Home / Alam Islami / Era Baru AKP: Sebuah Pembelajaran
akp turki-islamicgeo

Era Baru AKP: Sebuah Pembelajaran

Oleh: Agung Nurwijoyo

“AKP terlahir kembali. AKP bukan sekedar partai bagi pemilihnya, ini adalah partai bagi 80 juta rakyat Turki. Saya memahami bahwa tidak ada warga Turki yang hatinya tidak bisa disentuh AKP sepanjang kita memahami (cara) mendekati mereka. Tidak ada satupun merasa seperti “orang lain”. Tidak ada satupun merasa kebebasan mereka dalam ancaman. Tidak ada satupun merasa ketidaan harapan masa depan mereka. Di negeri ini, setiap individu adalah warga kelas 1. Kita tidak bisa berharap setiap orang menjadi seperti kita tetapi kita memiliki hak berharap setiap orang mendengarkan kita, memahami kita dan berkontribusi kepada kita jika mungkin. Karena kita tidak mengatur 80 juta orang, kita melayani mereka. Inilah perbedaan kita.” Recep Tayyip Erdoğan (Presiden Turki dan Ketua AKP) dalam Kongres Luar Biasa Ke-3 AKP

 

Ikhtisar

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan kembali terpilih menjadi Ketua Adalet ve Kalkinma Partisi (AKP) setelah berpisah dengan partai yang didirikannya selama 998 hari.

Erdoğan kembali terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Ketiga AKP dengan 1.414 suara. Kembalinya Erdoğan diyakini akan memberikan transformasi signifikan dalam sistem di dalam AKP.

Hal ini sejalan dengan tema yang diusung dalam KLB Ke-3 AKP yaitu “Era Terobosan Baru: Demokrasi, Transformasi, Reformasi” (Yeni Atılım Dönemi: Demokrasi, Değişim, Reform). Era baru AKP ini yang juga diusung dalam momentum KLB Ketiga AKP ini menunjukkan kebutuhan Erdoğan dan AKP sendiri akan generasi baru politisi yang akan implementasikan rencana-rencana dimana mereka sudah memiliki loyalitas yang teruji.

Kedua, bahwa Erdoğan menginginkan bekerja bersama generasi baru yang membuka mata mereka akan politik dimana mereka generasi baru yang tidak pernah memiliki sejarah politik sebelum Erdoğan. Erdoğan terlihat akan berusaha menciptakan harmonisasi antara partai dan pemerintah Turki. Hal ini positif dalam mempersiapkan pagelaran pemilu 2019.

Namun, hal yang tetap menjadi satu prioritas utama juga adalah bagaimana penciptaan sistem yang baru di Turki serta transformasi yang ada di dalam AKP secara menyeluruh ini dapat memberikan kemajuan signifikan bagi Turki dalam menghadapi berbagai ancaman yang ada Turki pada saat baik aspek keamanan, sosial, politik dan ekonomi.

Dinamika AKP dan Turki

Ragam dinamika dan transformasi di dalam sejarah Turki mendorong keberadaan AKP. Krisis politik dan ekonomi terparah Turki pada 2001 setelah sebelumnya pada 1997 terjadi kudeta pos-modern melahirkan eksistensi AKP dan sosok Erdoğan dalam politik nasional Turki. Perjalanan berlanjut dengan adanya referendum Turki 2007 dimana rakyat bersepakat untuk memilih presiden Turki secara langsung untuk pertama kalinya. Pada 2009, kesuksesan di 7 tahun pertama melahirkan keyakinan dalam usaha meningkatkan power Turki dalam level internasional dengan adanya Visi besar jangka panjang AKP.

Terpilihnya Erdoğan sebagai Presiden Turki pada 2014 mendesak diadakannya KLB Pertama AKP dengan menunjuk Ahmet Davutoglu sebagai suksesor dari Erdoğan yang berdasarkan Konstitusi Turki 1982 bahwa seorang Presiden Turki harus terpisah dari keterikatan partai politik. Hanya beberapa bulan memimpin, Davutoglu mengundurkan diri sebagai PM Turki berikut Ketua AKP yang mendesak diadakannya KLB Kedua AKP dengan menjadikan Binali Yildirim sebagai Ketua AKP dan juga PM Turki.

Hentakan keras bagi Turki dan juga AKP hadir pada 15 Juli 2016 dengan adanya usaha kudeta yang dilakukan oleh kelompok FETO. Perubahan sistem menjadi salah satu solusi dalam Turki menghadapi berbagai ancaman dari kelompok teroris dan tantangan yang ada sehingga diadakannya referendum 2017 dimana 51,4% rakyat Turki menyepakati adanya pergantian Konstitusi Turki 1982 menuju Konstitusi Turki 2017. Transformasi dalam Konstitusi Turki 2017 ini yang membuka jalan diadakannya KLB Ketiga AKP sebagai momentum kembalinya Erdoğan ke dalam AKP.

Transformasi (Permulaan) AKP

AKP lahir dari dinamika panjang di dalam Turki. AKP tidak pernah mendefinisikan dirinya sebagai Neo-Ottoman. Nilai konservatif yang dimiliki oleh AKP ditunjukkan dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai nasionalisme yang menyatu dengan nilai Islam yang sangat kental dengan bangsa Turki.

Ketika melihat referendum Turki 2017 sebagai sebuah momentum perubahan Turki, korelasinya selaras dengan adanya reformasi yang dilakukan di dalam tubuh AKP. Hal ini diawali dengan kembalinya Erdoğan menjadi anggota AKP pada 2 Mei 2017. Hal tersebut jika melihat Konstitusi Turki sebelumnya tidak bisa dilakukan. Namun, sebenarnya sejarah seorang kepala negara Turki yang juga menjadi ketua partai bukanlah cerita baru. Mustafa Kemal Ataturk merupakan presiden Turki yang juga pemimpin CHP. Suksesor Mustafa Kemal, Ismet Inonu juga merupakan Ketua CHP dan juga presiden Turki. Berikutnya adalah Celal Bayar yang seorang Ketua Partai Demokrat yang juga seorang presiden Turki sebelum akhirnya Celal Bayar mengundurkan diri tetapi tetap menjadi anggota senior dari DP.

Kembalinya Erdoğan yang kemudian pada KLB Ketiga AKP pada 21 Mei 2017 resmi menjadi Ketua AKP dimulai dengan melakukan beberapa perubahan signifikan:

  1. Perubahan di dalam struktur MKYK (Badan Eksekutif dan Pengambil Kebijakan Pusat Partai) yang beranggotakan 50 orang. Pembaharuah dilakukan terhadap 19 dari 50 kursi di dalam MKYK dengan menjadikan Binali Yildirim (Ketua AKP Sebelumnya yang juga masih menjabat sebagai PM Turki) sebagai ketua harian. Dua Menteri dalam kabinet yaitu Deputi PM Turki Veysi Kaynak dan Mentrei Tenaga Kerja Mehmet Muezzinoğlu dicopot dari MKYK berikut juru bicara AKP Yasin Aktay, Galip Ensarioğlu dan Şaban Dişli. Sedangkan Mendagri Süleyman Şoylu, mantan Mendagri Efkan Ala dan mantan Menbudpar Mahir Ünal masuk dalam struktur MKYK. Pemilik media DailyStar dan ATV TV Ethem Sancak masuk dalam struktur MKYK serta penulis Markar Esayan.

Keanggotaan MKYK: Binali Yıldırım, Abdülhamit Gül, Ahmet Sorgun, Ali Aydınlıoğlu, Asuman Erdoğan, Bekir Bozdağ, Berat Albayrak, Burhan Kuzu, Bülent Karakuş, Cahit Özkan, Cevdet Yılmaz, Çiğdem Karaaslan, Efkan Ala, Erol Kaya, Ethem Sancak, Fatih Şahin, Fevzi Şanverdi, Hacı Ahmet Özdemir, Hamza Dağ, Harun Karacan, H. Kübra Öztürk, Hayati Yazıcı, İbrahim Halil Yıldız, İsa Sinan Göktaş, E. Emrah Karayel, Jülide Sarıeloğlu, Mahir Ünal, Markar Esayan, Mehmet Emin Yılmaz, Mehmet Mehdi Eker, Mehmet Muş, Murat Baybatur, Mustafa Ataş, Mustafa Köse, Mustafa Savaş, Mustafa Şentop, Mustafa Yel, Nurettin Canikli, Öznur Çalık, Ravza Kavakçı Kan, Recep Uncuoğlu, Rumeysa Kadak, Süleyman Soylu, Tamer Dağlı, Vedat Demiröz, Yasemin Atasever, Zeki Aygün, Zelkif Kazdal, Zeyid Aslan and Zeynep Alkış.

  1. Dalam struktur MKYK, struktur mengakomodasi kelompok muda dalam struktur MKYK. Keanggotaan dari kalangan muda adalah Kepala Bidang Kepemudaan AKP İsa Sinan Göktaş, dan masuknya dua pemuda yang masih berusia di bawah 25 tahun dan mahasiswa strata 1 yaitu Deputi Dewan Pemuda Universitas Marmara Rumeysa Kadak dan anggota Pemuda KADEM Yasemin Atasever dalam struktur MKYK. Struktur MDK (Komite Disiplin Partai) juga diisi keterwakilan pemuda.
  2. Struktur MKYK yang baru juga mengakomodir keterwakilan wanita dengan jumlah total 9 orang wanita.
  3. Dalam forum MKYK yang baru, terdapat usulan dalam perubahan anggaran dasar AKP terkait pasal pembatasan ketua AKP maksimal 3 periode. MKYK menyepakati satu pasal baru dalam pasal 4 dimana menjadikan simbol Rabia sebagai simbol partai. Simbolitas 4 jari yang memiliki arti “satu tanah air, satu bangsa, satu negara, satu bendera” (“Tek Vatan, Tek Millet, Tek Devlet, Tek Bayrağı”)
  4. Dalam fase 6 bulan mendatang hingga November 2017, Erdoğan mempersiapkan “Peta jalan 6 Bulan” dalam sistem politik serta administrasi yang meliputi: perapihan struktur di dalam AKP, parlemen, struktur partai di tingkat wilayah, kabinet serta jajaran penasihat Erdoğan. Hal ini dilakukan seiring dengan usaha harmonisasi dengan adanya implementasi konstitusi baru Turki pasca referendum.
  5. Dalam perkembangannya, terdapat dua isu penting yang beredar. Pertama, isu akan diadakannya referendum kembali atau pemilu pendahuluan untuk mempercepat pemilu eksekutif dan legislatif yang sedianya akan berjalan pada 2019. Kedua, isu pemberlakuan kembali hukuman mati di Turki.

Transformasi ini penting dilakukan oleh Erdoğan di dalam AKP. Sebelumnya, AKP mendapatkan kritik terkait dengan nuansa berkurangnya antusiasme dan dinamisme di dalam AKP. Kondisi ini yang juga terjadi di tingkat daerah. Dari 1.379 kepala daerah, 879 berasal dari AKP. Penanggung jawab urusan daerah AKP Erol Kaya mengungkapkan bahwa kembalinya Erdoğan memberikan motivasi bagi kader AKP di tingkat daerah.

“Kita akan bersama kembali setelah 3 tahun, menciptakan permulaan baru untuk bekerja lebih keras dengan visi yang lebih besar.”

Recep Tayyip Erdoğan

 

Slogan yang Digunakan AKP dalam Sejumlah Kongresnya :

  • Seluruhnya Untuk Turki (Hey Şey Türkiye İçin).
  • Cahaya ini Tiada Pernah Padam (Bu Işık Sönmeyecek)
Kedua slogan tersebut digunakan dalam Kongres Pertama AKP pada 12 Oktober 2003. Kongres ini setahun pasca diadakannya pemilu Turki dimana AKP menang pada 1 November 2002.
  • Partainya Turki (Tükiye’nin Partisi).
  • Pemimpin Turki (Türkiye’nin Lideri)
Kedua slogan tersebut digunakan dalam Kongres Kedua AKP 11 Nov 2006
  • Kami Bersama Turki (Biz Birlikte Türkiye’yiz)
Digunakan dalam Kongres Ketiga AKP pada 3 Oktober 2009. Slogan tersebut digunakan sebagai semangat kebersamaan atas terjadinya serangan teroris.
  • Bangsa yang Besar (Büyük Millet).
  • Power yang Besar (Büyük Güç).
  • Visi 2023 (Hedef 2023)
Kongres Keempat AKP pada 30 September 2012. Pertama kali digunakannya 3 slogan: bagi partai, pemimpin dan negeri. Disamping itu, Visi 2023 disebutkan pertama kali.
  • Turki Baru, Semua Bersama (Hep Birlikte Yeni Türkiye)
KLB Pertama AKP yang diadakan pada 27 Agustus 2014. KLB diadakan karena Erdoğan menjadi Presiden Turki dan Davutoglu menjadi Ketua AKP yang baru berikut PM Turki. Slogan yang ada menunjukkan semangat kerja tim.
  • Dengan Cinta Sejak Hari Pertama (İlk Günkü Aşkla)
Kongres Kelima AKP pada 12 September 2015. Diadakan menyusul adanya hasil buruk dalam pemilu 7 Juni 2015 dengan kembali berusaha bernostalgia dan mengingat keberhasilan AKP di tahun awal.
  • Melanjutkan Perjalanan Suci (Kutlu Yürüyüşe Devam)
KLB Kedua AKP pada 22 Mei 2016. KLB yang cukup bermasalah bagi AKP ditandai dengan Davutoglu mundur sebagai Ketua AKP serta PM TuRKI dan menyerahkan kepada Binali Yildirim melalui mekanisme partai dalam MKYK.
  • Era Terobosan Baru: Demokrasi, Transformasi, Reformasi (Yeni Atılım Dönemi: Demokrasi, Değişim, Reform)
KLB Ketiga AKP pada 21 Mei 2017. Erdogan didapuk menjadi Ketua AKP kembali setelah sebelumnya secara resmi menjadi anggota AKP kembali pada 2 Mei 2017

 

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Cina akan tingkatkan kerjasama kontra-terorisme dengan Turki-islamicgeo

China akan tingkatkan kerjasama kontra-terorisme dengan Turki

BEIJING, ALAMISLAMI.COM — Perbedaan pandangan antara Turki dan China terkait dengan politik China kepada minoritas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *