Home / Amerika / Pertempuran Neokonservatif vs Donald Trump
usa

Pertempuran Neokonservatif vs Donald Trump

Pertempuran perebutan kursi presiden Amerika semakin panas, termasuk kelompok neokonservatif yang ingin menjegal Donal J. Trump, salah satu kandidat presiden dari Partai Republik. Surat kabar ternama The New York Times mengeluarkan tulisan berjudul “The Neocons vs. Donald Trump” yang memaparkan bagaimana usaha kelompok neokonsenvatif dalam membendung Donald Trump, dan menyebutnya musuh otoriter dan membahayakan demokrasi Amerika. Episode baru pertempuran politik internal di Amerika terjadi.

Kelompok neokonsenvatif ini terus melakukan kampanye dan bulan lalu di surat kabar, Eliot A. Cohen (seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri di era Presiden Bush) menggambarkan Trump sebagai gejala yang lebih luas “moral busuk”. Dalam sebuah surat terbuka juga, lebih dari 100 pakar kebijakan luar negeri dari kelompok Republik, termasuk kelompok neokonservatif seperti Cohen dan Robert Kagan, serta tokoh-tokoh kebijakan luar negeri lain seperti mantan Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick, mengumumkan “mereka bersatu dalam oposisi terhadap Donald Trump”.

Trump memang terkenal akan pikiran kontroversialnya termasuk sikapnya terhadap Islam dan menyebarkan Islamophobia. Di awal Maret 2016 dalam sebuah wawancara ia mengatakan “Islam membenci kita.” Ia juga mengatakan bahwa jika terpilih menjadi presiden akan mempertimbangkan untuk mengirim 30.000 tentara AS ke Timur Tengah untuk memerangi militan Islam.

Dalam persaingan di kubu Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menjadi kandidat kuat untuk menjadi lawan dari kubu Republik. (NN)

image_pdf
Pertempuran perebutan kursi presiden Amerika semakin panas, termasuk kelompok neokonservatif yang ingin menjegal Donal J. Trump, salah satu kandidat presiden dari Partai Republik. Surat kabar ternama The New York Times mengeluarkan tulisan berjudul “The Neocons vs. Donald Trump” yang memaparkan bagaimana usaha kelompok neokonsenvatif dalam membendung Donald Trump, dan menyebutnya musuh otoriter dan membahayakan demokrasi Amerika. Episode baru pertempuran politik internal di Amerika terjadi. Kelompok neokonsenvatif ini terus melakukan kampanye dan bulan lalu di surat kabar, Eliot A. Cohen (seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri di era Presiden Bush) menggambarkan Trump sebagai gejala yang lebih luas "moral busuk". Dalam sebuah…

0

User Rating: Be the first one !

Comments

comments

About Nuryadi Ngadirin

Check Also

Serangan teror di Mancehester dan dampaknya terhadap komunitas Muslim-ISLAMICGEO

Serangan teror di Mancehester Inggris

Ringkasan peristiwa Terjadi ledakan bom bunuh diri Senin (22 Mei) malam sekitar pukul 22.30 di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *