Home / Alam Islami / De Standaard Pecat Abou Jahjah Sebagai Kolomnis
dyab

De Standaard Pecat Abou Jahjah Sebagai Kolomnis

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 10/01/2017 – Koran Belgia, De Standaard menghentikan Dyad Abou Jahjah sebagai salah satu kolomnisnya, 09/01/2017. Putusan itu diambil setelah aktivis anti-zionist di Belgia tersebut menuliskan pada laman Facebook-nya yang membela serangan baru-baru ini di Jerusalem yang menewaskan 4 tentara Israel. Abou Jahjah setuju dengan aksi perlawanan ‘dengan segala sarana’ oleh bangsa Palestina.

Menurut De Standaard tulisan pada laman itu Abou Jahjah telah menempatkan dirinya ‘di luar batas-batas debat politik’ yang diasuh koran tadi. ‘Seorang kolomnis tidak berbicara atas nama koran, koran hanya memberikan ruang untuk berdebat,’ demikian pernyataan De Standard.

Aktivis Belgia asal Lebanon itu secara rutin memberikan pendapatnya yang sering kontroversial bagi pemikir dan tokoh di Eropa khususnya Belgia. Para menulis terkemuka Belgia seperti Leon de Winter yang populis kanan dan John Irving mengundurkan diri dari penerbit De Bezige Bij karena penerbit terkemuka tadi berencana mempublikasikan sebuah manifesto yang ditulis Abou Jahjah.

Melalui akun twitter-nya Abou Jahjah menulis, ‘Saya sadar bahwa saat seperti ini akan tiba. Saya siap menerima segala konsekuensinya. Namun saya akan tetap setia dengan prinsip-prinsip saya dan demi tegaknya keadilan di muka bumi ini.’

Abou Jahjah mengaku dipecat karena ‘membela hak-hak bangsa terjajah untuk membela diri mereka dari penindasan. Isu ini telah menjadi titik pusar konflik antar-peradaban selama ini,’ tambah Abou Jahjah dengan hashtag #FreePalestine. (BS/NL)

Sumber foto: Han Soete – De wereld volgens Dyab Abou Jahjah, Interview op Indymedia.be

image_pdf

Comments

comments

About Baba Siu

Check Also

Cina akan tingkatkan kerjasama kontra-terorisme dengan Turki-islamicgeo

China akan tingkatkan kerjasama kontra-terorisme dengan Turki

BEIJING, ALAMISLAMI.COM — Perbedaan pandangan antara Turki dan China terkait dengan politik China kepada minoritas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *