Home / Berita / Pengadilan Jerman menolak tuntutan korban Love Parade
Loveparade-Duisburg

Pengadilan Jerman menolak tuntutan korban Love Parade

Berlin, ALAMISLAMI.COM – Pada 6 tahun lalu terjadi tragedi besar di jerman, kota Duisburg, ketika diadakan pesta Love Parade. Ketika menuju ke lokasi para pengunjung Love Parade melalui sebuah jalanan kecil. Ada suatu hal yang memicu kepanikan dan membuat mereka bergegas untuk keluar dari jalan kecil tersebut. Kepanikan membesar dan mengakibatkan beberapa orang jatuh dan terinjak pengunjung lainnya. Akibatnya lebih dari 600 orang terluka dan lebih dari 20 orang meninggal.

Kasus ini sudah diajukan ke pengadilan kota Duisburg sejak 6 tahun. Seorang ahli “kepanikan massa” dari Prancis telah membuat laporan dan analisa tentang kejadian. Hasil dokumentasi sekitar 47.000 halaman. Setelah bertahun-tahun diproses akhirnya pengadilan Duisburg beberapa hari belakangan ini menyatakan tidak akan menindaklanjuti proses. Sehingga para terdakwa, yaitu 6 orang dari pihak pemda Duisburg dan 4 orang dar pihak penyelenggara, bebas samasekali dari tuntutan. Pengadilan Duisburg memberi alasan bahwa hasil analisa dari ahli orang Prancis itu menunjukkan tidak ada kesengajaan dari para terdakwa. Disisi lain ahli tersebut diragukan obyektifitasnya dan cenderung berpihak kepada korban.

Masyarakat Jerman dan pejabat negara bagian terkait sangat kecewa dengan keputusan pengadilan tersebut. Namun tidak mudah lagi untuk mengangkat kasus ini di pengadilan, karena syarat peninjauan kembali adalah adanya fakta-fakta baru untuk sebagai bahan kajian di pengadilan. Sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut ke arah peninjauan kembali kasus ini. Sumber welt.de (IDR).

image_pdf

Comments

comments

About Nuryadi Ngadirin

Check Also

555444332211

Pengadilan Kasasi Mesir masukkan tokoh Ikhwan dalam list teroris

KAIRO, ALAMISLAMI.COM – Mahkamah Pengadilan Kasasi Mesir menguatkan putusan yang menetapkan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin masuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *