Home / Afrika / [Dokumen Rahasia] Kejahatan Separatis Darfur di Libya
dukumen-rahasia-pasukan-pemberontak-darfur-islamicgeo

[Dokumen Rahasia] Kejahatan Separatis Darfur di Libya

LILBYA, ALAMISLAMI.COM — 8 Oktober 2016, Sudan Media Center (SMC) merilis dokumen rahasia yang membeberkan ragam kejahatan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Darfur di Libya.

Menurut MSC, dokumen rahasia yang didapatkan di Libya tersebut menyabutkan aktifitas berbahaya yang telah dilakukan gerakan pemberontak Darfur yang berperang mendukung pasukan kudeta pimpinan Jenderal Khalifah Hefter.

Menurut SMC, gerakan-gerakan pemberontak Darfur telah melakukan sejumlah kejahatan besar, mencakup perampokan bank, menjarah dengan ancaman dan penculikan, membakar dan merusak tempat-tempat vital masyarakat, terlibat dalam perdagangan senjata dan bahan bakar minyak. Selain akititas mereka dalam perdagangan manusia di Libya.

Berdasarkan salah satu dokumen rahasia tersebut, Gerakan Pembebasan Sudan yang dipimpin oleh Munawi bersama suku Tabu terlibat dalam penyerangan terahadap suku Towareq di Kota Kafra bulan Maret 2015 lalu. Dalam serangan tersebut, banyak jatuh korban jiwa, di antaranya adalah dua pimpinan lapangan mereka yaitu Abdel Rahim Urjah dan Mohammed Yahya Muranqa.

Pasukan Munawi juga terlibat kontak senjata dengan pasukan revolusi Subul Al-Salam Libya yang dipimpin oleh Abdel Rahman Hakim di kota Buzeriq.

Dokumen lainnya, menjelaskan pasukan bayaran Darfur juga melalukan operasi penghadangan warga sipil di Jalan yang menghubungkan antara Kafra dan Benghazi dengan cara menculik warga Libya dan meminta uang tebusan sebesar 50 ribu Dinar Libya perorang.

Selain itu, juga menculik 13 orang Libya di jalan antara Ajdabiya dan Kafra, juga penculikan (3) warga Libya di Danqala dan membebaskannya setelah mengambil kendaraan Landcruizer, menahan (6) kontainer Libya dan membebaskan (5) di antaranya setelah membayar (30) ribu Dinar Libya setiap kontainer.

Dokumen rahasia itu juga menyebutkan titik-titik mereka melakukan penarikan retribusi di wilayah Abu Zuriq, yang berdekatan dengan kota Kafra dan gerbang Naqi antara Lembah Karnawi dan Tine, serta Lembah Hor yang menyasar kendaraan-kendaraan yang datang dari Libya.

Keterlibatan Pemberontak Darfur dalam krisis di Libya sebagai pasukan bayaran (murtaziqah) semakin memperparah krisis Libya, dan melakukan sejumlah tindakan kejahatan; menghancurkan kampung-kampung dan kota-kota serta tempat-tempat vital dan infrastruktur di Libya, melakukan aktifitas penjarahan, penculikan dan penyelundupan/perdagangan senjata dan bahan-bahan pokok dan minyak di samping terlibat dalam peperangan di Libya, berikut daftar keterlibatan pasukan bayaran ini di Libya:

  1. Serangan kota-kota Libya:

  • Sejak Maret 2015 lalu, gerakan-gerakan ini terlibat dalam peperangan antara dua suku yaitu Tabu dan Tawareq di wilayah Ubary dan mendukung suku Tabu.
  • Ahad, 20/9/2015, pasukan gabungan pemberontak Darfur yang didominyasi oleh pasukan Mina Arko Munawi dan pasukan Tabu, menyerang kota Kafra dari arah Utara, setelah menguasai daerah tersebut, mereka melakukan penjarahan bank-bank dan lembaga-lembaga, rumah-rumah warga dan pom bensin, menyebarkan kekacauan di dalam kota. Dalam serangan ini, mereka juga mengalami kerugian sejumlah kendaraan, kehilangan sejumlah pimpinan dan personil, di antaranya Abdul Karim Arja dan Muhammad Yahya Muranqa dari gerakan Munawi.
  • Tanggal 2/2/2016, pasukan revolusi Libya, Subul al-Salam yang dipimpin oleh Abdul Rahman Hasyim terlibat bentrok senjata dengan pasukan bayaran pemberontak Darfur yang dipimpin oleh Abdellah Banda dan Qadiriyah yang dianggap salah satu pimpinan lapangan oposisi Chad di wilayah Bozriq, peperangan ini menyebabkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan sejumlah kendaraan militer hancur dari dua belah pihak. Yang menjadi catatan, pertempuran ini mengumpulkan dua kelompok pasukan bayaran dari Chad dan Darfur, salah satu kesamaan karakter kelompok-kelompok pasukan bayaran yang berperang demi harta.
  • Tanggal 4/2/2016 terjadi pertempuran antara kelompok pemberontak Darfur dengan pasukan revolusi Libya di wilayah (Qarah al-Zawi), dalam pertempuran tersebut, 5 kendaraan pasukan pemberontak Darfur dan oposisi Chad hancur, dan puluhan lainnya terbunuh.
  • Tanggal 5/2/2016 terjadi pertempuran sengit antara pemberontak Darfur dengan revolusi Libya di wilayah (Bezemah) yang menjadi tempat pelatihan militer kelompok-kelompok yang didatangkan dari Darfur dan wilayah-wilayah lainnya dari Afrika melalui perantara gerakan pemberontak Darfur dengan koordinasi sejumlah orang dari suku Tabu.
  • Tanggal 14/9/2016, gerakan pemberontak Darfur bersama pasukan Hefter terlibat dalam operasi Al-Barq al-Khatif untuk menguasai wilayah Bulan Sabit Minyak, jumlah pasukan mereka yang terlibat diperkirakan sekitar (87) kendaraan lapis baja.

ISLAMIC GEOGRAPHIC | MUHAMMAD ANAS

image_pdf

Comments

comments

About admin

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *