Home / Alam Islami / Dovudoglu; Kongres Luar Biasa AK Parti, Fokus Persatuan Partai
Ahmet Davutoglu

Dovudoglu; Kongres Luar Biasa AK Parti, Fokus Persatuan Partai

ANKARA, ALAMISLAMI.COM — Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoğlu mengumumkan di Ankara pada Kamis (5/5) bahwa AK Parti akan mengadakan Kongres Luar Biasa pada 22 Mei 2016 dan dirinya menegaskan tidak akan maju menjadi kandidat Ketua AK Parti. Dirinya juga menambahkan bahwa pemerintahan AK Parti yang kuat akan terbentuk dan melanjutkan kerja dalam 4 tahun ke depan.

Davutoğlu pun mengkritisi spekulasi yang berkembang akan hubungannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Davutoğlu menekankan, “Saya tidak akan berikan toleransi tentang pandangan negatif hubungan saya dengan Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Loyalitas saya kepada Presiden tidak akan selesai hingga akhir.”

Davutoğlu memulai pidato perpisahannya dengan mengatakan bahwa dirinya menerima peralihan kepemimpinan dari Erdoğan pada 27 Agustus 2014 dalam Kongres Luar Biasa AK Parti dan menekankan bahwa 20 bulan sebagai perdana menteri dan ketua AK Parti dapat dibagi menjadi tiga periode. Davutoğlu menambahkan bahwa tidak ada perselisihan dalam internal partai dan tidak ada perubahan terhadap struktur partai.

Davutoğlu mengatakan,” Periode pertama sejak 28 Agustus 2014 hingga 7 Juni 2015 merupakan masa yang sangat penting saat AK Parti merencanakan masa depannya.” Pada periode kedua, kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu dan periode ketiga didominasi masalah keamanan nasional.

Berbicara tentang kerja pemerintah di bidang konstitusi baru Turki, Davutoğlu mengatakan, “Kami telah melakukan langkah penting dan menyusun institusi yang relevan untuk merealisasikan reformasi terbesar yaitu sebuah konstitusi berdasarkan kekuatan sipil yang berisi kebebasan dan disusun dengan kehendak rakyat.” Dirinya menekankan bahwa draf konstitusi baru akan diselesaikan segera. Turki telah berhasil melakukan operasi anti-teror yang sukses dan komprehensif dan pemerintahan AK Parti yang kuat akan berlanjut dalam empat tahun ke depan.

Davutoğlu juga menyampaikan bahwa dirinya, “… telah bekerja siang dan malam selama menjadi ketua AK Parti dan perdana menteri.” Dirinya menolak anggapan bahwa dirinya melakukan intervensi dalam penunjukkan pejabat partai di tingkat lokal. Baginya, AK Parti memasuki era baru.

Dalam menanggapi pertanyaan publik mengapa dirinya mengundurkan diri meskipun AK Parti berhasil mendapatkan 49,5% dalam pemilu. Davutoğlu mengatakan:

Saya memiliki prinsip yang saya tidak pernah tinggalkan sejak berkecimpung di bidang akademik. Saya tidak pernah meminta untuk setiap posisi dan jabatan. Saya selalu meminta untuk diyakinkan bahwa saya selalu bersama mereka yang berada di satu jalan dengan saya. Dengan perspektif ini, saya menjadi orang pertama yang menandatangani proposal di pertemuan MKYK (Central Division and Executive Board) terakhir.”

Davutoğlu menambahkan “Kehendak AK Parti adalah Kehendak Turki.

Davutoğlu menegaskan dalam akhir pidatonya bahwa dia tidak memiliki dendam, kebencian atau keluhan, dia mengatakan keputusan untuk mundur sebagai ketua AK Parti dan perdana menteri bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. Dirinya menambahkan “Saya berpikir bahwa saat ini langkah yang tepat untuk mundur untuk keberlanjutan persatuan dan solidaritas AK Parti.

Meskipun Davutoğlu tidak memberikan sedikitpun petunjuk tentang siapa yang akan menjadi ketua AK Parti dan perdana menteri, banyak yang terkejut dengan perkembangan yang terjadi di dalam AK Parti. Davutogğlu telah memberikan sinyal untuk mundur pada 29 April dimana otoritas untuk menjunjuk pejabat daerah AK Parti dicabut dan dikembalikan kepada MKYK seperti di tahun 2002.

Dalam pertemuan terakhir MKYK, yang direncanakan akan berlangsung pukul 10 dan tertunda 5,5 jam karena tertundanya perjalanan Davutoğlu dari Qatar, menyepakati keputusan bersama 47 anggota bersama Davutoğlu mengenai penunjukkan pejabat daerah AK Parti tersebut. Meskipun kesepakatan tersebut cukup mengejutkan, berdasarkan anggaran rumah tangga partai bahwa otoritas untuk menunjuk pejabat daerah adalah MKYK hingga kemudian diserahkan kepada Erdoğan semasa dirinya menjadi perdana menteri.

Juru Bicara AK Parti Ömer Çelik merespon klaim adanya krisis internal partai dan mengatakan “Jika krisis terjadi, saya akan mengatakan kepada Anda semua bahwa MKYK, MYK (Central Executive Board) dan badan lainnya semua sesuai dengan aturan yang ada. MYK, MKYK dan kabinet merupakan satu kesatuan. Tidak ada krisis.”

Dengan adanya spekulasi keretakan hubungan antara Erdoğan dan Davutoğlu, Davutoğlu menekankan, “Saya akan menyingkir jika perlu. Saya bisa berpaling dari sebuah posisi atau jabatan yang orang berpikir seseorang manusia pun tidak bisa meninggalkannya. Namun, Saya tidak akan pernah melukai hati kawan saya dalam perjuangan yang suci ini.” Davutoğlu menambahkan “Saya tidak akan membiarkan gerakan yang baik ini yang berisi orang yang bersih hatinya –yang juga menjadi satu-satunya harapan bagi kaum tertindas di seluruh dunia—untuk menjadi sedih.”

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *