Dulu dianggap sebagai tanaman parasit. Setelah diberitakan keberhasilannya mengobati kanker, tanaman yang mempunyai bunga seperti ekor tikus ini mulai dicari.
TIDAK ADA yang lebih menakutkan bagi Ibu Patoppoi Pasau selain didiagnosa menderita kanker payudara stadium III. la telah menyaksikan sendiri bagaimana penderitaan dua orang saudara kandungnya yang juga terkena kanker payudara. Bertekad memenangkan ‘pertarungan’ melawan kanker, Ibu Patoppoi, dengan dukungan suami, memutuskan mencari pengobatan alternatif selain pengobatan moderen.
Berbekal informasi dari seorang teman, setelah menunggui istrinya menjalani operasi pengangkatan payudara, Bapak Patoppoi berangkat ke Malaka di Malaysia untuk membeli jamur Ling-zhi, yang konon dapat menyembuhkan kanker. Ketika hendak membeli jamur tersebut, secara tak sengaja ia menemukan buku yang berjudul “Cancer, Yet They Live!” Buku tersebut tidak hanya menunjukkan gaya hidup yang sehat tapi juga memperkenalkan manfaat tanaman yang di Malaysia biasa disebut sebagai Keladi Tikus. Niat membeli jamur Ling-zhi langsung hilang. la lalu menghubungi keluarganya di tanah air untuk mencarikan tanaman tersebut. Mereka berhasil mendapatkannya di antara tanaman liar di Pekalongan.
Sambil melakukan kemoterapi, Ibu Patoppoi menjalankan apa yang tertuang di buku. Mulai dari minum jus keladi tikus hingga pantangan yang harus dihindari. Rasa gatal di kerongkongannya setiap kali minum jus keladi tikus ditahannya. Dan hasilnya dalam beberapa hari ia merasa efek samping kemoterapinya berkurang. Rambutnya berhenti rontok, mual-mualnya hilang, dan nafsu makannya kembali timbul. Ketika dilakukan pemeriksaan kanker tiga bulan kemudian ternyata hasilnya negatif. Dokter-dokter pun heran.
Keberhasilan pengobatan Ibu Patoppoi ternyata mendapat perhatian banyak orang. Bermula dari berita dari mulut ke mulut, pada perkembangan selanjutnya keladi tikus menjadi primadona baru di dunia pengobatan alternatif. Cancer Care Jakarta dan Sidoarjo, yang dikelola Drs. Patoppoi Passau dan Boni, anaknya, sampai-sampai harus menyediakan ratusan pot kecil tanaman contoh bagi pasien. Sedangkan klinik dan kebun tanaman obat “Karyasari” setidaknya harus menyediakan tanaman usia 3 bulan sekitar 100 pot per bulannya. Sejak akhir tahun 1998 hingga kini, berita tentang hebatnya tanaman yang dulunya tidak diperhatikan masih tetap sering ditulis di majalah, harian, dan situs internet. Tapi, apakah tanaman tersebut benar-benar sehebat kabar yang beredar? Atau jangan-jangan beracun sebagaimana yang dicurigai sebagian orang?
Namanya pun belum baku Keladi tikus termasuk tanaman asli Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar meskipun tidak banyak. Biasanya keladi tikus tumbuh di daerah-daerah yang lembab, di tanah yang berpasir dan berkapur, antara lain di sekitar Tangerang, Cirebon, Sidoarjo, Pekalongan, dan diperkirakan juga di daerah Riau. Walau asli Indonesia, hingga 2 tahun yang lalu, manfaat keladi tikus masih belum begitu dikenal di tanah air. Mungkin getah tanamannya yang menimbulkan rasa gatal membuat orang enggan mencicipnya. Karena tidak begitu diperhatikan, maka tidak ada nama yang benar-benar ‘melekat’ pada keladi tikus. Nama keladi tikus sebenarnya merupakan nama impor dari Malaysia. Nama populer lainnya adalah rodent tuber, yang merupakan terjemahan dari keladi tikus. Ada beberapa alasan mengapa tanaman tersebut dinamakan keladi tikus. Menurut Ir. Winarto, pemilik Kebun Tanaman Obat “Karyasari”, nama tersebut diberikan karena bunganya kurus panjang seperti ekor tikus ukurannya kecil dibanding keladi lain, dan sifatnya seperti tikus, terkadang muncul terkadang menghilang. Pada musim kemarau seperti saat ini, biasanya tanaman keladi tikus menghilang. Atau kalaupun ada, biasanya tidak sesubur pada musim hujan. Karena belum mempunyai nama botanikal, sementara ini digunakan nama Typhonium flagelliforme. Pemakaian nama yang sementara ini karena ditemukan tanaman yang serupa tapi tidak sama, yang juga memakai nama Typhonium flagelliforme(lihat boks: Jangan salah pilih).
Cara penggunaan
Seluruh bagian dari tanaman keladi tikus mulai dari umbi, batang, daun, dan bunganya dapat digunakan sebagai obat. Bapak Patoppoi, mengingatkan bahwa pemanfaatan keladi tikus harus hati-hati karena getahnya dapat menyebabkan gatal-gatal. Ada pengalaman pahit yang terjadi pada seorang wanita muda yang menderita tumor payudara. Sesuai nasehat seorang sinshe, ia menempeli payudaranya dengan tanaman keladi tikus yang telah dilumatkan. Alih-alih ingin sembuh malah bengkak dan meradang.
Untuk mengobati penyakit apa pun, cara penggunaan yang disarankan hanya ada satu dengan tahapan sebagai berikut:
- Rendam 3 batang (50 gram) tanaman lengkap – daun, batang, dan umbi selama 30 menit.
- Masukkan tamanan ke dalam kantong plastik, lalu tumbuk halus.
- Peras dengan kain kassa steril. Gunakan sarung tangan saat memerasnya.
- Hasil yang didapat kurang lebih 2 sendok makan. Untuk meredam rasa gatal, tambahkan 1/2 sdt madu.
- Minum jus ini segera.
Larutan ini dapat diminum 1-3 kali sehari, sekitar 1 jam sebelum makan. Bagi yang mempunyai masalah pencernaan, lakukan setelah makan. Kini keladi tikus dapat juga diminum dalam bentuk kapsul dan teh.
Lebih praktis dan tidak gatal.
Mudah menanamnya
Keladi tikus berkembang biak dengan umbinya. Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang sedikit berpasir. Karena itu keladi tikus banyak ditemukan di bantaranbantaran sungai. Sebagai tanaman liar, keladi tikus mudah dipelihara.
Caranya:
- Umbi diiris dengan ketebalan sekitar 1/2 cm (sebuah umbi bisa menjadi 3 atau 4 iris).
- Tanam umbi di tanah dan berikan pupuk organik seperti kompos.
- Siram tanaman setidaknya 3x sehari.
- Setelah tanaman tumbuh setinggi 2-3 cm dari permukaan tanah, pindahkan ke pot dan letakkan di tempat yang teduh.
Membantu detoksifikasi
Di Universiti Sains Malaysia telah dilakukan penelitian mengenai derajat keamanan keladi tikus untuk dikonsumsi. Dengan objek penelitian tiga kelompok catfish (sejenis ikan air tawar) yang disuntik bakteri, selama dua hari peneliti menyuntikkan larutan garam pada kelompok pertama, larutan Lin-zhi pada kelompok kedua, dan larutan keladi tikus pada kelompok ketiga. Hasil penelitian setelah 7 hari menunjukkan bahwa kelompok ikan yang disuntik air garam semuanya mati, 80% ikan yang disuntik Lin-zhi mati, sedangkan kelompok ikan yang disuntik keladi tikus seluruhnya hidup. penelitian tersebut menunjukkan bahwa keladi tikus aman dikonsumsi.
Profesor Dr. Christ K.H. Teo, ahli tanaman clan penulis “Cancer, Yet They Live!”, membuktikan pula bahwa tanaman keladi tikus tidak mengandung logam berat dan banyak mengandung kalsium, kalium, dan beberapa mineral lainnya.
Lalu apakah tanaman ini benar-benar berkhasiat? penelitian yang dilakukan selama ini memang belum berhasil menguak misteri kandungan zat aktif pada keladi tikus. Sehingga masih belum diketahui zat apa yang berfungsi menyembuhkan, sejauh apa fungsinya, dan apa efeknya bila digunakan dalam jangka waktu panjang. Untuk mencapai kesimpulan tersebut masih diperlukan penelitian-penelitian yang membutuhkan biaya tinggi.
Walau masih misterius, hasil penelitian di Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia membuktikan bahwa ekstrak tanaman ini memang bisa merusak sel kanker. pada tahun 1996, Dr. Khaw Voon Chin, Associate Professor di Medicine and Farmacology, Cancer Institute di New Jersey, Amerika Serikat , melaporkan bahwa timnya sudah melakukan penelitian ekstrak keladi tikus sebagai anti tumor dan anti virus. Ternyata ekstrak dari jaringan akarnya efektif menumpas kanker prostat dan juga bibit penyakit lainnya.
Tanpa mengesampingkan hasil-hasil penelitian tersebut, Prof. Christ belum bisa menyimpulkan bahwa keladi tikus mempunyai efek menyembuhkan. la menjelaskan bahwa saat kita sakit, sistem imunitas tubuh kita menurun. Inilah yang diperbaiki oleh zat-zat yang terkandung dalam keladi tikus. Selanjutnya penyembuhan dilakukan oleh tubuh sendiri. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, Prof. Christ mengambil hipotesis bahwa tanaman keladi tikus membantu proses detoksfikasi dalam sistem peredaran darah – sehingga pada awal pemakaian biasanya pasien mengalami diare. pada waktu bersamaan ekstrak tanaman memicu sel tertentu dalam darah yang menghasilkan mediator perangsang dan penguat sel pada sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menumpas sel kanker dan sel penyakit lainnya. Secara singkat, Prof. Christ menganggap bahwa pemakaian keladi tikus dalam pengobatan adalah membantu mengembalikan fungsi-fungsi tubuh.
Hipotesis Prof. Crist senada dengan pendapat Dr. Suprapto Maat, Drs., Apt, di dalam buku Terapi Biologi untuk Kanker. la menulis bahwa pengobatan dengan obat berasal dari tumbuhan (fitofarmaka) dimaksudkan sebagai usaha pencegahan (kemopreventif), berfungsi sebagai pencegah pertumbuhan kanker (sitostatika), terapi imun, dan mengurangi rasa nyeri (paliatif). Karenanya, menurut Ir. Winarto, jus keladi tikus juga sering dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan oleh mantan penderita kanker, miom dan tumor.
Menanggapi naik daunnya keladi tikus sebagai tanaman penumpas kanker, dr. Setiawan Dalimartha, dokter dan ahli pengobatan tradisional, mengakui bahwa pendapat Prof. Crist dapat dijadikan pegangan. Karena kini banyak informasi menyesatkan yang menyebutkan bahwa tanaman-tanaman tertentu bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Misalnya tanaman Makuta Dewa yang juga disebut-sebut ampuh melawan kanker padahal tanpa bukti klinis bahkan terbukti beracun. Untuk kanker yang masih stadium dini, dr. Setiawan tetap menyarankan agar melakukan pengobatan konvensional. pemakaian tanaman sebagai obat sebaiknya hanya dimanfaatkan sebagai terapi tambahan. Tentunya tetap di bawah pengawasan
dokter.
(N) Nella/bahan:Syam dan sumber lain, konsultasi: dr. Setiawan Dalimartha
Jangan Salah Pilih Tanaman yang tingginya hanya sekitar 25-30 cm ini sering dirancukan dengan tanaman lain yang manfaatnya belum tentu sama. Dari segi fisik, keladi tikus dan saudara-saudaranya dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Typhonium flagelliforme atau Keladi Tikus Lokal
• Daunnya halus, berwarna hijau tua, dan berbentuk jantung.
• Gurat-gurat daun berwarna agak keputihan.
• Umbi berwarna agak putih.
• Bunga tumbuh setelah tanaman berusia 3 bulan.
2. Typhonium flagelliforme dari Cina Selatan
• Daunnya berbentuk lonjong, meruncing di kedua ujungnya seperti bentuk daun bambu.
• Berbunga setelah berusia 6 bulan.
3. Typhonium trilobatum atau Half Summer
• Daunnya bergelombang dan berwarna hijau keruh.
• Gurat daun berwarna keunguan.
• Umbinya berwarna coklat tua.
Yang Perlu diperhatikan
- Keladi tikus tidak baik bagi wanita hamil.
- Bila perut terasa sangat nyeri setelah minum jus keladi tikus, hentikan pemakaiannya. Gantilah dengan kapsul ekstrak keladi tikus. Efektivitasnya hampir sama dengan jusnya.
- Sesudah operasi, jangan langsung mengkonsumsi keladi tikus. Tunggulah setidaknya dua minggu.
- Adanya efek ‘pembersihan’ setelah mengkonsumsi keladi tikus, yaitu: rasa mual, sedikit lesu, diare, kotoran menjadi hitam dan lebih berbau pada dua hingga tujuh hari pertama.
- Kadang-kadang orang muntah atau mual setelah lama minum jus keladi tikus. Kalau itu terjadi, hentikan pemakaian untuk sementara sampai gejala hilang atau kurangi dosisnya.
- Wanita yang menstruasinya tidak teratur karena kemoterapi, akan teratur kembali setelah mengkonsumsi keladi tikus. Sebaliknya, wanita yang menstruasinya memang datang teratur akan mengalami sedikit gangguan menstruasi.
- Minum air yang cukup. Kekurangan air saat mengkonsumsi tanaman ini bisa menyebabkan rasa tertekan di dada.
- Belum banyak orang yang betul-betul mengenal bentuk keladi tikus. Karena itu, mintalah konfirmasi dari seorang ahli tanaman obat untuk memastikan apakah tanaman yang akan Anda pakai benar-benar keladitikus.
Sumber : Majalah Nirmala Juli 2001
No related posts.














Discount sampai







4 Comments
Assl.pak Saya mau nayak Pa keladi tikus ini hanya terdapat di pulau Jawa Za law di daerah pulau sumatera ADA gak Ya pak Soalnya Saya mau buat penelitian Nich…!
Hi, ur blog is really nice, while reading I truly like it. I just wanna suggest that u should go for blog advertising & marketing there is a website which is offering very unique features at affordable prices there are expert advertising team who will promote ur blog & affiliate ads through all over the networks which will definitely boost ur traffic & readers. Finally I have bookmarked ur blog & also shared this blog to my friends.. i think my friend might too like it hope u have a wonderful day & !!happy blogging!!.
Keladi tikus nama lainnya adalah : bira kecil, ki babi, daun pantasusu, trenggiling, mentik, ileus, kalamoyang, gofu sepa. Untuk lebih memungkinkan mencarinya sebaiknya memakai bahasa ilmiahnya yaitu : Typhonium divaricatum (L) Dence).Setiap daerah namanya lain seperti contohnya di daerah Purwokerto namanya : kencur2an, kate2an, badul. Kami tidak mengetahui apakah di Sumatra ada apa tidak.Paling banyak ditemukan adalah di Tanah Jawa tumbuh pada daerah ketinggian 5-700m dpl (di atas permukaan laut). Mohon ma’af, Itu saja yang dapat kami informasikan .
http://lumerkoz.edu Excellent work, Nice Design
Write a Comment