Home / Afrika / Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya
Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan melatih dengan paksa anak-anak, kejahatan-kejahataannya juga ditujukan untuk menyerang lembaga-lembaga dan infrastruktur negara, di samping menyasar proverti dan keamanan warga negara yang menyebabkan ribuan orang penduduk mengungsi dari wilayah konflik.

Perpindahan gerakan-gerakan pemberontak ini untuk berperang sebagai pasukan bayaran (Murtaziqah) yang mempraktekkan beragam jenis kejahatan terorganisir di sebagian negara tetangga. Hal ini tidaklah aneh, karena sejak awal berdirinya, gerakan-gerakan ini telah mempraktekkan , dimana gerakan-gerakan separatus ini telah ikut serta dalam peperangan internal di negara Chad, kemudian Libya bersama dengan pasukan Qadafi melawan pasukan revolusi Libya, juga ikut terlibat dalam peperangan di Sudan Selatan. Semua ini sesuai dengan laporan khusus yang diterbitkan oleh utusan PBB dan IGAD (Intergovernmental Authority on Drought and Development).

Baca juga: (Dokumen Rahasia) inilah beragam kejahatan pasukan bayaran Darfur di Libya (1)

Strategi terakhir dari gerakan-gerakan separatis Darfur ini yang bergerak bersamaan dengan paksi di Libya dan Sudan Selatan yaitu untuk bersatu padu di Darfur kemudian masuk ke wilayah Lembah Hor dan memproklamirkan pembebasan wilayah Lembah Hor.

Dukungan yang didapatkan gerakan-gerakan ini dapat dilihat dalam pertempuran-pertempuran proxy bersama dengan pasukan Hafter.

Pertempuran Gerakan Separatis Darfur bersama Hafter

Sejak awal tahun 2015 lalu, Gerakan Separatis Darfur telah mendukung pasukan Jenderal Khalifa Hafter di Timur Libya, khususnya dalam penguasaan ladang minyak dengan imbalan mendapatkan gaji bulanan bagi pasukannya, di samping mendapatkan bantuan militer. Hal ini disebutkan dalam laporan akhir yang diterbitkan oleh tim ahli yang concern di Sudan, terbit pada tanggal 9 Januari 2017 M, laporan ini ditujukan kepada Ketua Dewan Keamanan PBB dan ditandatangani oleh Ketua Tim Volodymyr Ilchenko dalam pasal kelima (Dinamika Konflik) paragraf (17, 19, 30), hal yang sama disebutkan hasil pertemuan terakhir SISA di Khartoum yang menyebut gerakan-gerakan Darfur yang melakan pertempuran proxy di Libya sebagai gerakan penjarah.

Baca juga: Perang Libya Rasa Darfur

Interogasi terhadap tawanan gerakan-gerakan Darfur yang datang dari Libya dan berhasil ditangkap di wilayah Lembah Hor pada tanggal 20 Mei 2015, setelah mereka ikut serta dalam peperangan Bir Marji, menunjukkan dukungan besar yang diberikan kepada mereka dari Hafter dan lembaga-lembaga yang mendukung mereka.

Lembaga-lembaga penting yang mendukung gerakan-gerakan ini di Libya

  1. Dukungan terus menerus dari Jenderal Hafter, sebagai pasukan bayaran dalam peperangan yang diikutinya di Libya, dukungan terakhir sejumlah (45 Land Cruiser, senjata berupa senjata ringan, menengah dan berat, misi militer, di samping bayaran gaji. Dukungan ini diterima melalui orang yang disebut Hilal Musa, Kepala Suku wilayah Zulla yang menjadi jalur komunikasi antara Hafter dan para separatis Darfur.
  2. Sebagian lembaga-lembaga regional mendukung gerakan ini melalui Hafter, dukungan terakhir berupa dukungan 14 kendaraan lapis baja. Dalam serangan terakhirnya, Gerakan Separatis Darfur menggunakan 6 kendaraan lapis baja, yang kemudian diambil alih oleh pasukan Sudan dan 8 lainnya disimpan di wilayah Zullah.

Baca juga: Tuduhan Amnesty Internasional terhadap Sudan terkait penggunaan senjata Kimia di Darfur

Peperangan yang diikuti oleh Gerakan Separatis Darfur di Libya

 

Berikut adalah sejumlah serangan yang dilakukan oleh Gerakan Separatis Darfur di Libya, di antaranya:

  1. Serangan Kafrah pada tanggal 20 September 2015
  2. Operasi penjarahan, penculikan dan bandit (Jalan Ajdabia dan Kufra).
  3. Penjarahan ladang minyak di wilayah Al-Sarir antara Ajdabia dan Kufra.
  4. Bersama Hafter dalam poros Bengazi dan Ajdabia.
  5. Bersama dengan Hafter dalam sejumlah serangan terhadap wilayah Bulan Sabit Minyak (Crescent oil area).
  6. Bersama pasukan Colonel Mohammed bin Nayel, bagian dari pasukan Hafter di Selatan Libya di Poros Barak Syathi dan Sebha.
  7. Terakhir bersama Hafter pada tanggal 5 Juli 2017 dalam upaya pasukan Hafter untuk menguasai Kota Sirte yang dikalahkan oleh pasukan Al-Bunyan al-Marshush di wilayah Buhadi, Tenggara Kota Sirte.

Aksi kejahatan Gerakan Separatis Darfur di Libya

1. Gerakan Separatis Darfur mendukung Suku Tabu dalam perang antar suku di Libya; melawan Suku Tuareg di wilayah Opare dan saat perang melawan Suku Zwai di wilayah Kufra.

2. Menyelundupkan bahan bakar dan persediaan makanan dari Selatan-Barat Libya ke Sudan dan Chad, sebagian kelompok separatis ini juga aktif melakukan aksi imigrasi illegal.

3. Sebagian kelompok mereka aktif melakukan aksi-aksi bandit di jalan antara Kufra dan Benggazi, menculik warga Libya dan hanya bisa bebas dengan membayar uang tebusan, juga mewajibkan upeti bagi warga dan pemilik mobil truk dagang.

4. Sebagian kelompok gerakan separatis Darfur ini berkumpul melakukan aksi kejahatan di jalur padang pasir antara Obari dan Marzuq, menjarah kendaraan seperti menjarah lebih 100 unit mobil milik Bulan Sabit Merah Libya.

Keberadaan Gerakan Separatis Darfur di Libya saat ini

Keberadaan Gerakan Separatis Darfur di Libya saat ini, di antaranya Gerakan Minnie Arko Minnawi, Kelompok Saleh Jabal Si, faksi Pembebasan Sudan yang baru-baru ini menyatu yaitu kelompok al-Halik Ali Carpino, Al-Wahdah, Kelompok Abdullah Janna), Al-Adl wa al-Musawa (Keadilan dan Persamaan) dan Kelompok Abdel Wahed Mohamed Nour. Kelompok-kelompok separatis ini masih terus berkomunikasi dengan pasukan Hafter.

Distribusi Gerakan Separatis Darfur di Libya

Distribusi gerakan-gerakan separatis Darfur yang menjadi pasukan bayaran Hafter di Libya dapat dibagi sebagai berikut:

1. Pasukan Minnie Arko Minnawi dan Saleh Jabal Si berada di wilayah Zullah Libya dengan kekuatan sekitar 135 kendaraan dan sekitar 350 personil yang dipimpin oleh Jumaa Hakkar, Pimpinan Umum pasukan Minnie Arko dan wakil pimpinan Umum Jabir Ishaq, sementara pasukan Saleh Jabal saat ini berada Chad Timur melatih personil yang berada di camp-camp pengungsian di Chad Timur.

2. Aliansi Faksi Pembebasan Sudan yang berpusat di wilayah Lembah al-Namus Selatan Libya dengan kekuatan yang sekitar 90 kendaraan dan sekitar 450 personil yang terdiri dari (kelompok al-Halik Ali Carpino dengan kekuatan 60 kendaraan dan 250 pejuang di bawah komando Ahmed Abo Tanaka, Kelompok Abdullah Janna dengan kekuatan sekitar 27 kendaraan dan 150 personil di bawah komando Abdullah Janna, dan Kelompok Al-Wahdah dengan kekuatan 3 kendaraan dan 50 personil yang dipimpin oleh Abod Adam Khatir.

3. Gerakan Adil wa al-Musawa yang bermarkaz di Selantan Kota Murada dengan kekuatan 13 kendaraan dan sekitar 90 personil di bawah komando Abdol Karem Syalwy, dan terakhir tokoh separatis Basyarah Sulaiman yang belum lama ini ikut bergabung di Libya dan mengaktifkan hubungan antara kelompok Al-Adl wa al-Musawa dan Hafter.

4. Kelompok Abdol Wahid Mohammad Nur yang bermarkaz di Timur Sabha dengan kekuatan sekitar 7 kendaraan perang dan 35 personil di bawah komando Youssef Kargkola.

Komentar

Seluruh indikasi ini menegaskan bahwa keterlibatan gerakan-gerakan separatis ini dalam pertempuran proxy di negara-negara tetangga khususnya di Libya semakin menambah krisis internal yang terjadi di negara-negera tetangga yang berpengaruh pada krisis kawasan secara keseluruhan.

Aktifitas-aktifitas gerakan separatis ini menuntut pentingnya intervensi masyarakat dan komunitas internasional sesegera mungkin dan memberikan tekanan kepada Jenderal Khalifah Hafter yang menjadi pendukung utama gerakan-gerakan seperatis ini, dan mengusirnya keluar dari Libya dengan cepat dan tuntas.

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Putin Dunia Islam dapat memperhitungkan Russia-islamicgeo

Putin: Dunia Islam dapat Memperhitungkan Russia

MOSCOW, ALAMISLAMI.COM — Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan pada Rabu (17/5) bahwa Russia akan selalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *