Home / Alam Islami / Pengadilan Bangladesh Hukum Mati Pimpinan Jamaat Islami
Bangladesh Vonis Mati Pimpinan Jamaat Islami-islamicgeo

Pengadilan Bangladesh Hukum Mati Pimpinan Jamaat Islami

BANGLADESH, ALAMISLAMI.COM — Pengadilan Bangladesh menjatuhkan vonis mati terhadap Pimpinan Jamaat Islami, Motiur Rahman Nizami yang juga menjabat sebagai ketua Partai Jamaah el-Islami Bangladesh.

Pengajuan banding yang diajukan pemimpin partai Islam terbesar Bangladesh terhadap hukuman mati atas dakwaan terlibat perang pembebasan 1971 ditolak. Seperti diungkapkan pengacaranya. Hal ini membuka jalan baginya untuk digantung.

Mahkamah Agung pada hari Kamis (5/5/2016) menolak pegajuan banding Motiur Rahman Nizami, ketua partai terlarang Jamaah el-Islami yang menentang perang kemerdekaan dari Pakistan.

Pria berusia 73 tahun, yang juga diberi hukuman seumur hidup karena dakwaan empat kejahatan perang lainnya telah kehabisan semua opsi hukum dan hanya pengampunan presiden yang bisa menyelamatkannya.
Jamaat menyerukan pemogokan nasional Ahad besok sebagai respon, sebagaiamana dirilis dalam situs resmi Jamaat Islami.

Mahkamah Agung pada bulan Januari lalu telah melakukan hukuman mati bagi Nizami pada keyakinan genosida, pemerkosaan dan mendalangi pembantaian intelektual atas selama perang.

Apakah Bangladesh bergerak menuju negara satu partai?

Pemimpin Jamaat Islami, telah dipenjara sejak 2010, ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kejahatan perang pada tahun 2014.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan sekitar tiga juta orang tewas dan lebih dari 200.000 wanita diperkosa selama konflik. Bangladesh awalnya adalah wilayah Pakistan Timur memisahkan diri untuk menjadi Bangladesh setelah perang.

Keputusan pengadilan memicu kekerasan dan menuai kritik keras dari politisi oposisi, termasuk Jamaat-e-Islami, yang mengatakan itu tumbal lawan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Ada apa di balik pengadilan kejahatan perang Bangladesh?

Tidak ada Perdamaian Tanpa Keadilan, sebuah kelompok hak asasi yang berbasis di Italia, menyebut pengadilan Bangladesh dengan mengatakan “senjata balas dendam dipengaruhi politik yang tujuan sebenarnya untuk menyasar oposisi politik”.

Seorang pemimpin senior Jamaat-e-Islami yang tinggal di luar Bangladesh mengatakan kepada Aljazeera.com menyebut berita putusan itu “menghancurkan”.

“Ini bukan yang pertama hukuman mati yang jatuhkan oleh peradilan Bangladesh” kata pejabat partai tersebut yang tidak mau disebutkan namanya.

“Tidak hanya itu, setidaknya 20.000 pekerja Jamaat berada di penjara tanpa tuduhan apapun. Polisi telah menggerebek dan menangkap banyak orang yang menghadiri pengajian agama atau Quran. Dan masyarakat internasional menolak tuduhan tersebut dan juga proses pengadilan.”

Reaksi Internasional

Ahli hukum internasional menyatakan keprihatinannya atas kurangnya mekanisme akuntabilitas yang tepat di Bangladesh dan menyerukan PBB untuk mendukung mekanisme pengawasan internasional.

Sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh enam ahli hukum, mengatakan: “Hal ini dengan penyesalan yang mendalam bahwa praktek Pengadilan saat ini Bangladesh adalah Kejahatan Internasional (BICT) dan telah gagal menegakkan standar internasional diperlukan dalam kasus tersebut, khususnya yang berkenaan dengan hukuman mati. “

Vonis tersebut telah mengakibatkan munculnya tindakan kekerasan di Bangladesh, seperti kasus tewasnya blogger atheis, akademisi, agama minoritas dan bantuan pekerja asing.

Pada bulan lalu misalnya, lima orang, termasuk seorang guru universitas, dua aktivis gay dan Hindu (baca: Editor Majalah LGBT di Bangladesh Tewas Dibacok) telah dibajak sampai mati oleh kelompok bersenjata yang diduga oleh Pemerintah tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh Jamaat dan kelompok-kelompok oposisi lainnya. Sementara Jamaat menyangkal tuduhan tersebut. (Hizbullah).

Sumber: Islamicgeo.com

image_pdf

Comments

comments

About admin

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *