Home / Amerika / Demonstran Pro Qadri Sepakat Batalkan Sit-in Setelah Negosiasi dengan Pemerintah
Demoastran Pro Qadri Sepakat Batalkan Sit-in Setelah Negosiasi dengan Pemerintah-islamicgeo

Demonstran Pro Qadri Sepakat Batalkan Sit-in Setelah Negosiasi dengan Pemerintah

ISLAMABAD, ALAMISLAMI.COM — Demonstrasi empat hari di luar D-Chowk oleh pendukung pelaku penembakan mantan gubernur Punjab sepakat untuk membatalkan aksi sit-in mereka serta membubarkan diri setelah sukses melakukan negosiasi dengan pemerintah. Seperti yang dilaporkan Express News pada hari Rabu.

Menurut sumber, pemerintah menyetujui beberapa tuntutan demostran pro Mumtaz Qadri, termasuk pembebasan demonstran yang tidak melakukan kekerasan, tidak ada perubahan dalam undang-undang terkait penginaan (Rasulullah dan Syariat), serta pecabutan tuntutan terhadap terhadap beberpa ulama.

Meski demikian, Menteri Dalam Negeri Chaudhry Nisar membantah adanya perjanjian secara tertulis dengan para demonstran.

“Tidak ada perjanjian tertulis atau sebaliknya dicapai antara pemimpin demonstran dan pemerintah, tidak ada dari pemerintah dimandatkan untuk melakukannya,” ujarnya saat berbicara pada sebuah konferensi pers setelah negosiasi sukses dengan perwakilan dari beberapa kelompok kelompok keagamaan.

Ribuan pengunjuk rasa melakukan demonstrasi di Islamabad pada hari Minggu bentrok dengan pasukan keamanan sebelum mendirikan tenda di luar gedung-gedung pusat pemerintah di sepanjang ibukota terutama di Constitution Avenue.

Menteri dalam negeri mengatakan, pemerintah tidak akan membiarkan setiap orang atau pihak mengadakan aksi unjuk rasa politik atau protes di wilayah Zona Merah di Islamabad.

“Saya sebagai menteri dalam negeri menetapkan dari sekarang tidak boleh ada unjuk rasa atau konferensi politik di daerah D-Chowk,” tegasnya.

Berbicara tentang aksi unjuk rasa, petinggi keamanan negara mengatakan beberapa orang memanfaatkan situasi untuk mempolitisir masalah. “Beberapa ulama memutuskan untuk menandai hari ke-40 eksekusi mati Mumtaz Qadri ini secara damai. tapi penjahat mengambil keuntungan dari situasi dan mulai berbaris menuju Zone Merah.”

Dia melanjutkan “Sudah saatnya kita memutuskan, orang atau pihak yang mengancam negara dengan menduduki zona ini tidak akan diizinkan untuk melakukannya.”

Mengomentari mereka yang telah ditangkap selama protes empat hari, Nisar mengatakan siapa pun yang melanggar hukum akan dituntut sesuai aturan.

“Setiap orang yang melanggar hukum, banyak di antaranya telah ditangkap, akan dituntut. Namun, yang tidak terlibat dalam memecahkan hukum akan segera dibebaskan “katanya.

Sebelumnya pada siang hari, pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak mengkhiri aksi sit in dan siap mati saat pasukan keamanan bersenjata disiapkan untuk membersihkan tenda-tenda.

Para pengunjuk rasa – yang berjumlah sekitar 25.000 orang berkumpul untuk mendukung Mumtaz Qadri yang digantung pada akhir Februari lalu. lima tahun setelah ia menembak mati Gubernur Punjub Salman Taseer yang menyerukan untuk merubah undang-undang negara terkait penghinaan (Rasulullah dan Syariat).

Pemerintah mengultimatum demonstran untuk meninggalkan area demonstrasi pada Selasa malam, namuh diabaikan. Hal ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan ultimatum kedua dengan mengatakan pasukan keamanan akan memulai operasi membersihkan daerah pada Rabu pagi.

“Jika para demonstran tidak membubarkan diri secara damai malam ini, maka kita akan mengusir mereka di pagi hari di depan semua orang,” kata Nisar wartawan Selasa malam.

Sebuah sumber mengatakan lebih dari 7.000 pasukan keamanan siap untuk membersihkan wilayah demostrasi termasuk Rangers, paramiliter dan pasukan garis depan serta pasukan tambahan dari Kepolisian Punjab.

Pasukan Angkatan Darat telah siaga di gedung-gedung pemerintah di dekat tenda-tenda demostran. (tribun.com.pk/Islamicgeo/hiz)

image_pdf

Comments

comments

About admin

Check Also

Serangan teror di Mancehester dan dampaknya terhadap komunitas Muslim-ISLAMICGEO

Serangan teror di Mancehester Inggris

Ringkasan peristiwa Terjadi ledakan bom bunuh diri Senin (22 Mei) malam sekitar pukul 22.30 di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *