Home / Alam Islami / Serangan Bom di St. Petersburg Russia: Dampak Kebijakan Russia di Timur Tengah?
_95449422_russiaflowers

Serangan Bom di St. Petersburg Russia: Dampak Kebijakan Russia di Timur Tengah?

Oleh: Agung Nur Wijoyo

Kronologi Kejadian

14 orang tewas dan 50 orang luka-luka dalam serangan bom yang terjadi di Kota St. Petersburg, Rusia pada Senin (3/4). Otoritas anti-teror Rusia mengatakan bahwa ledakan terjadi pada pukul 14.20 waktu setempat saat kereta akan meninggalkan Stasiun Institut Teknologi (Tekhnologichesky Institute) menuju Stasiun Sennaya Plochchad. Selain itu, pihak keamanan Rusia juga menemukan bahan peledak di Stasiun Ploschad Vosstaniya tetapi berhasil diamankan. Jalur kereta api St Petersburg merupakan jalur kereta api ke 19 tersibuk di dunia dimana 2 juta penumpang menggunakan jalur transportasi ini setiap harinya.

Pemerintah setempat juga menyatakan empat hari berkabung atas kejadian ini. Serangan teror ini terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi St. Petersburg. Di hari serangan teror berlangsung, Putin tengah melakukan pertemuan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di Istana Konstantin di Strelna yang masih bagian dari St. Petersburg. Putin juga mengucapkan belasungkawanya atas kejadian ini dan dirinya masih menunggu hasil investigasi akan ledakan ini. Hal ini sejalan dengan pernyataan PM Rusia Dmitry Medvedev yang menyatakan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari “aksi teror”.

Viktor Ozerov pimpinan dari Komite Keamanan Dewan Federal Russia mengatakan bahwa pilihan kota St. Petersburg sebagai target serangan sangat terkait dengan kunjungan Putin ke St. Petersburg dimana media juga tengah berkumpul disana.

Kantor berita Rusia Interfax melaporkan bahwa ledakan ini disebabkan bom yang berisi pecahan peluru meriam (shrapnel). Dari peristiwa ini, stasiun kereta bawah tanah di St. Petersburg berhenti beroperasi dan mulai kembali membuka pelayanan di stasiun secara sebagian pada 20.52 waktu setempat. Badan nasional anti-terorisme memperketat keamanan di semua fasilitas transportasi di seluruh Rusia.

St. Petersburg (dahulu bernama Leningrad) merupakan kota terbesar kedua di Rusia dan merupakan kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Rusia. Dari peristiwa ini, pemerintah St. Petersburg memberikan bantuan sebesar 23 juta rubel kepada korban tewas dan luka-luka akibat kejadian ini.

Pelaku Serangan Bom

 


Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggunjawab atas serangan yang terjadi. Namun, pendukung dari ISIS merayakan adanya serangan ini. Disamping itu, televisi Russia Rossiya-24 dan media online Russia Fontanka melansir gambar terduga pelaku serangan bom di St. Petersburg tetapi belum ada keterangan lebih lanjut dari otoritas Rusia akan kabar tersebut. Fontanka menuliskan terduga pelaku tersebut masuk Stasiun Petrogradskaya 20 menit sebelum ledakan terjadi. Saat ini, pihak keamanan Russia tengah memburu dua orang terduga pelaku serangan bom di St. Petersburg.

Beberapa jam setelah investigasi dilakukan, pihak otoritas keamanan nasional Kyrgyzstan mengafirmasi bahwa pelaku serangan bom di St Petersburg adalah seorang warga negara Russia kelahiran Kyrgyz bernama Akbarzhon Dzalilov atau Jalilov. Kantor berita Interfax mengatakan pelaku berusia 23 tahun dan terkait dengan kelompok Islam radikal tetapi tidak secara detil dijelaskan afiliasi dari pelaku teror tersebut.

Respon Dunia Internasional

Beberapa tokoh dunia juga berikan belasungkawanya atas kejadian ini.

  1. Menlu Inggris Boris Johnson: Horrified by news of explosion in St.Petersburg. My sympathies are with the victims and their families.
  2. Wakil Presiden Komisi Uni Eropa Federica Mogherini: Following the news coming from #SaintPetersburg, together with all EU Foreign ministrers. Our thoughts are with all people of #Russia
  3. Sekjen NATO Jens Stoltenberg: Deepest sympathy to those affected by the #StPetersburg metro explosion, their loved ones and the Russian people.
  4. Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyatakan belasungkawa atas ledakan yang terjadi di St. Petersburg dan duka mendalam bagi keluarga korban
  5. Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev megutarakan duka citanya kepada keluarga korban tragedi ledakan di St. Petersburg, Rusia.
  6. PM Israel juga menyatakan belasungkawa kepada korban serangan bom yang terjadi di St Petersburg
  7. Presiden Kyrgyzistan menyatakan belasungkawa atas peristiwa ini.
  8. PM Georgia Giorgi Kvirikashvili menyatakan duka cita kepada korban tewas, luka-luka dan keluarganya atas serangan bom yang terjadi di stasiun kereta di Kota St. Petersburg.
  9. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev turut berdukacita kepada korban atas ledakan yang terjadi di St Petersburg. Dirinya turut mengutuk apa yang terjadi dengan menargetkan rakyat sipil tidak berdosa.
  10. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan bom tersebut merupakan “terrible thing” yang terjadi di seluruh dunia.

Inggris, AS dan Australia menjadi beberapa pihak yang telang mengeluarkan travel advice kepada warga negaranya yang tengah berkunjung ke Rusia yang berisi untuk lebih ekstra hati-hati dan mengikuti saran yang diberikan otoritas setempat. Kemenlu Australia menyatakan bahwa “Russian intervention in the conflict in Syria has heightened Russia’s profile with terrorists linked to or inspired by the conflict.

Beberapa Serangan Teror di Russia

Sebelumnya, Rusia menjadi target serangan militan Chechnya. Konflik antara Rusia dan militan Chechnya telah terjadi sebelum terjadinya Perang Chechnya pada tahun 1995. Setidaknya beberapa serangan teror yang terjadi di Russia:

Pada 27 November 2009 kelompok yang menamakan dirinya “Caucasus Emirate” (sumber lain menyebutkan “Mujahidin Kaukasus”) tersebut menyatakan bertanggungjawab atas ledakan yang terjadi di kereta Nevsky Express cepat jalur Moskow-St Petersburg yang menewaskan 27 orang dan melukai 95 orang.

Pada 29 Maret 2010 sebanyak 38 orang tewas dalam dua serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh dua wanita –dengan sebutan ‘black-widows’– yang memiliki koneksi dengan militan Chechnya di stasiun kereta bawah tanah di Moskow. Serangan ini yang disebut otoritas Russia sebagai “Serangan teroris paling mematikan di Ibukota Russia dalam 6 tahun terakhir”. Ledakan pertama terjadi di Stasiun Lubyanka yang menewaskan 24 orang dan ledakan kedua terjadi di Stasiun Park Kultury yang menewaskan 12 orang.

Pada 24 Januari 2011, sebanyak 37 orang tewas dan 172 orang luka-luka dalam serangan yang terjadi di wilayah kedatangan di Bandara Domodedevo yang merupakan salah satu bandara tersibuk di kota Moskow. Korban dari serangan bom tersebut didominasi warga Rusia dan selain itu juga warga negara Tajikistan, Jerman, Uzbekistan, Inggris, Austria dan Ukraina. Dalam investigasi otoritas Rusia menyatakan bahwa serangan bom bunuh diri di bandara Domodedovo pada 24 Januari yang menewaskan 37 orang dan melukai lebih dari 180 orang tersebut diprakarsai oleh Doku Umarov dan militan lainnya. Umarov sendiri tewas dalam baku tembak yang terhadi di provinsi Ingushetia di barat Chechnya. Doku Umarov merupakan pimpinan dari kelompok teror Caucasus Emirate. Pada 2004, 330 orang dimana setengahnya anak-anak terbunuh saat pihak keamanan di Selatan Rusia berusaha membebaskan mereka yang ditawan oleh kelompok militan Islam. Pada 2002, sebanyak 120 tawanan terbunuh saat polisi berusaha membebaskan meeka di gedung teater Moskow.

Pada 30 Desember 2013, bum bunuh diri terjadi di bus kota di kota Volgograd (dahulu bernama Stalingard) yang menewaskan 17 orang termasuk tersangka pembom bunuh diri dan melukai lebih dari 20 orang. Satu hari sebelumnya terjadi bom bunuh diri di Stasiun Volgograd-1 yang menewaskan 18 orang dan melukai 44 orang.

Rusia sebagai Target Kelompok Teror?

Di masa Vladimir Putin, perang terhadap terorisme menjadi prioritas bagi pemerintah Russia. Benar sebenarnya perkataan Putin bahwa terlalu dini dalam menerka siapa pelaku dari serangan bom di St Petersburg ini. Namun, hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa keberadaan Rusia pada saat ini seolah menggantikan posisi AS sebagai target utama bagi gerakan terorisme seperti Al Qaeda, ISIS dan kelmpok jihadis lainnya. Jika sebelumnya di kawasan Kaukasus, ancaman utama (existential threat) Russia berasal dari Chechnya maka di saat ini ancaman lebih beragam dengan bentuk transformasi dari ancaman nasionalisme-teritorial kepada ancaman dari kelompok radikal agama.

Dinas intelijen Rusia FSB (Federal’naya Sluzhba Bezopasnosti Rossiyskoy Federatsii / Federal Security Service) yang merupakan suksesor dari KGB (Komitet Gosudarstvennoj Bezopasnosti / Committee for State Security) terus melakukan investigasi atas ledakan ini. Frank Gardner, kontributor bidang keamanan BBC menuliskan ada dua dugaan kuat pelaku. Pertama, kelompok yang terinspirasi ISIS akibat serangan Rusia di Suriah. Diperkirakan sekitar 2.000 warga Russia pergi bergabung kelompok ekstrim Suriah dan sebagian sudah kembali. Kedua, kelompok nasionalis Chechnya ataupun kombinasi keduanya.

Dari serangkaian serangan yang ada, apa yang terjadi di St Petersburg serupa polanya dengan serangan teror di Rusia dimana teror diarahkan pada objek transportasi di Russia. Selanjutnya, Dalam beberapa serangan teror yang terjadi di Rusia, kota Moskow dan St. Petersburg merupakan target dari sejumlah serangan yang terjadi.

Rusia sendiri telah lama menjadi target serangan dari militan Chechnya. Ancaman bagi Russia juga hadir dari militan Rusia berasal dari negara-negara ex-Soviet seperti Uzbekistan, Tajikistan dan Kyrgyzstan yang pernah bergabung dengan kelompok mujahidin di perang Afghan. Disamping itu, ancaman terhadap Rusia kini berasal dari ISIS yang banyak merekrut militan Chechnya. ISIS saat ini menjadi target bagi Rusia dalam intervensi militer yang dilakukan di Suriah sejak September 2015 bersama dengan rezim Suriah Bashar Al Assad.

Posisi Rusia ini terkait erat dengan kebijakan Rusia di kawasan Timur Tengah khususnya ekskalasi konflik di Suriah, intervensi di Libya serta penempatan militer di pangkalan udara Mesir. Analis juga melihat bahwa kejatuhan ISIS akan berdampak terhadap kembalinya sekitar 2.400 militan yang berasal dari Rusia akan kembali ke Rusia. ISIS pun menjadi pihak yang secara tegas mengancam Vladimir Putin. Hal ini sangat terkait dengan misi Putin dalam operasi militer di Suriah dimana kebijakan yang diambil Putin “two moves ahead” dimana sekitar 2.400 militan yang berperang di Suriah berasal dari Rusia dan merupakan alumni perang Afghanistan yang berhadapan dengan Soviet. Bagi Putin, lebih baik menghadapi mereka di Suriah dibandingkan dengan mereka kembali dan dihadapi Rusia. Hal ini yang dalam diskursus lain akan menjadi pembahasan penting jika ISIS berhasil dilumpuhkan. Intervensi yang dilakukan oleh Rusia dapat mempercepat perubahan yang terjadi di kawasan Kaukasus. Oleh sebab itu, Putin melakukan langkah pre-emptive strike yang dilakukannya di Suriah.

Sumber:

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-metro-explosion-russia-bomb-attack-casualties-blue-line-a7664251.html

http://www.independent.co.uk/travel/news-and-advice/st-petersburg-russia-travel-advice-foreign-office-state-department-moscow-airport-metro-a7664341.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/chechen-warlord-charged-with-organising-attack-on-moscow-airport-2256633.html

https://www.gov.uk/foreign-travel-advice/russia

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-metro-explosions-vladimir-putin-casualties-dead-bomb-attack-a7664316.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/st-petersburg-attacks-isis-russia-bombings-celebrate-islamic-state-response-a7664656.html

http://www.interfax.com/newsinf.asp?id=745262

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=2&id=745227

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=2&id=745227

http://www.interfax.com/newsinf.asp?pg=4&id=745175

http://edition.cnn.com/2017/04/03/europe/st-petersburg-russia-explosion/index.html

https://www.dailysabah.com/europe/2017/04/03/russian-media-outlets-release-cctv-image-of-st-petersburg-metro-explosion-suspect

https://www.dailysabah.com/europe/2017/04/03/at-least-10-killed-50-injured-by-twin-subway-blasts-in-russias-st-petersburg

https://www.rt.com/news/383323-terrorist-attacks-russia-transport/

http://www.bbc.com/news/world-europe-39481770

http://www.bbc.com/news/world-europe-39481067

http://www.reuters.com/article/us-russia-blast-metro-idUSKBN17519G

https://www.washingtonpost.com/news/worldviews/wp/2017/04/03/the-recent-history-of-terrorist-attacks-in-russia/?utm_term=.b8813bf33d1b

http://www.politico.eu/article/st-petersburg-russia-explosion-how-russia-became-the-jihadists-no-1-target-syria-isis-middle-east/

http://www.reuters.com/article/us-usa-russia-libya-exclusive-idUSKBN16K2RY

http://www.politico.eu/article/at-least-10-killed-in-st-petersburg-metro-blasts/

http://edition.cnn.com/2015/11/12/middleeast/isis-russia-threat/

https://www.theguardian.com/world/2017/apr/03/st-petersburg-metro-rocked-by-explosion-sennaya-ploshchad-station

http://edition.cnn.com/2017/04/03/europe/phil-black-russia-attack-analysis/

http://www.telegraph.co.uk/news/2017/04/03/analysis-islamist-terror-returning-russia/

http://www.independent.co.uk/voices/russia-attack-isis-putin-st-petersburg-syria-chechnya-metro-a7665146.html

http://www.independent.co.uk/news/world/europe/russia-attack-st-petersburg-bomber-photo-suspect-attacker-pictures-a7665936.html

https://www.bloomberg.com/politics/articles/2017-04-04/radical-islamist-suspected-in-russia-subway-bomb-that-killed-11

 

 

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *