Serangan teror di Mancehester Inggris

Ringkasan peristiwa

Terjadi ledakan bom bunuh diri Senin (22 Mei) malam sekitar pukul 22.30 di akhir konser penyanyi Ariana Grande di foyer (lobi/kawasan pintu masuk) Manchester Arena. Grande adalah artis yang sangat populer di kalangan anak dan remaja.

Konser dihadiri oleh 21.000 orang, sebagian besar remaja di bawah usia 16 tahun. Ditemukan paku dan mur, yang diyakini sengaja dipakai untuk memaksimalkan dampak ledakan.

Insiden terjadi di foyer, bukan di dalam arena. Pengamanan/pemeriksaan di foyer relative tak seketat di dalam arena, atau di titik-titik/akses ke hall konser.

Setidaknya 22 meninggal dunia, 59 luka-luka. Korban tewas termuda berusia delapan tahun. Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di kawasan Greater Manchester.

Pelaku meninggal di lokasi kejadian dan diketahui bernama Salman Abedi, pemuda kelahiran Inggris berusia 22 tahun yang berlatar belakang Libia.

Ia pernah kuliah di Universitas Salford, Manchester tapi keluar (drop out) dan bekerja di took roti. Beberapa orang yang kenal dengan Abedi mengatakan, ia adalah pengguna ganja.

Teror manchester Salman-Abed-islamicgeo

Orang tuanya diyakini sudah kembali ke Libia. Beberapa media dalam negeri berspekulasi, mungkin Abedi punya kaitan dengan teroris di Libia.

Lembaga keamanan belum bisa menyimpulkan secara definitive apakah Abedi bertindak sendirian atau bagian dari kelompok. Namun melihat jenis bahan peledak yang dipakai, yang tak sekedar rakitan, tapi tergolong kompleks, diyakini ada orang-orang lain yang membantu Abedi.

Ini yang mendorong pemerintah menaikkan tingkat ancaman teror ke tingkat tertinggi atau critical pada Selasa (23 Mei) malam, yang bermakna serangan lanjutan mungkin terjadi.

Yang menjadi kekhawatiran utama adalah Abedi bagian dari satu kelompok teroris, yang membuka kemungkinan ada pihak lain yang masih memegang bahan peledak atau berencana melancarkan serangan di tempat lain.

Terakait kasus ini, aparat keamanan telah menahan seorang pria berusia 23 tahun.

Reaksi pemerintah

respon pemerintah inggris atas teror manchester-islamicgeo

PM Theresa May sudah ke Manchester dan mendapat update langsung dari kepolisian setempat. Ia menggambarkan serangan ini sangat kejam/barbaric karena menyasar anak kecil dan remaja.

Pada Selasa petang PM May memimpin langsung pertemuan darurat para pejabat keamanan senior, yang biasa disebut sebagai Tim Kobra.

Respons langsung di lapangan berupa peningkatan jumlah personel keamanan. Tingkat ancaman yang masuk critical berarti akan ada pengerahan tentara bersenjata yang mengamankan tempat-tempat atau fasilitas strategis.

Konteks

Serangan di Manchester terjadi hanya beberapa pekan setelah serangan di Westminster, London, yang menewaskan empat orang, puluhan lainnya luka-luka.

Insiden di Manchester ini adalah serangan teror terburuk di Inggris sejak serangan pada 7 Juli 2005 di system transportasi umum London yang menewaskan 52 orang, ratusan lainnya cedera.

Pada 8 Juni Inggris menggelar pemungutan suara, dan serangan membuat kampanye untuk sementara dibekukan. Hingga Selasa malam waktu setempat belum jelas kapan kampanye akan dimulai lagi. Kampanye dibekukan untuk menghormati para korban.

Strategi penanganan

Para analis keamanan meminta pemerintah tak hanya memantau orang-orang atau kelompok yang diduga mendukung ideology ekstrem, tapi mengatasi apa sebenarnya akar permasalahan yang membuat mereka melancarkan serangan.

Kalau tidak, secanggih apa pun kegiatan intelejen atau kebijakan keamanan, serangan akan tetap terjadi.

Spirit kebersamaan

Para sopir taksi yang menawarkan tumpangan gratis ke para korban serangan mendapat pujian luas. Demikian juga dengan komunitas Sikh yang menawarkan penampungan ke mereka yang terdampak dengan serangan. Ada rumah ibadah Sikh di dekat lokasi serangan. Warga juga memberikan bantuan makanan dan darah ke rumah-rumah sakit yang merawat korban.

Dampak ke komunitas Islam

Serangan teror di Mancehester dan dampaknya terhadap komunitas Muslim-- islamicgeo

 

Sejauh ini belum ada laporan mengenai kecaman atau kebencian (backlash) yang diarahkan ke komunitas Islam. Mungkin ini karena pemahaman/kesadaran public bahwa aksi pelaku tidak mencerminkan Islam/sikap mayoritas Muslim.

Setelah serangan di Westminster, juga tidak ada backlash.

Masjid-masjid utama di Inggris langsung mengecam serangan teror semacam ini, yang menjadikan orang-orang yang tak bersalah sebagai korban, adalah tindakan criminal, dan siapa pun pelakunya harus dihukum

Bacaan lebih lanjut:

TIM UK




Putin: Dunia Islam dapat Memperhitungkan Russia

MOSCOW, ALAMISLAMI.COM — Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (17/5) bahwa Russia akan selalu menjadi mitra bagi Dunia Islam.

Putin mengatakan bahwa Russia dapat menjadi mitra dalam perang terhadap terorisme dan mencari jalan keluar bersama dalam menyelesaikan krisis kawasan.

Hal ini dinyatakan Putin dalam “Russia-Islamic World Strategic Vision Group” yang merupakan respon Russia menjadi pengamat di dalam OKI. (Dailysabah.com/ANW)




Serangan Bom di St. Petersburg Russia: Dampak Kebijakan Russia di Timur Tengah?

Oleh: Agung Nur Wijoyo

Kronologi Kejadian

14 orang tewas dan 50 orang luka-luka dalam serangan bom yang terjadi di Kota St. Petersburg, Rusia pada Senin (3/4). Otoritas anti-teror Rusia mengatakan bahwa ledakan terjadi pada pukul 14.20 waktu setempat saat kereta akan meninggalkan Stasiun Institut Teknologi (Tekhnologichesky Institute) menuju Stasiun Sennaya Plochchad. Selain itu, pihak keamanan Rusia juga menemukan bahan peledak di Stasiun Ploschad Vosstaniya tetapi berhasil diamankan. Jalur kereta api St Petersburg merupakan jalur kereta api ke 19 tersibuk di dunia dimana 2 juta penumpang menggunakan jalur transportasi ini setiap harinya.

Pemerintah setempat juga menyatakan empat hari berkabung atas kejadian ini. Serangan teror ini terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi St. Petersburg. Di hari serangan teror berlangsung, Putin tengah melakukan pertemuan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di Istana Konstantin di Strelna yang masih bagian dari St. Petersburg. Putin juga mengucapkan belasungkawanya atas kejadian ini dan dirinya masih menunggu hasil investigasi akan ledakan ini. Hal ini sejalan dengan pernyataan PM Rusia Dmitry Medvedev yang menyatakan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari “aksi teror”.

Viktor Ozerov pimpinan dari Komite Keamanan Dewan Federal Russia mengatakan bahwa pilihan kota St. Petersburg sebagai target serangan sangat terkait dengan kunjungan Putin ke St. Petersburg dimana media juga tengah berkumpul disana.

Kantor berita Rusia Interfax melaporkan bahwa ledakan ini disebabkan bom yang berisi pecahan peluru meriam (shrapnel). Dari peristiwa ini, stasiun kereta bawah tanah di St. Petersburg berhenti beroperasi dan mulai kembali membuka pelayanan di stasiun secara sebagian pada 20.52 waktu setempat. Badan nasional anti-terorisme memperketat keamanan di semua fasilitas transportasi di seluruh Rusia.

St. Petersburg (dahulu bernama Leningrad) merupakan kota terbesar kedua di Rusia dan merupakan kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Rusia. Dari peristiwa ini, pemerintah St. Petersburg memberikan bantuan sebesar 23 juta rubel kepada korban tewas dan luka-luka akibat kejadian ini.

Pelaku Serangan Bom

 


Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggunjawab atas serangan yang terjadi. Namun, pendukung dari ISIS merayakan adanya serangan ini. Disamping itu, televisi Russia Rossiya-24 dan media online Russia Fontanka melansir gambar terduga pelaku serangan bom di St. Petersburg tetapi belum ada keterangan lebih lanjut dari otoritas Rusia akan kabar tersebut. Fontanka menuliskan terduga pelaku tersebut masuk Stasiun Petrogradskaya 20 menit sebelum ledakan terjadi. Saat ini, pihak keamanan Russia tengah memburu dua orang terduga pelaku serangan bom di St. Petersburg.

Beberapa jam setelah investigasi dilakukan, pihak otoritas keamanan nasional Kyrgyzstan mengafirmasi bahwa pelaku serangan bom di St Petersburg adalah seorang warga negara Russia kelahiran Kyrgyz bernama Akbarzhon Dzalilov atau Jalilov. Kantor berita Interfax mengatakan pelaku berusia 23 tahun dan terkait dengan kelompok Islam radikal tetapi tidak secara detil dijelaskan afiliasi dari pelaku teror tersebut.

Respon Dunia Internasional

Beberapa tokoh dunia juga berikan belasungkawanya atas kejadian ini.

  1. Menlu Inggris Boris Johnson: Horrified by news of explosion in St.Petersburg. My sympathies are with the victims and their families.
  2. Wakil Presiden Komisi Uni Eropa Federica Mogherini: Following the news coming from #SaintPetersburg, together with all EU Foreign ministrers. Our thoughts are with all people of #Russia
  3. Sekjen NATO Jens Stoltenberg: Deepest sympathy to those affected by the #StPetersburg metro explosion, their loved ones and the Russian people.
  4. Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyatakan belasungkawa atas ledakan yang terjadi di St. Petersburg dan duka mendalam bagi keluarga korban
  5. Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev megutarakan duka citanya kepada keluarga korban tragedi ledakan di St. Petersburg, Rusia.
  6. PM Israel juga menyatakan belasungkawa kepada korban serangan bom yang terjadi di St Petersburg
  7. Presiden Kyrgyzistan menyatakan belasungkawa atas peristiwa ini.
  8. PM Georgia Giorgi Kvirikashvili menyatakan duka cita kepada korban tewas, luka-luka dan keluarganya atas serangan bom yang terjadi di stasiun kereta di Kota St. Petersburg.
  9. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev turut berdukacita kepada korban atas ledakan yang terjadi di St Petersburg. Dirinya turut mengutuk apa yang terjadi dengan menargetkan rakyat sipil tidak berdosa.
  10. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan bom tersebut merupakan “terrible thing” yang terjadi di seluruh dunia.

Inggris, AS dan Australia menjadi beberapa pihak yang telang mengeluarkan travel advice kepada warga negaranya yang tengah berkunjung ke Rusia yang berisi untuk lebih ekstra hati-hati dan mengikuti saran yang diberikan otoritas setempat. Kemenlu Australia menyatakan bahwa “Russian intervention in the conflict in Syria has heightened Russia’s profile with terrorists linked to or inspired by the conflict.

Beberapa Serangan Teror di Russia

Sebelumnya, Rusia menjadi target serangan militan Chechnya. Konflik antara Rusia dan militan Chechnya telah terjadi sebelum terjadinya Perang Chechnya pada tahun 1995. Setidaknya beberapa serangan teror yang terjadi di Russia:

Pada 27 November 2009 kelompok yang menamakan dirinya “Caucasus Emirate” (sumber lain menyebutkan “Mujahidin Kaukasus”) tersebut menyatakan bertanggungjawab atas ledakan yang terjadi di kereta Nevsky Express cepat jalur Moskow-St Petersburg yang menewaskan 27 orang dan melukai 95 orang.

Pada 29 Maret 2010 sebanyak 38 orang tewas dalam dua serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua wanita –dengan sebutan ‘black-widows’– yang memiliki koneksi dengan militan Chechnya di stasiun kereta bawah tanah di Moskow. Serangan ini yang disebut otoritas Russia sebagai “Serangan teroris paling mematikan di Ibukota Russia dalam 6 tahun terakhir”. Ledakan pertama terjadi di Stasiun Lubyanka yang menewaskan 24 orang dan ledakan kedua terjadi di Stasiun Park Kultury yang menewaskan 12 orang.

Pada 24 Januari 2011, sebanyak 37 orang tewas dan 172 orang luka-luka dalam serangan yang terjadi di wilayah kedatangan di Bandara Domodedevo yang merupakan salah satu bandara tersibuk di kota Moskow. Korban dari serangan bom tersebut didominasi warga Rusia dan selain itu juga warga negara Tajikistan, Jerman, Uzbekistan, Inggris, Austria dan Ukraina. Dalam investigasi otoritas Rusia menyatakan bahwa serangan bom bunuh diri di bandara Domodedovo pada 24 Januari yang menewaskan 37 orang dan melukai lebih dari 180 orang tersebut diprakarsai oleh Doku Umarov dan militan lainnya. Umarov sendiri tewas dalam baku tembak yang terhadi di provinsi Ingushetia di barat Chechnya. Doku Umarov merupakan pimpinan dari kelompok teror Caucasus Emirate. Pada 2004, 330 orang dimana setengahnya anak-anak terbunuh saat pihak keamanan di Selatan Rusia berusaha membebaskan mereka yang ditawan oleh kelompok militan Islam. Pada 2002, sebanyak 120 tawanan terbunuh saat polisi berusaha membebaskan meeka di gedung teater Moskow.

Pada 30 Desember 2013, bum bunuh diri terjadi di bus kota di kota Volgograd (dahulu bernama Stalingard) yang menewaskan 17 orang termasuk tersangka pembom bunuh diri dan melukai lebih dari 20 orang. Satu hari sebelumnya terjadi bom bunuh diri di Stasiun Volgograd-1 yang menewaskan 18 orang dan melukai 44 orang.

Rusia sebagai Target Kelompok Teror?

Di masa Vladimir Putin, perang terhadap terorisme menjadi prioritas bagi pemerintah Russia. Benar sebenarnya perkataan Putin bahwa terlalu dini dalam menerka siapa pelaku dari serangan bom di St Petersburg ini. Namun, hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa keberadaan Rusia pada saat ini seolah menggantikan posisi AS sebagai target utama bagi gerakan terorisme seperti Al Qaeda, ISIS dan kelmpok jihadis lainnya. Jika sebelumnya di kawasan Kaukasus, ancaman utama (existential threat) Russia berasal dari Chechnya maka di saat ini ancaman lebih beragam dengan bentuk transformasi dari ancaman nasionalisme-teritorial kepada ancaman dari kelompok radikal agama.

Dinas intelijen Rusia FSB (Federal’naya Sluzhba Bezopasnosti Rossiyskoy Federatsii / Federal Security Service) yang merupakan suksesor dari KGB (Komitet Gosudarstvennoj Bezopasnosti / Committee for State Security) terus melakukan investigasi atas ledakan ini. Frank Gardner, kontributor bidang keamanan BBC menuliskan ada dua dugaan kuat pelaku. Pertama, kelompok yang terinspirasi ISIS akibat serangan Rusia di Suriah. Diperkirakan sekitar 2.000 warga Russia pergi bergabung kelompok ekstrim Suriah dan sebagian sudah kembali. Kedua, kelompok nasionalis Chechnya ataupun kombinasi keduanya.

Dari serangkaian serangan yang ada, apa yang terjadi di St Petersburg serupa polanya dengan serangan teror di Rusia dimana teror diarahkan pada objek transportasi di Russia. Selanjutnya, Dalam beberapa serangan teror yang terjadi di Rusia, kota Moskow dan St. Petersburg merupakan target dari sejumlah serangan yang terjadi.

Rusia sendiri telah lama menjadi target serangan dari militan Chechnya. Ancaman bagi Russia juga hadir dari militan Rusia berasal dari negara-negara ex-Soviet seperti Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgyzstan yang pernah bergabung dengan kelompok mujahidin di perang Afghan. Disamping itu, ancaman terhadap Rusia kini berasal dari ISIS yang banyak merekrut militan Chechnya. ISIS saat ini menjadi target bagi Rusia dalam intervensi militer yang dilakukan di Suriah sejak September 2015 bersama dengan rezim Suriah Bashar Al Assad.

Posisi Rusia ini terkait erat dengan kebijakan Rusia di kawasan Timur Tengah khususnya ekskalasi konflik di Suriah, intervensi di Libya serta penempatan militer di pangkalan udara Mesir. Analis juga melihat bahwa kejatuhan ISIS akan berdampak terhadap kembalinya sekitar 2.400 militan yang berasal dari Rusia akan kembali ke Rusia. ISIS pun menjadi pihak yang secara tegas mengancam Vladimir Putin. Hal ini sangat terkait dengan misi Putin dalam operasi militer di Suriah dimana kebijakan yang diambil Putin “two moves ahead” dimana sekitar 2.400 militan yang berperang di Suriah berasal dari Rusia dan merupakan alumni perang Afghanistan yang berhadapan dengan Soviet. Bagi Putin, lebih baik menghadapi mereka di Suriah dibandingkan dengan mereka kembali dan dihadapi Rusia. Hal ini yang dalam diskursus lain akan menjadi pembahasan penting jika ISIS berhasil dilumpuhkan. Intervensi yang dilakukan oleh Rusia dapat mempercepat perubahan yang terjadi di kawasan Kaukasus. Oleh sebab itu, Putin melakukan langkah pre-emptive strike yang dilakukannya di Suriah.

Sumber:

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-metro-explosion-russia-bomb-attack-casualties-blue-line-a7664251.html

http://www.independent.co.uk/travel/news-and-advice/st-petersburg-russia-travel-advice-foreign-office-state-department-moscow-airport-metro-a7664341.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/chechen-warlord-charged-with-organising-attack-on-moscow-airport-2256633.html

https://www.gov.uk/foreign-travel-advice/russia

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-metro-explosions-vladimir-putin-casualties-dead-bomb-attack-a7664316.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-attacks-isis-russia-bombings-celebrate-islamic-state-response-a7664656.html

http://www.interfax.com/newsinf.asp?id=745262

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=2&id=745227

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=2&id=745227

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=4&id=745175

http://edition.cnn.com/2017/04/03/europe/st-petersburg-russia-explosion/index.html

https://www.dailysabah.com/europe/2017/04/03/russian-media-outlets-release-cctv-image-of-st-petersburg-metro-explosion-suspect

https://www.dailysabah.com/europe/2017/04/03/at-least-10-killed-50-injured-by-twin-subway-blasts-in-russias-st-petersburg

https://www.rt.com/news/383323-terrorist-attacks-russia-transport/

http://www.bbc.com/news/world-europe-39481770

http://www.bbc.com/news/world-europe-39481067

http://www.reuters.com/article/us-russia-blast-metro-idUSKBN17519G

https://www.washingtonpost.com/news/worldviews/wp/2017/04/03/the-recent-history-of-terrorist-attacks-in-russia/?utm_term=.b8813bf33d1b

http://www.politico.eu/article/st-petersburg-russia-explosion-how-russia-became-the-jihadists-no-1-target-syria-isis-middle-east/

http://www.reuters.com/article/us-usa-russia-libya-exclusive-idUSKBN16K2RY

http://www.politico.eu/article/at-least-10-killed-in-st-petersburg-metro-blasts/

http://edition.cnn.com/2015/11/12/middleeast/isis-russia-threat/

https://www.theguardian.com/world/2017/apr/03/st-petersburg-metro-rocked-by-explosion-sennaya-ploshchad-station

http://edition.cnn.com/2017/04/03/europe/phil-black-russia-attack-analysis/

http://www.telegraph.co.uk/news/2017/04/03/analysis-islamist-terror-returning-russia/

http://www.independent.co.uk/voices/russia-attack-isis-putin-st-petersburg-syria-chechnya-metro-a7665146.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/russia-attack-st-petersburg-bomber-photo-suspect-attacker-pictures-a7665936.html

https://www.bloomberg.com/politics/articles/2017-04-04/radical-islamist-suspected-in-russia-subway-bomb-that-killed-11

 

 




Erdoğan: Turki akan evaluasi hubungan Politik dengan Uni Eropa

ISTANBUL, ALAMISLAMI.COM – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan (23/3) bahwa Turki akan melanjutkan hubungan ekonomi dengan Uni Eropa tetapi akan mengevaluasi hubungan politik dan administratif termasuk kesepakatan imigran setelah diadakannya referendum Turki 16 April mendatang.

Dalam wawancara dengan CNNTürk, Erdoğan mengatakan bahwa negara-negara Eropa mengizinkan diadakannya kampanye “tidak” sedangkan melarang kampanye “ya” dalam gelaran referendum Turki.

Dirinya juga menuduh Jerman mendukung terorisme dan Erdoğan tidak memiliki rencana untuk mengunjungi Jerman sebelum refrendum. (dailysabah.com/ANW)




Analisis serangan di Westminister London

Pada Rabu, 22 Maret 2017, pukul 14.40 Khalid Masood (52 tahun) dengan mobil Hyundai i40 memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, menabrak orang-orang yang tengah berada di Jembatan Westminster, London, menabrak pagar di dekat pintu masuk kompleks Gedung Parlemen, menikam polisi hingga tewas, sebelum ia ditembak mati oleh aparat bersenjata.

Aksi yang oleh aparat keamanan dan pemerintah Inggris diperlakukan sebagai “serangan teroris” ini hanya berlangsung selama 82 detik.

Korban tewas empat orang (tidak termasuk pelaku), luka-luka sekitar 50 orang, beberapa di antaranya serius.

serangan teroris di london

Siapa Khalid Masood (KM)?

KM terlahir dengan nama Adrian Elms, kemudian mengadopsi nama Adrian Russell Ajao. Ia berasal dari keluarga kelas menengah yang cukup berada di daerah Kent, Inggris tenggara, sebelum pindah ke Inggris tengah.

Tidak diketahui kapan tepatnya ia mengubah namanya menjadi Khalid Masood. Ia mengaku diri sebagai guru dan pemerintah Arab Saudi membenarkan bahwa KM pernah menjadi guru Bahasa Inggris di negara tersebut pada 2005-2006 dan 2008-2009.

Ia beberapa kali terlibat kasus pidana, di antaranya kasus pemilikan senjata tajam dan kasus menyebabkan luka fisik terhadap orang lain.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan KM pernah berada dalam pantauan intelijen dengan kecurigaan memiliki ideologi ekstrem atau punya kaitan dengan kelompok ekstrem. Tapi pantauan ini dilakukan beberapa tahun lalu dan ketika itu disimpulkan bahwa KM bukan “tokoh utama”.

PM May juga menegaskan bahwa KM “tidak termasuk dalam pantauan intelijen dalam beberapa waktu terakhir”. Disebutkan pula, badan intelijen tidak punya informasi bahwa KM “tengah menyiapkan serangan”.

Kepolisian sudah menegaskan bahwa besar kemungkinan “KM bertindak sendirian dan motif sebenarnya di balik serangan di Westminster pada 22 Maret 2017 bisa jadi tidak pernah terungkap” meski polisi “akan berusaha keras untuk menyelidiki kasus ini secara tuntas”.

(FotoKhalid	Masood,	kiri,	dan	fotonya	ketika	masih	muda)
(Foto Khalid Masood, kiri, dan fotonya ketika masih muda)

Sejumlah pihak menduga aksi KM “terinspirasi oleh teroris internasional”. Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengklaim bahwa KM adalah “prajurit mereka” tapi tak memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut, misalnya video sumpah kesetiaan kepada ISIS dan kesediaan melancarkan serangan.

Beberapa jam setelah insiden, polisi melakukan penggerebekan di London dan Birmingham, menahan beberapa orang, sebagian besar dilepas/bebas dengan jaminan, dan hingga Senin, 27 Maret, dua orang masih dalam penahanan pihak berwenang, dengan kecurigaan “menyiapkan serangan”.

Dampak politik/keamanan

Perhatian kini tertuju bagaimana KM “mengalamai radikalisasi” sehingga melancarkan serangan. Badan-badan keamanan dan intelijen kini akan membahas secara mendalam bagaimana orang-orang seperti KM bisa “dikategorikan sebagai orang yang tak lagi berpotensi menjadi sumber ancaman” sementara kenyataannya melakukan serangan fatal.

Diakui, sulitnya mendeteksi serangan ala KM ini karena sifatnya yang relative “tidak sophisticated”. Serangan ala KM diyakini tidak memerlukan komunikasi intensif dengan banyak orang. Semakin sederhana dan semakin sedikit orang yang terlibat, semakin sulit plot atau rencana teror bisa diendus.

Dan tren inilah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang terjadi di Nice (Prancis) dan Berlin (Jerman).

Di luar itu, terkait dengan pengamanan di kompleks Parlemen di Westminster, mengemuka wacana untuk menutup pintu masuk dan menempatkan polisi bersenjata secara permanen. Seperti diketahui, secara umum polisi di Inggris tidak bersenjata, kecuali bagi anggota firearms unit atau counterterrorism unit.

Privasi

Diyakini KM melakukan komunikasi via WhatsApp dua atau tiga menit sebelum melakukan
serangan.

(MenteriDalam	Negeri	Inggris,	Amber	Rudd,	meminta	aparat	keamanan	dan	intelijen	diberi	akses	untuk	 membaca	pesan-pesan	WhatsApp)
(Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd, meminta aparat keamanan dan intelijen diberi akses untuk membaca pesan-pesan WhatsApp)

Komunsikasi WhatsApp terenkripsi dan pemerintah Inggris meminta intelijen diberi akses “back door” sehingga pesan-pesan yang mencurigakan bisa dibaca dan diharapkan plot/rencana serangan teroris bisa dicegah.

Perwakilan WhatsApp di Inggris mengatakan mereka “mengutuk serangan yang dilakukan KM dan siap bekerja sama dalam investigasi kasus ini”. Namun demikian juru bicara WhatsApp menegaskan bahwa “privasi dan kerahasiaan komunikasi yang dilakukan pengguna adalah segala-galanya”.

Menurut rencana Mendagri Amber Rudd akan menemui sejumlah perusahaan teknologi pada pekan ini.

Ketua Partai Buruh yang beroposisi, Jeremy Corbyn, mengatakan kewenangan yang dimiliki aparat keamanan sudah sangat besar dan pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara keperluan keamanan dan privasi warga yang harus dilindungi/dihormati.

Ini bukan kali pertama pemerintah meminta akses jalur komunikasi yang terenkripsi.  Sebelumnya, FBI/CIA di Amerika meminta Apple membuka akses terhadap iPhone milik tersangka pelaku serangan teror, namun Apple menolak permintaan FBI.

Respons layanan darurat

Kerja layanan darurat mendapat pujian dalam insiden pada 22 Maret. Memang, secara regular layanan darurat di Inggris melakukan latihan, sehingga ketika terjadi serangan semacam ini, diharapkan mereka bisa bekerja cepat, dengan tujuan utama “melokalisir serangan, mengakhiri serangan secepat mungkin, dan membantu mereka yang
menjadi korban”.

Dampak terhadap komunitas Muslim

serangan teroris di london 8

Hingga Senin, 27 Maret, tidak muncuk dampak negative secara signifikan terhadap kehidupan komunitas Muslim. Tidak ada kenaikan kasus Islamofobik maupun ujaran-ujaran  kebencian yang ditujuan bagi komunitas Muslim di London maupun di kota-kota lain, seperti  yang terjadi di masa lalu.

Tak lama setelah serangan, Masjid Raya London (Central Mosque), Masjid Raya London  Timur (East London Mosque), dan organisasi payung Muslim Council of Britain (MCB)  mengeluarkan pernyataan mengutuk keras serangan di Westminster.

Kehidupan di London juga relative tidak terdampak dengan serangan, terlepas dari  penempatan aparat keamanan (polisi) yang mencolok di sejumlah titik. Tapi kehidupan sehari-hari nyaris normal, bahkan seperti tak terdampak sama sekali.

Di Westminster sendiri, lokasi serangan ditutup selama beberapa jam, dan kemudian dibuka
lagi dan pantauan hari Ahad, 26 Maret, Westminster dan lokasi-lokasi wisata lain seperti
Tower Bridge dan Istana Buckingham ramai dengan turis.

Apakah suasana kondusif bagi komunitas Muslim ini karena sudah ada kesadaran bahwa
public di Inggris sudah bisa “membedakan antara Islam yang sebenarnya dan orang-orang
yang membajak agama untuk kepentingan-kepentingan tertentu”, masih harus dicermati
lagi. (*)

Bacaan lebih lanjut:
1. London attacker acted alone, police say: http://www.bbc.co.uk/news/uk-39396101
2. Terror strikes London: http://www.soufangroup.com/tsg-intelbrief-terror-strikeslondon/
3. MI5 launches review of whether it could have stopped Khalid Masood:
https://www.theguardian.com/uk-news/2017/mar/23/mi5-launches-review-tocheck-if-it-could-have-stopped-khalid-masood
4. Westminster attacker acted alone and motive may never be known, say police:
https://www.theguardian.com/uk-news/2017/mar/25/westminster-attack-khalidmasoon-acted-alone
5. Khalid Masood identified as potential extremist in 2010:
https://www.theguardian.com/uk-news/2017/mar/26/westminster-attack-khalidmasood-identified-as-potential-extremist-in-2010
6. WhatsApp must not be place for terrorists to hide: http://www.bbc.co.uk/news/uk-
39396578




Jerman hentikan pengiriman persenjataan ke Turki

JERMAN, ALAMISLAMI.COM – Pemerintah Jerman menolak untuk mengirimkan suplai persenjataan kepada Turki disebabkan kekhawatiran akan penggunaan senjata untuk melawan rakyat Turki.

Berdasarkan surat dari Kementrian Ekonomi yang dikutip Sueddeutche Zeitung, sejumlah permintaan untuk pengiriman persenjataan ke Turki ditolak otoritas federal Jerman dalam periode November 2016 hingga Maret 2017.

Permintaan terakhir termasuk di dalamnya adalah senapan, amunisi dan perlengkapan manufaktur persenjataan. (RT/ANW)




Presiden Erdoğan Serukan Warga Turki di Eropa Punya Anak Lebih Banyak

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 17/03/2017 – Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyerukan warga Turki yang menetap di Eropa untuk punya anak lebih banyak. Jangan hanya 3 tapi  minimal 5. Seruan yang ia sampaikan ketika kampanye di Eskisehir itu adalah untuk meningkatkan pengaruh di alam demokrasi di Eropa.

Memiliki banyak anak, menurut Presiden Erdoğan, menjadi jawaban atas ketidakadilan yang ditimpakan kepada Turki di Eropa sebagaimana yang terjadi di Belanda dan Jerman.

Presiden Erdoğan juga menyerukan kepada orang Turki di Eropa untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka di segala sisi. “Kalian tinggal dan bekerja di sana, di sana pula tanah air kalian yang baru. Dirikan sebanyak mungkin perusahaan. Sekolahkan anak-anak kalian ke sekolah yang bermutu. Usahakan keluarga kalian bisa tinggal layak di kawasan yang bagus. Miliki mobil-mobil yang bagus dan tempat tinggal yang indah.”

Hubungan Turki dan Eropa khususnya dengan Belanda akhir-akhir ini memanas setelah Den Haag mencabut izin mendarat bagi pesawat yang akan membawa Menlu Çavuşoğlu ke Belanda dan pengusiran Menteri Urusan Keluarga dan Kebijakan Sosial, Fatma Betül Sayan Kaya dari halaman Konsulat Turki di Rotterdam, 11/03/2017. Kemarin, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu, menyebutkan tidak lama lagi akan terjadi ‘perang suci’ di Eropa. Tetapi belum dapat ditarik kesimpulan yang jelas apakah ada benang merah antara ungkapan Menlu Çavuşoğlu dengan seruan Presiden Erdoğan di atas.




Desainer Belanda Inspirasi Jilbab Khusus Olahraga Produk Nike

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 08/03/2017 — Tahun depan Nike akan meluncurkan produknya, Pro Hijab, ke pasar. Jilbab khusus olahraga bagi muslimah itu terinspirasi oleh seorang perancang Belanda dari Brabant, Cindy van den Bremen, 17 tahun lalu.

Cindy van den Bremen mengajukan rancangan kepada Nike. Tetapi dengan halus Nike menolak bekerjasama dan menyarankan agar wanita Brabant itu memasarkan sendiri rancangannya.  Akhirnya dia berusaha sendiri dan merancang jilbab olahraga bagi muslimah dengan merek dagang Capsters. Bisnis Cindy sekarang pun sudah mendunia.

Jilbab olahraga buatan Nike tersebut terbuat dari bahan yang sangat ventilatif. Selain itu bahan tadi juga stabil meskipun digunakan dalam gerak olahraga yang intensif.

Nike telah menyiapkan Pro Hijab selama setahun. Jilbab olahraga itu telah mengalami ujicoba oleh banyak olahragawati muslimah. Ini sebuah terobosan jitu meskipun penggunaan jilbab dalam cabang olahraga tertentu masih belum diizinkan. Misalnya hingga 2014 FIFA masih melarang penggunaan jilbab dalam pertandingan sepakbola wanita yang berada di bawah bendera FIFA.

Foto: © Nike




Walikota Den Haag, Van Aarsten Berhenti

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 02/03/2017 — Kemarin, 1 Maret 2017, walikota Den Haag, Jozias van Aartsen, berhenti. Dia mulai menjabat sebagai walikota kota internasional tersebut tahun 2008 ketika menggantikan Wim Deetman, 27 Maret 2008. Berasal dari Partai Liberal (VVD), Walikota Van  Aarsten dikenal juga sebagai seorang pemimpin bertangan dingin yang berhasil menyatukan antara Hagenaren (warga yang tinggal di kawasan pinggir pantai Den Haag [op het zand]) dan Hagenezen (warga yang tinggal di kawasan agak pedalaman [op het veen] Den Haag yang kini dihuni banyak imigran).

Selama memimpin Den Haag, Van Aarsten dikenal sebagai ambtenaar dengan gaya sebagai penegak hukum dan ketertiban yang klasik. Dia juga dianggap berhasil memberikan warna internasional terhadap kota Den Haag.

Karir Van Aartsen

Jozias van Aartsen memulai karir politiknya di VVD pada usia 22 tahun pada tahun 1970. Setelah jeda dari studinya di Jurusan Ilmu Hukum dia menjadi staf fraksi VVD di parlemen (Tweede Kamer) yang setahun kemudian menjadi sekretaris fraksi. Dalam posisi ini dia antara lain menjadi penyusunan pidato politisi senior VVD, Hans Wiegel. Tahun 1974 dia menjabat direktur Teldersstichting yaitu biro riset VVD. Lima tahun kemudian dia pindah kerja ke Kementerian Luar Negeri Belanda.

Bulan Agustus 1994 Van Aartsen diangkat menjadi Menteri Pertanian (Minister van Landbouw) dalam Kabinet-Kok I. Empat tahun kemudian, dalam Kabinet-Kok II dia menjadi Menteri Luar Negeri (Minister van Buitenlandse Zaken).

Selepas menjabat menteri, Van Aartsen menjadi ketua fraksi VVD dari tahun 2003 hingga 2006. Sempat menjadi koordinator bidang energi di Uni Eropa, sebelum diangkat menjadi walikota Den Haag.

Foto: ©Roel Wijnants




Kanada akan Deportasi Warga Belanda

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 01/03/2017 — Seorang warganegara Belanda yang telah bermukim hampir 59 tahun di Kanada terancam diusir dari negara tersebut. Pria yang berimigrasi bersama orangtuanya itu ketika berusia 8 bulan. Namun karena dihukum 9 bulan dengan delik memiliki senjata, mengancam dan melakukan penganiayaan, Senin depan dia akan dideportasi. Hal itu diatur oleh undang-undang yang dibuat pemerintahan beraliran kanan sebelumnya di Kanada (Bill C-43) yang menetapkan bahwa setiap mukimin non-warganegara Kanada yang melakukan tindak kriminal serta mendapat hukuman minimal 6 bulan akan diusir. Peraturan yang berlaku sejak 2013 itu tidak memberikan hak untuk banding.

Warga Belanda yang bernama Len V.H. tersebut sedang mengajukan upaya hukum agar dia terhindar dari peraturan tadi. Alasan dia menolak diusir dari Kanada ialah, pertama, dia terjerumus pada tindak pelanggaran itu dulu karena dia mengalami bipolaire stoornis. Kini dia sudah sembuh dari penyakit itu. Kedua, sejak kecil hingga besar dia tidak pernah tinggal di Belanda untuk waktu lama sehingga tidak bisa berbahasa Belanda serta tidak ada familinya yang dia kenal di Negeri Kincir Angin tersebut. Ketiga, dia ingin merawat ibunya yang sudah sepuh (usia 81 tahun) yang tinggal di Vancouver.

Ibunya menyesalkan mengapa dulu mereka tidak mengajukan permohonan mendapatkan kewarganegaraan Kanada. Kini ketika peraturan berubah baru terasa penyesalan. Namun sang ibu yakin putranya seorang yang baik dan tidak akan menjadi ancaman terhadap seorang pun.

Menurut seorang pengacara, Len bisa pulang dulu ke Belanda, kemudian mengajukan izin tinggal yang baru di kantor visa terdekat yang ditunjuk pemerintah Kanada. Hanya saja peluangnya kecil akan setujui pemerintah Kanada karena dia telah pernah dihukum dengan durasi lebih dari 6 bulan.

Kasus ini juga memberikan pelajaran bahwa bagi para migran di negara-negara tertentu untuk mengajukan permohonan menjadi warganegara tersebut pada kesempatan pertama. Jangan ditunda sampai terlewatkan yang ternyata dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.