:2, pp. 239-262

Perthes, Volker. 2010. “Ambition and Fear: Iran‟s Foreign Policy and Nuclear Programme”, Survival, 52:3, pp. 95-114.

Buzan, Barry and Waever, Ole. 2003. Regions and power: The structure of International Security, Cambridge: Cambridge University Press.

Khatib, L. (2013), Qatar’s foreign policy: the limits of pragmatism. International Affairs, 89: 417–431.

__

[1] Qatar ini juga merupakan satu diantara 3 negara di kawasan Teluk yang menjadi basis militer bagi AS. Al Udeid Air Base dengan 11,000 militer AS bermarkas dan basis ini digunakan untuk serangan hadapi ISIS.




Serangan teror di Mancehester Inggris

Ringkasan peristiwa

Terjadi ledakan bom bunuh diri Senin (22 Mei) malam sekitar pukul 22.30 di akhir konser penyanyi Ariana Grande di foyer (lobi/kawasan pintu masuk) Manchester Arena. Grande adalah artis yang sangat populer di kalangan anak dan remaja.

Konser dihadiri oleh 21.000 orang, sebagian besar remaja di bawah usia 16 tahun. Ditemukan paku dan mur, yang diyakini sengaja dipakai untuk memaksimalkan dampak ledakan.

Insiden terjadi di foyer, bukan di dalam arena. Pengamanan/pemeriksaan di foyer relative tak seketat di dalam arena, atau di titik-titik/akses ke hall konser.

Setidaknya 22 meninggal dunia, 59 luka-luka. Korban tewas termuda berusia delapan tahun. Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di kawasan Greater Manchester.

Pelaku meninggal di lokasi kejadian dan diketahui bernama Salman Abedi, pemuda kelahiran Inggris berusia 22 tahun yang berlatar belakang Libia.

Ia pernah kuliah di Universitas Salford, Manchester tapi keluar (drop out) dan bekerja di took roti. Beberapa orang yang kenal dengan Abedi mengatakan, ia adalah pengguna ganja.

Teror manchester Salman-Abed-islamicgeo

Orang tuanya diyakini sudah kembali ke Libia. Beberapa media dalam negeri berspekulasi, mungkin Abedi punya kaitan dengan teroris di Libia.

Lembaga keamanan belum bisa menyimpulkan secara definitive apakah Abedi bertindak sendirian atau bagian dari kelompok. Namun melihat jenis bahan peledak yang dipakai, yang tak sekedar rakitan, tapi tergolong kompleks, diyakini ada orang-orang lain yang membantu Abedi.

Ini yang mendorong pemerintah menaikkan tingkat ancaman teror ke tingkat tertinggi atau critical pada Selasa (23 Mei) malam, yang bermakna serangan lanjutan mungkin terjadi.

Yang menjadi kekhawatiran utama adalah Abedi bagian dari satu kelompok teroris, yang membuka kemungkinan ada pihak lain yang masih memegang bahan peledak atau berencana melancarkan serangan di tempat lain.

Terakait kasus ini, aparat keamanan telah menahan seorang pria berusia 23 tahun.

Reaksi pemerintah

respon pemerintah inggris atas teror manchester-islamicgeo

PM Theresa May sudah ke Manchester dan mendapat update langsung dari kepolisian setempat. Ia menggambarkan serangan ini sangat kejam/barbaric karena menyasar anak kecil dan remaja.

Pada Selasa petang PM May memimpin langsung pertemuan darurat para pejabat keamanan senior, yang biasa disebut sebagai Tim Kobra.

Respons langsung di lapangan berupa peningkatan jumlah personel keamanan. Tingkat ancaman yang masuk critical berarti akan ada pengerahan tentara bersenjata yang mengamankan tempat-tempat atau fasilitas strategis.

Konteks

Serangan di Manchester terjadi hanya beberapa pekan setelah serangan di Westminster, London, yang menewaskan empat orang, puluhan lainnya luka-luka.

Insiden di Manchester ini adalah serangan teror terburuk di Inggris sejak serangan pada 7 Juli 2005 di system transportasi umum London yang menewaskan 52 orang, ratusan lainnya cedera.

Pada 8 Juni Inggris menggelar pemungutan suara, dan serangan membuat kampanye untuk sementara dibekukan. Hingga Selasa malam waktu setempat belum jelas kapan kampanye akan dimulai lagi. Kampanye dibekukan untuk menghormati para korban.

Strategi penanganan

Para analis keamanan meminta pemerintah tak hanya memantau orang-orang atau kelompok yang diduga mendukung ideology ekstrem, tapi mengatasi apa sebenarnya akar permasalahan yang membuat mereka melancarkan serangan.

Kalau tidak, secanggih apa pun kegiatan intelejen atau kebijakan keamanan, serangan akan tetap terjadi.

Spirit kebersamaan

Para sopir taksi yang menawarkan tumpangan gratis ke para korban serangan mendapat pujian luas. Demikian juga dengan komunitas Sikh yang menawarkan penampungan ke mereka yang terdampak dengan serangan. Ada rumah ibadah Sikh di dekat lokasi serangan. Warga juga memberikan bantuan makanan dan darah ke rumah-rumah sakit yang merawat korban.

Dampak ke komunitas Islam

Serangan teror di Mancehester dan dampaknya terhadap komunitas Muslim-- islamicgeo

 

Sejauh ini belum ada laporan mengenai kecaman atau kebencian (backlash) yang diarahkan ke komunitas Islam. Mungkin ini karena pemahaman/kesadaran public bahwa aksi pelaku tidak mencerminkan Islam/sikap mayoritas Muslim.

Setelah serangan di Westminster, juga tidak ada backlash.

Masjid-masjid utama di Inggris langsung mengecam serangan teror semacam ini, yang menjadikan orang-orang yang tak bersalah sebagai korban, adalah tindakan criminal, dan siapa pun pelakunya harus dihukum

Bacaan lebih lanjut:

TIM UK




China akan tingkatkan kerjasama kontra-terorisme dengan Turki

BEIJING, ALAMISLAMI.COM — Perbedaan pandangan antara Turki dan China terkait dengan politik China kepada minoritas Muslim di Turkistan Timur (Xinjiang) tidak menghalangi kedua negara untuk meningkatkan kerjasama kontra-terorisme.

Hal tersebut diungkapkan Presiden China Xi Jinping kepada Presiden turki Recep Tayyip Erdoğan bahwa kedua negara harus meningkatkan kerjasama dalam kontra-terorisme meskipun China juga memiliki perhatian tersendiri terkait etnis Uigurs di wilayah Xinjiang, China. Seperti dikutip dari euronews.com (14/5/2017)

Beijing melalui Dubesnya di Damaskus, Suriah mengatakan bahwa setidaknya 5.000 Uigurs bergabung dengan kelompok militan di Suriah.

Beijing menolak anggapan adanya pelarangan akan kebebasan beragama melainkan konsentrasi Beijing terkait dengan militan Islam termasuk kelompol East Turkestan Islamic Movement (ETIM). (euronews.com/ANW)




Putin: Dunia Islam dapat Memperhitungkan Russia

MOSCOW, ALAMISLAMI.COM — Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (17/5) bahwa Russia akan selalu menjadi mitra bagi Dunia Islam.

Putin mengatakan bahwa Russia dapat menjadi mitra dalam perang terhadap terorisme dan mencari jalan keluar bersama dalam menyelesaikan krisis kawasan.

Hal ini dinyatakan Putin dalam “Russia-Islamic World Strategic Vision Group” yang merupakan respon Russia menjadi pengamat di dalam OKI. (Dailysabah.com/ANW)




Era Baru AKP: Sebuah Pembelajaran

Oleh: Agung Nurwijoyo

“AKP terlahir kembali. AKP bukan sekedar partai bagi pemilihnya, ini adalah partai bagi 80 juta rakyat Turki. Saya memahami bahwa tidak ada warga Turki yang hatinya tidak bisa disentuh AKP sepanjang kita memahami (cara) mendekati mereka. Tidak ada satupun merasa seperti “orang lain”. Tidak ada satupun merasa kebebasan mereka dalam ancaman. Tidak ada satupun merasa ketidaan harapan masa depan mereka. Di negeri ini, setiap individu adalah warga kelas 1. Kita tidak bisa berharap setiap orang menjadi seperti kita tetapi kita memiliki hak berharap setiap orang mendengarkan kita, memahami kita dan berkontribusi kepada kita jika mungkin. Karena kita tidak mengatur 80 juta orang, kita melayani mereka. Inilah perbedaan kita.” Recep Tayyip Erdoğan (Presiden Turki dan Ketua AKP) dalam Kongres Luar Biasa Ke-3 AKP

 

Ikhtisar

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan kembali terpilih menjadi Ketua Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) setelah berpisah dengan partai yang didirikannya selama 998 hari.

Erdoğan kembali terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Ketiga AKP dengan 1.414 suara. Kembalinya Erdoğan diyakini akan memberikan transformasi signifikan dalam sistem di dalam AKP.

Hal ini sejalan dengan tema yang diusung dalam KLB Ke-3 AKP yaitu “Era Terobosan Baru: Demokrasi, Transformasi, Reformasi” (Yeni Atılım Dönemi: Demokrasi, Değişim, Reform). Era baru AKP ini yang juga diusung dalam momentum KLB Ketiga AKP ini menunjukkan kebutuhan Erdoğan dan AKP sendiri akan generasi baru politisi yang akan implementasikan rencana-rencana dimana mereka sudah memiliki loyalitas yang teruji.

Kedua, bahwa Erdoğan menginginkan bekerja bersama generasi baru yang membuka mata mereka akan politik dimana mereka generasi baru yang tidak pernah memiliki sejarah politik sebelum Erdoğan. Erdoğan terlihat akan berusaha menciptakan harmonisasi antara partai dan pemerintah Turki. Hal ini positif dalam mempersiapkan pagelaran pemilu 2019.

Namun, hal yang tetap menjadi satu prioritas utama juga adalah bagaimana penciptaan sistem yang baru di Turki serta transformasi yang ada di dalam AKP secara menyeluruh ini dapat memberikan kemajuan signifikan bagi Turki dalam menghadapi berbagai ancaman yang ada Turki pada saat baik aspek keamanan, sosial, politik dan ekonomi.

Dinamika AKP dan Turki

Ragam dinamika dan transformasi di dalam sejarah Turki mendorong keberadaan AKP. Krisis politik dan ekonomi terparah Turki pada 2001 setelah sebelumnya pada 1997 terjadi kudeta pos-modern melahirkan eksistensi AKP dan sosok Erdoğan dalam politik nasional Turki. Perjalanan berlanjut dengan adanya referendum Turki 2007 dimana rakyat bersepakat untuk memilih presiden Turki secara langsung untuk pertama kalinya. Pada 2009, kesuksesan di 7 tahun pertama melahirkan keyakinan dalam usaha meningkatkan power Turki dalam level internasional dengan adanya Visi besar jangka panjang AKP.

Terpilihnya Erdoğan sebagai Presiden Turki pada 2014 mendesak diadakannya KLB Pertama AKP dengan menunjuk Ahmet Davutoglu sebagai suksesor dari Erdoğan yang berdasarkan Konstitusi Turki 1982 bahwa seorang Presiden Turki harus terpisah dari keterikatan partai politik. Hanya beberapa bulan memimpin, Davutoglu mengundurkan diri sebagai PM Turki berikut Ketua AKP yang mendesak diadakannya KLB Kedua AKP dengan menjadikan Binali Yildirim sebagai Ketua AKP dan juga PM Turki.

Hentakan keras bagi Turki dan juga AKP hadir pada 15 Juli 2016 dengan adanya usaha kudeta yang dilakukan oleh kelompok FETO. Perubahan sistem menjadi salah satu solusi dalam Turki menghadapi berbagai ancaman dari kelompok teroris dan tantangan yang ada sehingga diadakannya referendum 2017 dimana 51,4% rakyat Turki menyepakati adanya pergantian Konstitusi Turki 1982 menuju Konstitusi Turki 2017. Transformasi dalam Konstitusi Turki 2017 ini yang membuka jalan diadakannya KLB Ketiga AKP sebagai momentum kembalinya Erdoğan ke dalam AKP.

Transformasi (Permulaan) AKP

AKP lahir dari dinamika panjang di dalam Turki. AKP tidak pernah mendefinisikan dirinya sebagai Neo-Ottoman. Nilai konservatif yang dimiliki oleh AKP ditunjukkan dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai nasionalisme yang menyatu dengan nilai Islam yang sangat kental dengan bangsa Turki.

Ketika melihat referendum Turki 2017 sebagai sebuah momentum perubahan Turki, korelasinya selaras dengan adanya reformasi yang dilakukan di dalam tubuh AKP. Hal ini diawali dengan kembalinya Erdoğan menjadi anggota AKP pada 2 Mei 2017. Hal tersebut jika melihat Konstitusi Turki sebelumnya tidak bisa dilakukan. Namun, sebenarnya sejarah seorang kepala negara Turki yang juga menjadi ketua partai bukanlah cerita baru. Mustafa Kemal Ataturk merupakan presiden Turki yang juga pemimpin CHP. Suksesor Mustafa Kemal, Ismet Inonu juga merupakan Ketua CHP dan juga presiden Turki. Berikutnya adalah Celal Bayar yang seorang Ketua Partai Demokrat yang juga seorang presiden Turki sebelum akhirnya Celal Bayar mengundurkan diri tetapi tetap menjadi anggota senior dari DP.

Kembalinya Erdoğan yang kemudian pada KLB Ketiga AKP pada 21 Mei 2017 resmi menjadi Ketua AKP dimulai dengan melakukan beberapa perubahan signifikan:

  1. Perubahan di dalam struktur MKYK (Badan Eksekutif dan Pengambil Kebijakan Pusat Partai) yang beranggotakan 50 orang. Pembaharuah dilakukan terhadap 19 dari 50 kursi di dalam MKYK dengan menjadikan Binali Yildirim (Ketua AKP Sebelumnya yang juga masih menjabat sebagai PM Turki) sebagai ketua harian. Dua Menteri dalam kabinet yaitu Deputi PM Turki Veysi Kaynak dan Mentrei Tenaga Kerja Mehmet Muezzinoğlu dicopot dari MKYK berikut juru bicara AKP Yasin Aktay, Galip Ensarioğlu dan Şaban Dişli. Sedangkan Mendagri Süleyman Şoylu, mantan Mendagri Efkan Ala dan mantan Menbudpar Mahir Ünal masuk dalam struktur MKYK. Pemilik media DailyStar dan ATV TV Ethem Sancak masuk dalam struktur MKYK serta penulis Markar Esayan.

Keanggotaan MKYK: Binali Yıldırım, Abdülhamit Gül, Ahmet Sorgun, Ali Aydınlıoğlu, Asuman Erdoğan, Bekir Bozdağ, Berat Albayrak, Burhan Kuzu, Bülent Karakuş, Cahit Özkan, Cevdet Yılmaz, Çiğdem Karaaslan, Efkan Ala, Erol Kaya, Ethem Sancak, Fatih Şahin, Fevzi Şanverdi, Hacı Ahmet Özdemir, Hamza Dağ, Harun Karacan, H. Kübra Öztürk, Hayati Yazıcı, İbrahim Halil Yıldız, İsa Sinan Göktaş, E. Emrah Karayel, Jülide Sarıeloğlu, Mahir Ünal, Markar Esayan, Mehmet Emin Yılmaz, Mehmet Mehdi Eker, Mehmet Muş, Murat Baybatur, Mustafa Ataş, Mustafa Köse, Mustafa Savaş, Mustafa Şentop, Mustafa Yel, Nurettin Canikli, Öznur Çalık, Ravza Kavakçı Kan, Recep Uncuoğlu, Rumeysa Kadak, Süleyman Soylu, Tamer Dağlı, Vedat Demiröz, Yasemin Atasever, Zeki Aygün, Zelkif Kazdal, Zeyid Aslan and Zeynep Alkış.

  1. Dalam struktur MKYK, struktur mengakomodasi kelompok muda dalam struktur MKYK. Keanggotaan dari kalangan muda adalah Kepala Bidang Kepemudaan AKP İsa Sinan Göktaş, dan masuknya dua pemuda yang masih berusia di bawah 25 tahun dan mahasiswa strata 1 yaitu Deputi Dewan Pemuda Universitas Marmara Rumeysa Kadak dan anggota Pemuda KADEM Yasemin Atasever dalam struktur MKYK. Struktur MDK (Komite Disiplin Partai) juga diisi keterwakilan pemuda.
  2. Struktur MKYK yang baru juga mengakomodir keterwakilan wanita dengan jumlah total 9 orang wanita.
  3. Dalam forum MKYK yang baru, terdapat usulan dalam perubahan anggaran dasar AKP terkait pasal pembatasan ketua AKP maksimal 3 periode. MKYK menyepakati satu pasal baru dalam pasal 4 dimana menjadikan simbol Rabia sebagai simbol partai. Simbolitas 4 jari yang memiliki arti “satu tanah air, satu bangsa, satu negara, satu bendera” (“Tek Vatan, Tek Millet, Tek Devlet, Tek Bayrağı”)
  4. Dalam fase 6 bulan mendatang hingga November 2017, Erdoğan mempersiapkan “Peta jalan 6 Bulan” dalam sistem politik serta administrasi yang meliputi: perapihan struktur di dalam AKP, parlemen, struktur partai di tingkat wilayah, kabinet serta jajaran penasihat Erdoğan. Hal ini dilakukan seiring dengan usaha harmonisasi dengan adanya implementasi konstitusi baru Turki pasca referendum.
  5. Dalam perkembangannya, terdapat dua isu penting yang beredar. Pertama, isu akan diadakannya referendum kembali atau pemilu pendahuluan untuk mempercepat pemilu eksekutif dan legislatif yang sedianya akan berjalan pada 2019. Kedua, isu pemberlakuan kembali hukuman mati di Turki.

Transformasi ini penting dilakukan oleh Erdoğan di dalam AKP. Sebelumnya, AKP mendapatkan kritik terkait dengan nuansa berkurangnya antusiasme dan dinamisme di dalam AKP. Kondisi ini yang juga terjadi di tingkat daerah. Dari 1.379 kepala daerah, 879 berasal dari AKP. Penanggung jawab urusan daerah AKP Erol Kaya mengungkapkan bahwa kembalinya Erdoğan memberikan motivasi bagi kader AKP di tingkat daerah.

“Kita akan bersama kembali setelah 3 tahun, menciptakan permulaan baru untuk bekerja lebih keras dengan visi yang lebih besar.”

Recep Tayyip Erdoğan

 

Slogan yang Digunakan AKP dalam Sejumlah Kongresnya :

  • Seluruhnya Untuk Turki (Hey Şey Türkiye İçin).
  • Cahaya ini Tiada Pernah Padam (Bu Işık Sönmeyecek)
Kedua slogan tersebut digunakan dalam Kongres Pertama AKP pada 12 Oktober 2003. Kongres ini setahun pasca diadakannya pemilu Turki dimana AKP menang pada 1 November 2002.
  • Partainya Turki (Tükiye’nin Partisi).
  • Pemimpin Turki (Türkiye’nin Lideri)
Kedua slogan tersebut digunakan dalam Kongres Kedua AKP 11 Nov 2006
  • Kami Bersama Turki (Biz Birlikte Türkiye’yiz)
Digunakan dalam Kongres Ketiga AKP pada 3 Oktober 2009. Slogan tersebut digunakan sebagai semangat kebersamaan atas terjadinya serangan teroris.
  • Bangsa yang Besar (Büyük Millet).
  • Power yang Besar (Büyük Güç).
  • Visi 2023 (Hedef 2023)
Kongres Keempat AKP pada 30 September 2012. Pertama kali digunakannya 3 slogan: bagi partai, pemimpin dan negeri. Disamping itu, Visi 2023 disebutkan pertama kali.
  • Turki Baru, Semua Bersama (Hep Birlikte Yeni Türkiye)
KLB Pertama AKP yang diadakan pada 27 Agustus 2014. KLB diadakan karena Erdoğan menjadi Presiden Turki dan Davutoglu menjadi Ketua AKP yang baru berikut PM Turki. Slogan yang ada menunjukkan semangat kerja tim.
  • Dengan Cinta Sejak Hari Pertama (İlk Günkü Aşkla)
Kongres Kelima AKP pada 12 September 2015. Diadakan menyusul adanya hasil buruk dalam pemilu 7 Juni 2015 dengan kembali berusaha bernostalgia dan mengingat keberhasilan AKP di tahun awal.
  • Melanjutkan Perjalanan Suci (Kutlu Yürüyüşe Devam)
KLB Kedua AKP pada 22 Mei 2016. KLB yang cukup bermasalah bagi AKP ditandai dengan Davutoglu mundur sebagai Ketua AKP serta PM TuRKI dan menyerahkan kepada Binali Yildirim melalui mekanisme partai dalam MKYK.
  • Era Terobosan Baru: Demokrasi, Transformasi, Reformasi (Yeni Atılım Dönemi: Demokrasi, Değişim, Reform)
KLB Ketiga AKP pada 21 Mei 2017. Erdogan didapuk menjadi Ketua AKP kembali setelah sebelumnya secara resmi menjadi anggota AKP kembali pada 2 Mei 2017

 




18 Pemimpin Ikhwanul Muslimin masuk dalam daftar teroris

KAIRO, ALAMISLAMI.COM – Pengadilan Kasasi Ahad lalu menolak banding yang diajukan 18 pemimpin Ikhwanul atas vonis kasus pembunuhan polisi Mesir di Mokattam, termasuk Mohammed Badi Mursyid Am Ikhwanul Muslimin.

Dengan penolakan ini, maka Pengadilan Kasasi Mesir menguatkan keputusan Jaksa Agung yang memasukkan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimi dalam daftar teroris.

BACA JUGA: Pengadilan Kasasi Mesir masukkan tokoh Ikhwan dalam list teroris

Delapan belas pimpinan Ikhwan tersebut adalah Abdel Rahim Mohamed Abdel-Rahim, Mustafa Abdel Azim Bashmawi, Mohamed Abdel Azim Bashmawi, Atef Abdul Jalil Simari, Mohammed Badi, Khairat Shater, Rashad Bayoumi, Mohamed Mahdi Akef, dan Mohamed Saad Katatni, Ayman Hudhud, Osama Yassin, Mohamed Beltagy, Essam el-Erian, Mahmoud Ezzat, Hussam Abu Bakr, Ahmed Shousha, Mahmoud Ahmed Abu Zeid Zanaty, dan Reda Fahmi Abdo Khalil. (rassd/mp)




Pengadilan Kasasi Mesir masukkan tokoh Ikhwan dalam list teroris

KAIRO, ALAMISLAMI.COM – Mahkamah Pengadilan Kasasi Mesir menguatkan putusan yang menetapkan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin masuk dalam list teroris.

Putusan Mahkamah Kasasi Mesir tersebut dibacakan dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Samir Mustafa Abdel Wahab, dan anggota Saed Fanjary, Samer Wakil, Usamah Darwisy, dan Mohammad Qutb menolak banding yang diajukan oleh tokoh Ikhwanul Muslimin, di antaranya Muhammad Badi Mursyid Aam IM, Mahdi Akif dan Beltagi.

Dengan putusan ini, pengadilan Kasasi Mesir menguatkan putusan yang memasukkan tokoh-tokoh dan kader Ikhwanul Muslimin dalam daftar teroris. (Alyoum7/MP)




Tragedi Kemanusiaan di Idlib, Suriah: Ancaman terhadap Solusi Isu Suriah

Kronologi Peristiwa

Bencana kemanusiaan tidak berhenti di Suriah. Selasa pagi (4/4) sekitar pukul 6.30 terjadi serangan udara di wilayah Khan Sheikhoun sekitar 50km selatan kota Idlib dengan menggunakan senjata gas klorin yang menewaskan 100 rakyat sipil (pernyataan pihak oposisi Suriah, sedangkan data dari The Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan korban jiwa 58 orang) dan melukai 300 orang yang didominasi anak-anak. Ini adalah serangan dengan senjata kimia ketiga yang dilakukan dalam pekan ini setelah sebelumnya dilakukan di provinsi Hama. Setelah serangan gas tersebut, serangan juga dilakukan terhadap rumah sakit yang tengah merawat korban serangan tersebut beberapa jam kemudian.

Militer Suriah menyatakan tidak bertanggungjawab atas serangan yang ada. Sedangkan pihak Russia mengatakan bahwa pesawat-pesawat jet tempur Russia tidak beroperasi di Idlib.

Namun, sehari sebelumnya, jet tempur Rusia teridentifikasi melakukan serangan terhadap Rumah Sakit di Maaret al-Numan di Idlib. Serangan tersebut dilakukan pada pukul 7.30 malam pada Senin (3/4). Pekan sebleumnya RS Latamneh di utara Hama diserang bom dari helikopter menggunakan senjata kimia. Pihak MSF (Médecins Sans Frontières / Doctors Without Borders) menyatakan bahwa selama tahun 2016, setidaknya terjadi 71 serangan di 32 fasilitas kesehatan. Data lain dari UOSSM (the Union of Medical Care and Relief Organization) menunjukkan bahwa 107 rumah sakit mendapatkan serangan di Aleppo, Idlib, Latakia, Hama, Deraa, Quneitra, dan Homs.

Dari korban serangan hari ini (4/4), mereka mengalami kesulitan bernapas akibat serangan senjata kimia tersebut. Disamping MSF dan White Helmets, pihak Turki juga menyiapkan sebanyak 30 ambulans bersiaga membantu para korban di perbatasan wilayah Provinsi Hatay, Turki.

Rezim Assad dan Penggunaan Senjata Kimia

Rezim Assad pada 2013 sepakat untuk menghancurkan gudang senjata kimia dan meratifikasi Konvensi Internasional tentang Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention). Rezim mengumumkan kepemilikan 1.300 ton senjata kimia di sekitar Damaskus telah dihancurkan. Meskipun demikian, OPCW (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons) meragukan hal tersebut disebabkan ditemukan kasus penggunaan senjata gas klorin setelah pengumuman pemusnahan tersebut oleh rezim. Assad mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan oleh kelompok oposisi rezim Suriah.

Jerry Smith, mantan Kepala Tim Investigasi PBB terhadap Suriah dalam penggunaan senjata kimia, menjelaskan jenis gas sarin pernah digunakan dalam serangan di wilayah Ghouta pada tahun 2013. Bagi Smith, peristiwa di Idlib ini mengingatkan peristiwa 2013 dimana lebih dari 1.300 orang tewas. Smith juga melihat bahwa apa yang terjadi di Idlib diduga lebih dari sekedar senjata gas klorin karena melihat dari gejala yang dimunculkan para korbannya.

EMC (Edlib Media Center) dan LCC (Local Co-ordination Committees) mengatakan bahwa kandungan dalam senjata gas kimia ini sangat berbahaya dan 20 kali lebih mematikan daripada sianida. Diduga dalam serangan ini juga digunakan gas sarin seperti halnya yang digunakan di Ghouta.

Dalam beberapa investigasi memang ditemukan bukti penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad dan aktor lainnya di Perang Suriah. Pertama, pada Oktober 2016, investigasi bersama yang dipimpin PBB menemukan bahwa rezim Assad menggunakan klorin sebagai senjata sebanyak 3 kali antara 2014 dan 2015. Kedua, senjata kimia juga digunakan oleh ISIS dengan jenis blister agent sulphur mustard. Ketiga, di Aleppo, HRW (Human Rights Watch) menuduh rezim Assad menggunakan bom dari helikopter yang mengandung klorin. Keempat, meskipun Assad dalam serangan 2013 mengelak penggunaan sarin tetapi dalam investigasi di Januari 2016 terhadap korban serangan 2013 oleh OPCW ditemukan kandungan sarin dalam tubuh korban akibat serangan Assad di Ghouta serta serangan yang dilakukan rezim Assad pada Desember 2016 di Hama, Suriah yang menewaskan 93 orang dan ratusan luka-luka akibat serangan senjata kimia berupa gas sarin.

Respon Dunia Internasional

 

 

 

 

 

 

 

  1. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengutuk serangan senjata kimia terhadap wilayah oposisi Suriah di Idlib. Erdoğan mengatakan hal ini sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”, “tidak manusiawi” dan “tidak dapat diterima”;
  2. Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan rezim Bashar al Assad bertanggungjawab atas pembantaian di Idlib ini;
  3. Sebelumnya di bulan Februari, Prancis, Inggris dan AS menghendaki adanya sanksi terhadap pemerintah Suriah atas penggunaan senjata kimia dalam konflik di Suriah.
  4. Pihak AS melalui Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer mengutuk serangan senjata kimia yang dilakukan terhadap rakyat sipil Suriah. Gedung Putih deskripsikan serangan tersebut sebagai serangan “mengerikan” dan mengatakan bahwa insiden tersebut bukti kelemahan pemerintahan Obama di masa lalu;
  5. Kementrian Luar Negeri Kanada mengutuk apa yang terjadi di Idlib, Suriah;
  6. PM Inggris Theresa May mengutuk serangan tersebut dan menghendaki adanya investigasi di bawah OPCW. Dirinya juga mengatakan bahwa tidak ada masa depan Assad di masa depan Suriah dan menginginkan segera adanya masa transisi di Suriah. Menlu Inggris Boris Johnson mengatakan Assad harus disalahkan dari kejahatan perang yang dilakukan jika terbukti rezim yang melakukan;
  7. PBB menyatakan bahwa akan mengadakan pertemuan darurat pada Rabu ini (5/4) dalam membahas serangan terjadi tetapi ekspektasi akan adanya aksi PBB akan lemah mengingat adanya posisi Russia yang kemungkinan akan berikan vetonya untuk melindungi rezim Assad.
  8. Utusan PBB Untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan ini adalah serangan mengerikan dan harus ada “clear identification of responsibilities and accountability”.

Idlib, Ancaman terhadap Solusi Isu Suriah

Banyak analisa berkembang dari aksi yang dilakukan –jika benar— oleh rezim Assad. Idlib merupakan salah satu benteng penting bagi pertahanan oposisi Suriah. Dalam beberapa hari terkahir, Damaskus terlibat dengan serangan besar-besaran menyusl perluasan wilayah oposisi Suriah ke wilayah timur Damaskus dimana Assad merespon dengan serangan udara. Sebelumnya, sebanyak 17 kelompok oposisi Suriah menjadikan Idlib sebagai basis operasi menghadapi rezim Assad di Latakia, Hama dan Aleppo. Beberapa grup tersebut adalah Al Jabha al Shamia, Failaq al Sham, Jaish al Mujahidin, al Faoj al Awal, Tajamu Fastqim, AL Firqa Al Wusta, al Firqa al Sahila 1 dan 2, Jaish al Izza, Jaish al Naser, Jaish Idlib, dan Liwa al Huriaya serta pimpinan kelompok ini adalah Fadullah Naji dari Failaq al Sham.

Adanya existential-threat tersebut menjadi momentum bagi Assad dalam melakukan operasi terhadap Idlib dan di saat bersamaan hal ini didukung oleh bulatnya dukungan yang diberikan Moskow dan milisi Syiah yang didukung Taheran. Kondisi ini yang meningkatkan kepercayaan diri Assad terlebih keberhasilan Assad dalam operasi militer di Aleppo.

Dalam relasinya dengan kekuatan aliansi rezim Assad, kita juga dapat melihat intensi yang diberikan Russia dalam Perang Suriah. Russia yang pada Senin (3/4) di kota St Petersburg mendapatkan serangan bom yang menewaskan 14 orang dan salah satu pelaku adalah seorang warga negara Rusia kelahiran Kyrgyzstan. Meskipun hingga saat ini belum jelas apa motif pelaku tetapi dugaan kuat mengarah kepada kelompok radikal. Posisi ancaman yang diterima Moskow membuka kemungkinan peningkatan intensitas Russia di Suriah dimana sebanyak lebih dari 2.000 militan Suriah berasal dari Rusia wilayah Chechnya dan Dagestan serta banyak merupakan alumni Perang Afghan. Bagi Putin, alih-alih menghadapi militan tersebut di Rusia, mereka akan lebih dahulu dihadapi di Suriah.

Penguatan di basis aliansi Russia dan Assad ini dihadapkan pada usaha peningkatan eksistensi AS di kawasan. Setelah menurunkan pasukannya dalam operasi penumpasan ISIS di Suriah bersama YPG dan operasi yang dilakukan di Mosul, Menlu AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pemerintahan Trump menyerahkan kepada rakyat Suriah menentukan masa depannya dan pergantian Bashar al Assad tidak lama lagi menjadi prioritas bagi AS. Hal ini sejalan dengan pernyataan Utusan Khusus AS untuk PBB Nikki Haley bahwa ada perubahan dalam kebijakan AS tersebut.

Perang Suriah riaknya ada sejak Maret 2011, oposisi Suriah menghendaki berhentinya 44 tahun kekuasaan keluarga Assad dan pembentukan negara demokratis. Dari konflik tersebut, lebih dari 470.000 orang tewas (data Syrian Center for Policy Research) dan lebih dari 10 juta orang harus keluar dari wilayahnya berdasarkan data PBB. Oleh karena itu, dari tragedi kemansiaan yang terjadi di Idlib maka hal yang menjadi ancaman serius adalah proses perdamaian yang tengah berjalan. Pertemuan Astana pada 23 Februari hingga 4 Maret lalu berakhir tanpa hasil dan pertemuan berikutnya akan diadakan pada 3-4 Mei medatang. Tawaran “four baskets” penyelesaian masalah Suriah oleh PBB juga menjadi terancam jika ekskalasi konflik kembali meningkat di Suriah. Sulit penyelesaian masalah Suriah dengan metode asertive-unilateralisme oleh para aktor-aktor regional.

Sumber:

http://www.bbc.com/news/world-middle-east-39488539

https://www.dailysabah.com/syrian-crisis/2017/04/04/at-least-100-civilians-dead-in-toxic-gas-attack-in-syrias-idlib-1491325920

https://www.dailysabah.com/syrian-crisis/2017/04/04/syria-chemical-attack-consequence-of-obama-admins-weakness-white-house-says

https://www.theguardian.com/world/2017/apr/04/syria-chemical-attack-idlib-province

https://www.theguardian.com/world/2016/aug/11/syria-suspected-chlorine-gas-attack-in-aleppo-kills-woman-and-two-children

http://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-usa-idUSKBN1722US?il=0

https://www.theguardian.com/world/2013/aug/21/syria-conflcit-chemical-weapons-hundreds-killed

http://www.telegraph.co.uk/news/2017/04/04/syria-gas-attack-nine-children-among-least-35-people-reported/

http://www.aljazeera.com/news/2017/04/air-strike-destroys-hospital-idlib-maaret-al-numan-170403061730771.html

http://aa.com.tr/en/middle-east/regime-chlorine-gas-attack-kills-100-in-syria-s-idlib/787425

http://aa.com.tr/en/middle-east/turkey-sends-ambulances-to-syrias-idlib/788696

https://www.almasdarnews.com/article/idlib-militant-groups-create-new-operations-room-to-fight-the-syrian-army/

http://aa.com.tr/uploads/TempUserFiles/assad-chemical.jpeg

https://ichef1.bbci.co.uk/news/695/cpsprodpb/2891/production/_95458301_syria_turkey_kurds_v15_624map_04_04_2017.png

 

Agung Nurwijoyo




Serangan Bom di St. Petersburg Russia: Dampak Kebijakan Russia di Timur Tengah?

Oleh: Agung Nur Wijoyo

Kronologi Kejadian

14 orang tewas dan 50 orang luka-luka dalam serangan bom yang terjadi di Kota St. Petersburg, Rusia pada Senin (3/4). Otoritas anti-teror Rusia mengatakan bahwa ledakan terjadi pada pukul 14.20 waktu setempat saat kereta akan meninggalkan Stasiun Institut Teknologi (Tekhnologichesky Institute) menuju Stasiun Sennaya Plochchad. Selain itu, pihak keamanan Rusia juga menemukan bahan peledak di Stasiun Ploschad Vosstaniya tetapi berhasil diamankan. Jalur kereta api St Petersburg merupakan jalur kereta api ke 19 tersibuk di dunia dimana 2 juta penumpang menggunakan jalur transportasi ini setiap harinya.

Pemerintah setempat juga menyatakan empat hari berkabung atas kejadian ini. Serangan teror ini terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi St. Petersburg. Di hari serangan teror berlangsung, Putin tengah melakukan pertemuan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di Istana Konstantin di Strelna yang masih bagian dari St. Petersburg. Putin juga mengucapkan belasungkawanya atas kejadian ini dan dirinya masih menunggu hasil investigasi akan ledakan ini. Hal ini sejalan dengan pernyataan PM Rusia Dmitry Medvedev yang menyatakan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari “aksi teror”.

Viktor Ozerov pimpinan dari Komite Keamanan Dewan Federal Russia mengatakan bahwa pilihan kota St. Petersburg sebagai target serangan sangat terkait dengan kunjungan Putin ke St. Petersburg dimana media juga tengah berkumpul disana.

Kantor berita Rusia Interfax melaporkan bahwa ledakan ini disebabkan bom yang berisi pecahan peluru meriam (shrapnel). Dari peristiwa ini, stasiun kereta bawah tanah di St. Petersburg berhenti beroperasi dan mulai kembali membuka pelayanan di stasiun secara sebagian pada 20.52 waktu setempat. Badan nasional anti-terorisme memperketat keamanan di semua fasilitas transportasi di seluruh Rusia.

St. Petersburg (dahulu bernama Leningrad) merupakan kota terbesar kedua di Rusia dan merupakan kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Rusia. Dari peristiwa ini, pemerintah St. Petersburg memberikan bantuan sebesar 23 juta rubel kepada korban tewas dan luka-luka akibat kejadian ini.

Pelaku Serangan Bom

 


Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggunjawab atas serangan yang terjadi. Namun, pendukung dari ISIS merayakan adanya serangan ini. Disamping itu, televisi Russia Rossiya-24 dan media online Russia Fontanka melansir gambar terduga pelaku serangan bom di St. Petersburg tetapi belum ada keterangan lebih lanjut dari otoritas Rusia akan kabar tersebut. Fontanka menuliskan terduga pelaku tersebut masuk Stasiun Petrogradskaya 20 menit sebelum ledakan terjadi. Saat ini, pihak keamanan Russia tengah memburu dua orang terduga pelaku serangan bom di St. Petersburg.

Beberapa jam setelah investigasi dilakukan, pihak otoritas keamanan nasional Kyrgyzstan mengafirmasi bahwa pelaku serangan bom di St Petersburg adalah seorang warga negara Russia kelahiran Kyrgyz bernama Akbarzhon Dzalilov atau Jalilov. Kantor berita Interfax mengatakan pelaku berusia 23 tahun dan terkait dengan kelompok Islam radikal tetapi tidak secara detil dijelaskan afiliasi dari pelaku teror tersebut.

Respon Dunia Internasional

Beberapa tokoh dunia juga berikan belasungkawanya atas kejadian ini.

  1. Menlu Inggris Boris Johnson: Horrified by news of explosion in St.Petersburg. My sympathies are with the victims and their families.
  2. Wakil Presiden Komisi Uni Eropa Federica Mogherini: Following the news coming from #SaintPetersburg, together with all EU Foreign ministrers. Our thoughts are with all people of #Russia
  3. Sekjen NATO Jens Stoltenberg: Deepest sympathy to those affected by the #StPetersburg metro explosion, their loved ones and the Russian people.
  4. Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyatakan belasungkawa atas ledakan yang terjadi di St. Petersburg dan duka mendalam bagi keluarga korban
  5. Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev megutarakan duka citanya kepada keluarga korban tragedi ledakan di St. Petersburg, Rusia.
  6. PM Israel juga menyatakan belasungkawa kepada korban serangan bom yang terjadi di St Petersburg
  7. Presiden Kyrgyzistan menyatakan belasungkawa atas peristiwa ini.
  8. PM Georgia Giorgi Kvirikashvili menyatakan duka cita kepada korban tewas, luka-luka dan keluarganya atas serangan bom yang terjadi di stasiun kereta di Kota St. Petersburg.
  9. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev turut berdukacita kepada korban atas ledakan yang terjadi di St Petersburg. Dirinya turut mengutuk apa yang terjadi dengan menargetkan rakyat sipil tidak berdosa.
  10. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan bom tersebut merupakan “terrible thing” yang terjadi di seluruh dunia.

Inggris, AS dan Australia menjadi beberapa pihak yang telang mengeluarkan travel advice kepada warga negaranya yang tengah berkunjung ke Rusia yang berisi untuk lebih ekstra hati-hati dan mengikuti saran yang diberikan otoritas setempat. Kemenlu Australia menyatakan bahwa “Russian intervention in the conflict in Syria has heightened Russia’s profile with terrorists linked to or inspired by the conflict.

Beberapa Serangan Teror di Russia

Sebelumnya, Rusia menjadi target serangan militan Chechnya. Konflik antara Rusia dan militan Chechnya telah terjadi sebelum terjadinya Perang Chechnya pada tahun 1995. Setidaknya beberapa serangan teror yang terjadi di Russia:

Pada 27 November 2009 kelompok yang menamakan dirinya “Caucasus Emirate” (sumber lain menyebutkan “Mujahidin Kaukasus”) tersebut menyatakan bertanggungjawab atas ledakan yang terjadi di kereta Nevsky Express cepat jalur Moskow-St Petersburg yang menewaskan 27 orang dan melukai 95 orang.

Pada 29 Maret 2010 sebanyak 38 orang tewas dalam dua serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua wanita –dengan sebutan ‘black-widows’– yang memiliki koneksi dengan militan Chechnya di stasiun kereta bawah tanah di Moskow. Serangan ini yang disebut otoritas Russia sebagai “Serangan teroris paling mematikan di Ibukota Russia dalam 6 tahun terakhir”. Ledakan pertama terjadi di Stasiun Lubyanka yang menewaskan 24 orang dan ledakan kedua terjadi di Stasiun Park Kultury yang menewaskan 12 orang.

Pada 24 Januari 2011, sebanyak 37 orang tewas dan 172 orang luka-luka dalam serangan yang terjadi di wilayah kedatangan di Bandara Domodedevo yang merupakan salah satu bandara tersibuk di kota Moskow. Korban dari serangan bom tersebut didominasi warga Rusia dan selain itu juga warga negara Tajikistan, Jerman, Uzbekistan, Inggris, Austria dan Ukraina. Dalam investigasi otoritas Rusia menyatakan bahwa serangan bom bunuh diri di bandara Domodedovo pada 24 Januari yang menewaskan 37 orang dan melukai lebih dari 180 orang tersebut diprakarsai oleh Doku Umarov dan militan lainnya. Umarov sendiri tewas dalam baku tembak yang terhadi di provinsi Ingushetia di barat Chechnya. Doku Umarov merupakan pimpinan dari kelompok teror Caucasus Emirate. Pada 2004, 330 orang dimana setengahnya anak-anak terbunuh saat pihak keamanan di Selatan Rusia berusaha membebaskan mereka yang ditawan oleh kelompok militan Islam. Pada 2002, sebanyak 120 tawanan terbunuh saat polisi berusaha membebaskan meeka di gedung teater Moskow.

Pada 30 Desember 2013, bum bunuh diri terjadi di bus kota di kota Volgograd (dahulu bernama Stalingard) yang menewaskan 17 orang termasuk tersangka pembom bunuh diri dan melukai lebih dari 20 orang. Satu hari sebelumnya terjadi bom bunuh diri di Stasiun Volgograd-1 yang menewaskan 18 orang dan melukai 44 orang.

Rusia sebagai Target Kelompok Teror?

Di masa Vladimir Putin, perang terhadap terorisme menjadi prioritas bagi pemerintah Russia. Benar sebenarnya perkataan Putin bahwa terlalu dini dalam menerka siapa pelaku dari serangan bom di St Petersburg ini. Namun, hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa keberadaan Rusia pada saat ini seolah menggantikan posisi AS sebagai target utama bagi gerakan terorisme seperti Al Qaeda, ISIS dan kelmpok jihadis lainnya. Jika sebelumnya di kawasan Kaukasus, ancaman utama (existential threat) Russia berasal dari Chechnya maka di saat ini ancaman lebih beragam dengan bentuk transformasi dari ancaman nasionalisme-teritorial kepada ancaman dari kelompok radikal agama.

Dinas intelijen Rusia FSB (Federal’naya Sluzhba Bezopasnosti Rossiyskoy Federatsii / Federal Security Service) yang merupakan suksesor dari KGB (Komitet Gosudarstvennoj Bezopasnosti / Committee for State Security) terus melakukan investigasi atas ledakan ini. Frank Gardner, kontributor bidang keamanan BBC menuliskan ada dua dugaan kuat pelaku. Pertama, kelompok yang terinspirasi ISIS akibat serangan Rusia di Suriah. Diperkirakan sekitar 2.000 warga Russia pergi bergabung kelompok ekstrim Suriah dan sebagian sudah kembali. Kedua, kelompok nasionalis Chechnya ataupun kombinasi keduanya.

Dari serangkaian serangan yang ada, apa yang terjadi di St Petersburg serupa polanya dengan serangan teror di Rusia dimana teror diarahkan pada objek transportasi di Russia. Selanjutnya, Dalam beberapa serangan teror yang terjadi di Rusia, kota Moskow dan St. Petersburg merupakan target dari sejumlah serangan yang terjadi.

Rusia sendiri telah lama menjadi target serangan dari militan Chechnya. Ancaman bagi Russia juga hadir dari militan Rusia berasal dari negara-negara ex-Soviet seperti Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgyzstan yang pernah bergabung dengan kelompok mujahidin di perang Afghan. Disamping itu, ancaman terhadap Rusia kini berasal dari ISIS yang banyak merekrut militan Chechnya. ISIS saat ini menjadi target bagi Rusia dalam intervensi militer yang dilakukan di Suriah sejak September 2015 bersama dengan rezim Suriah Bashar Al Assad.

Posisi Rusia ini terkait erat dengan kebijakan Rusia di kawasan Timur Tengah khususnya ekskalasi konflik di Suriah, intervensi di Libya serta penempatan militer di pangkalan udara Mesir. Analis juga melihat bahwa kejatuhan ISIS akan berdampak terhadap kembalinya sekitar 2.400 militan yang berasal dari Rusia akan kembali ke Rusia. ISIS pun menjadi pihak yang secara tegas mengancam Vladimir Putin. Hal ini sangat terkait dengan misi Putin dalam operasi militer di Suriah dimana kebijakan yang diambil Putin “two moves ahead” dimana sekitar 2.400 militan yang berperang di Suriah berasal dari Rusia dan merupakan alumni perang Afghanistan yang berhadapan dengan Soviet. Bagi Putin, lebih baik menghadapi mereka di Suriah dibandingkan dengan mereka kembali dan dihadapi Rusia. Hal ini yang dalam diskursus lain akan menjadi pembahasan penting jika ISIS berhasil dilumpuhkan. Intervensi yang dilakukan oleh Rusia dapat mempercepat perubahan yang terjadi di kawasan Kaukasus. Oleh sebab itu, Putin melakukan langkah pre-emptive strike yang dilakukannya di Suriah.

Sumber:

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-metro-explosion-russia-bomb-attack-casualties-blue-line-a7664251.html

http://www.independent.co.uk/travel/news-and-advice/st-petersburg-russia-travel-advice-foreign-office-state-department-moscow-airport-metro-a7664341.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/chechen-warlord-charged-with-organising-attack-on-moscow-airport-2256633.html

https://www.gov.uk/foreign-travel-advice/russia

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-metro-explosions-vladimir-putin-casualties-dead-bomb-attack-a7664316.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-attacks-isis-russia-bombings-celebrate-islamic-state-response-a7664656.html

http://www.interfax.com/newsinf.asp?id=745262

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=2&id=745227

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=2&id=745227

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=4&id=745175

http://edition.cnn.com/2017/04/03/europe/st-petersburg-russia-explosion/index.html

https://www.dailysabah.com/europe/2017/04/03/russian-media-outlets-release-cctv-image-of-st-petersburg-metro-explosion-suspect

https://www.dailysabah.com/europe/2017/04/03/at-least-10-killed-50-injured-by-twin-subway-blasts-in-russias-st-petersburg

https://www.rt.com/news/383323-terrorist-attacks-russia-transport/

http://www.bbc.com/news/world-europe-39481770

http://www.bbc.com/news/world-europe-39481067

http://www.reuters.com/article/us-russia-blast-metro-idUSKBN17519G

https://www.washingtonpost.com/news/worldviews/wp/2017/04/03/the-recent-history-of-terrorist-attacks-in-russia/?utm_term=.b8813bf33d1b

http://www.politico.eu/article/st-petersburg-russia-explosion-how-russia-became-the-jihadists-no-1-target-syria-isis-middle-east/

http://www.reuters.com/article/us-usa-russia-libya-exclusive-idUSKBN16K2RY

http://www.politico.eu/article/at-least-10-killed-in-st-petersburg-metro-blasts/

http://edition.cnn.com/2015/11/12/middleeast/isis-russia-threat/

https://www.theguardian.com/world/2017/apr/03/st-petersburg-metro-rocked-by-explosion-sennaya-ploshchad-station

http://edition.cnn.com/2017/04/03/europe/phil-black-russia-attack-analysis/

http://www.telegraph.co.uk/news/2017/04/03/analysis-islamist-terror-returning-russia/

http://www.independent.co.uk/voices/russia-attack-isis-putin-st-petersburg-syria-chechnya-metro-a7665146.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/russia-attack-st-petersburg-bomber-photo-suspect-attacker-pictures-a7665936.html

https://www.bloomberg.com/politics/articles/2017-04-04/radical-islamist-suspected-in-russia-subway-bomb-that-killed-11