Home / Afrika / Dukung Gerakan Separatisme di Sudan, Surat Kabar Le Monde Prancis Buat Kepalsuan
Dukung Gerakan Separatisme di Sudan, Surat Kabar Le  Monde Prancis Buta Kebenaran dan Lakukan Kebohongan -islamicgeo

Dukung Gerakan Separatisme di Sudan, Surat Kabar Le Monde Prancis Buat Kepalsuan

JAKARTA, ALAMISLAMI.COM — Walau dunia telah menyaksikan komitmen dan kesabaran Pemerintah Sudan yang tak henti untuk mewujudkan perdamaian melalui berbagai meja internasional khususnya melalui Uni  Afrika dan IGAD. Namun demikian rencana-rencana dan strategi-strategi untuk menggugurkan usaha tersebut juga tak henti, pihak-pihak anti perdamaian sesuai dengan kepentingan mereka terus membangun brikade dan kembali membangun dan memproduksi mesin perang, kembali memantik korek api menyalakan api fitnah dan peperangan di Sudan.

Semua itu menunjukkan sebuah realitas bahwa gerakan-gerakan separatis di Darfur telah kehilangan sebagian besar sumber finansial dan wilayah yang menjadi markaz mereka, namun musuh-musuh perdamaian menurut Sudan sekarang menjadi lebih massif dan lebih intens menjauhkan kelompok separatis dari jalur perdamaian sekaligus mendorong mereka untuk kembali membangun mesin perang dan penghancur dan meningkatkan ekskalasi operasi dan aktifitas mereka.

Selain itu musuh-musuh perdamaian Sudan juga terus berusaha melakukan penyesatan opini publik dunia, dan mengisolasi Pemerintah Sudan di satu sisi, di sisi lain membuka pintu menerima pemimpin-pemimpin gerakan separatis untuk mengunjungi negara-negara Eropa.

Sementara itu aktifis dan LSM-LSM juga terus melakakukan kampanye provokasinya melalui isu-isu kemanusiaan, seakan semua sepakat melancarkan serangan dan isolasi kepada Pemerintah Sudan.

Di antara bentuk kampaye yang dilancarkan untuk menyerang Sudan adalah apa yang terbitkan oleh surat kabar Prancis Le Monde dalam situs elektroniknya, pada tanggal 29 Januri 2016, dalam artikel yang ditulis oleh Jackie Mamo berjudul (Prancis Harus Bergerak Menghentikan Kejahatan di Darfur), dari judul dan pragraf pertama telah jelas maksud dari tulisan tersebut, yaitu mendorong Pemrintah Prancis bergerak mendukung gerakan separatisme di Darfur, menggeliatkan aktifitas bersenjata dan kembali menumbuhkan benih-benih peperangan.

Di mana Jackie Mamo dalam tulisannya mengatakan: “Prancis harus bergerak secara cepat untuk menyelamatkan situasi yang terjadi di Darfur dan menjadikan masalah Darfur sebagai bagian dari agenda Dewan Keamanan PBB; karena pada realitasnya, sejak beberapa minggu hingga saat ini, militer Sudan terus melakukan serangan mematikan dan tidak tanggung-tanggung terhadap penduduk setempat dengan menggunakan pesawat-pesawat tempur Sudan yang membombardir gunung Murrah secara terus menerus, menyebabkan sejumlah warga sipil menjadi korban, oleh karena itu, sebuah kewajiban bagi masyarakat internaional untuk menghentikan serangan yang membabi buta ini”.

Untuk mengetahui tujuan dari laporan Jackie Mamo di dalam surat kabar Le Monde, kita perlu mengetahui siapa penulis artikel, Jackie Mamo.

Jackie Mamo adalah pendukung dan penyokong gerakan-gerakan separatisme bersenjata Sudan sejak meletusnya gerakan pemberontakan pada tahun 1983, pada saat itu belum muncul gerakan pengungsi dan belum ada camp pengungsi.

Jackie Mamo juga memiliki hubungan dekat dengan pemimpin-pemimpin gerakan separatisme Sudan, dilihat dari profil Jackie Mamo, ia adalah orang Yahudi, sosialis, salah satu pendiri Organisasi Dokter Dunia, ketua emergency Darfur sebuah gerakan yang paling dekat dengan gerakan Abdul Wahid Muhammad Nur, keduanya memiliki hubungan ideologis, di mana Muhammad Nur adalah salah satu anggota partai Sosialis, sebelum melakukan pemberontakan, Muhammad Nur mendapatkan pelatihan pengaca di kantor Shalih Mahmoud salah satu pemimpin partai Sosialis Sudan dan sekarang menjadi penanggungjawab masalah Darfur di Partai Sosialis Sudan.

Oleh karena itu, Abdul Wahid diterima di Prancis dan didukung oleh orang-orang kiri, sosialis dan Yahudi, bahkan ia membuka kantor cabang gerakannya di Israel untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang Yahudi. Abdul Wahid adalah salah satu pemimpin gerakan separatis bersenjata yang paling menolak negosiasi, bahkan tidak pernah ikut dalam negosiasi apa pun yang dilakukan di luar Prancis.

Kebenaran yang Tidak Diungkap oleh Jackie Mamo
1.    Kekuatan separatis Abdul Wahid Muhammad Nur, sama sekali tidak memiliki pengaruh apa-apa di wilayah pegunungan Murrah kecuali hanya kanton-kanton kecil yang kekuatannya menguasai wilayah Wu’rah. Mereka juga menjadikan warga sipil sebagai tameng dan mewajibkan membayar pajak, melakukan penjarahan di jalan-jalan wilayah tersebut. Dan wilayah-wilayah tersebut berubah menjadi wilayah yang tertutup, dengan tindakannya ini pula, wilayah tersebut tidak mendapatkan pelayanan infrastruktur dan pembangunan.

2.    Sejarah juga mencatat bahwa separatis Abdul Wahid dan kelompok bersenjatanya terus melakukan penghinaan terhadap kaum perempuan di Darfur sampai kepada para wanita yang memberikan dukungan kepada gerakannya, sebagai buktinya yaitu peristiwa menghilangnya Maryam Abdullah Muhammad yang terkenal dengan Maryam (Amo) dan suaminya Adam Benga dan kelompoknya bernama (Zeri), di mana kelompok Abdul Wahid Muhammad Nur banyak meminta bantuan kepada kelompok Maryam (Amu) dalam melakukan acara-acaranya. Maryam dan kelompoknya ditahan oleh gerakan Abdul Wahid Muhammad Nur sejak 17 Desember 2012, Maryam disekap di sebuah penjara perang di kota Raja Sudan Selatan walaupun ia menderita penyakit gula.

3.    Dari bulan Januari 2015 hingga Desember 2015, sejumlah media menyebutkan telah terjadi sedikitnya (48) kejadian penjarahan, pembunuhan, perampasan sejumlah kendaraan kontainer dan kendaraan yang mengangkut barang-barang milik warga. Oleh karena itu jumlah pengungsi yang disebutkan oleh penulis adalah cerminan krisis yang ada yang disebabkan oleh tindakan Gerakan Abdul Wahid Muhammad Nur di wilayah gunung Murrah, membuat masyarakat berkeingin lari dari isolasi dan penjara besar yang dipaksakan Gerakan Abdul Wahid Muhammad Nur kepada masyarakat untuk berpindah dari wilayah tersebut ke wilayah lainnya jauh dari tekanan-tekanan dan prilaku Gerakan Abdul Wahid.

Semua ini menegaskan bahwa Jackie Mamo dan orang-orang seperti mereka, mereka bekerja demi keberlangsungan dan kontinuitas gerakan bersenjata agar tetap bisa melakukan kebohongan tentang Pemerintah Sudan. Apa yang dilakukan oleh Jackie Mamo  memiliki tendensi yang sangat jauh dan tidak ada kaitannya dengan krisis kemanusiaan, juga bukan bentuk perhatian terhadap Darfur atau masyarakatnya, kecuali hanya sekedar cover untuk mewujudkan kepentingan partai dan ideologi belaka.

Data realitas di Darfur justru menunjukkan sebaliknya dari apa yang dituduhkan oleh Jackie Mamo, di mana data di Darfur menunjukkan terjadi percepatan dan keseriusan yang diperlihatkan oleh pemerintah Sudan untuk melaksanakan Kesepakatan Perdamaian Darfur di Doha. Sebagai bagian dari pelaksanaan Kesepakatan Perdamaian di Doha, maka Pemerintah Sudan menggelontorkan delapan milyar Dollar untuk kebutuhan pembangunan dan pelayanan dan kemungkinan bertambah jika harga bahan baku meningkat.

Sumber: Islamicgeo.com

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *