Home / Eropa / Belanda / Reaksi Pemerintah Belanda terhadap Brexit
46290628.jpg

Reaksi Pemerintah Belanda terhadap Brexit

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 25/6/2016 — Reaksi pemerintah Belanda cukup terkendali terhadap hasil referendum 23/6/2016 yang dimenangkan warga Inggris yang memutuskan keluar dari Uni Eropa (Brexit). Meskipun sempat sedikit kaget dan kecewa dengan hasil tersebut, Perdana Menteri Mark Rutte menegaskan bahwa Belanda kini harus fokus menciptakan stabilitas ekonominya (“We moeten nu zorgen voor de stabiliteit in onze economie.”). Mengapa? Menurut PM Rutte saat ini implikasi riil dari Brexit itu bagi Belanda masih samar untuk diprediksi. Disamping itu, PM Rutte juga menegaskan bahwa Brussel harus menanggapi pilihan rakyat Inggris tadi sebagai stimulus untuk mengatasi ketidaktentraman di dalam Uni Eropa. Ada semacam ’frustrasi’ di kalangan publik Eropa terhadap Brussel. Akan tetapi PM Rutte tidak melihat adanya animo yang besar di Belanda untuk mengikuti Brexit.

Sementara itu Menteri Keuangan Jeroen Dijsselbloem menilai Brexit sebagai sebuah ‘kenyataan baru’ yang harus diterima. Menurutnya yang urgen saat ini ialah menjaga stabilitas ekonomi dan politik di Eropa. Agenda dia sebagai Ketua Eurogroep tidak berubah. Bahwa kerjasama akan terus ditingkatkan dan diperdalam untuk melakukan reformasi struktural agar Eurozone semakin mampu bersaing serta menuntaskan pemulihan ekonomi. (…. “Voor mij blijft het belangrijkste om economische en politieke stabiliteit in Europa te houden …. Mijn agenda voor de Eurogroep verandert niet. We zullen de samenwerking blijven versterken en verdiepen. Samen werken aan structurele hervormingen om concurrerender te worden. We zijn vastberaden om het economisch herstel voort te zetten.”). Menteri Dijsselbloem menggarisbawahi bahwa Belanda tidak akan melakukan Nexit (Netherlands Exit) (“Wij moeten niet pad Britten volgen.”)

Sedangkan Wakil Perdana Menteri Lodewijk Asscher mengatakan bahwa keputusan rakyat Inggris menjadi sebuah ‘resiko’ terhadap penyusunan APBN Belanda untuk tahun depan. Brexit menurutnya berdampak negatif terhadap ekonomi Belanda meskipun belum dapat diukur dengan pasti. (“Hoeveel het schaadt kun je nu nog niet zeggen.”). Bulan September nanti Kabinet akan menyampaikan nota APBN. Pada saat itu baru akan dapat diketahui dengan pasti akibat finansial dari Brexit. Akan tetapi Menteri Ascher menegaskan bahwa hubungan perdagangan dengan Inggris harus tetap dijaga.

Dari Luxemburg, Menteri Luar Negeri Bert Koenders berpendapat bahwa Brexit merupakan ‘lembaran baru’ (‘een nieuwe bladzijde omgeslagen’). Hendaknya, menurut Menteri Koenders, hasil tersebut dijadikan langkah awal untuk mengatasi ‘kekuatiran-kekuatiran’ yang berkembang di dalam dan terhadap Eropa saat ini.

Keterangan foto: Perdana Menteri Rutte © Bart Maat/ANP/De Telegraaf

 

image_pdf

Comments

comments

About Baba Siu

Check Also

555444332211

Pengadilan Kasasi Mesir masukkan tokoh Ikhwan dalam list teroris

KAIRO, ALAMISLAMI.COM – Mahkamah Pengadilan Kasasi Mesir menguatkan putusan yang menetapkan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin masuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *