Home / Alam Islami / Serangan teror di Mancehester Inggris
Serangan teror di Mancehester dan dampaknya terhadap komunitas Muslim-ISLAMICGEO

Serangan teror di Mancehester Inggris

Ringkasan peristiwa

Terjadi ledakan bom bunuh diri Senin (22 Mei) malam sekitar pukul 22.30 di akhir konser penyanyi Ariana Grande di foyer (lobi/kawasan pintu masuk) Manchester Arena. Grande adalah artis yang sangat populer di kalangan anak dan remaja.

Konser dihadiri oleh 21.000 orang, sebagian besar remaja di bawah usia 16 tahun. Ditemukan paku dan mur, yang diyakini sengaja dipakai untuk memaksimalkan dampak ledakan.

Insiden terjadi di foyer, bukan di dalam arena. Pengamanan/pemeriksaan di foyer relative tak seketat di dalam arena, atau di titik-titik/akses ke hall konser.

Setidaknya 22 meninggal dunia, 59 luka-luka. Korban tewas termuda berusia delapan tahun. Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di kawasan Greater Manchester.

Pelaku meninggal di lokasi kejadian dan diketahui bernama Salman Abedi, pemuda kelahiran Inggris berusia 22 tahun yang berlatar belakang Libia.

Ia pernah kuliah di Universitas Salford, Manchester tapi keluar (drop out) dan bekerja di took roti. Beberapa orang yang kenal dengan Abedi mengatakan, ia adalah pengguna ganja.

Teror manchester Salman-Abed-islamicgeo

Orang tuanya diyakini sudah kembali ke Libia. Beberapa media dalam negeri berspekulasi, mungkin Abedi punya kaitan dengan teroris di Libia.

Lembaga keamanan belum bisa menyimpulkan secara definitive apakah Abedi bertindak sendirian atau bagian dari kelompok. Namun melihat jenis bahan peledak yang dipakai, yang tak sekedar rakitan, tapi tergolong kompleks, diyakini ada orang-orang lain yang membantu Abedi.

Ini yang mendorong pemerintah menaikkan tingkat ancaman teror ke tingkat tertinggi atau critical pada Selasa (23 Mei) malam, yang bermakna serangan lanjutan mungkin terjadi.

Yang menjadi kekhawatiran utama adalah Abedi bagian dari satu kelompok teroris, yang membuka kemungkinan ada pihak lain yang masih memegang bahan peledak atau berencana melancarkan serangan di tempat lain.

Terakait kasus ini, aparat keamanan telah menahan seorang pria berusia 23 tahun.

Reaksi pemerintah

respon pemerintah inggris atas teror manchester-islamicgeo

PM Theresa May sudah ke Manchester dan mendapat update langsung dari kepolisian setempat. Ia menggambarkan serangan ini sangat kejam/barbaric karena menyasar anak kecil dan remaja.

Pada Selasa petang PM May memimpin langsung pertemuan darurat para pejabat keamanan senior, yang biasa disebut sebagai Tim Kobra.

Respons langsung di lapangan berupa peningkatan jumlah personel keamanan. Tingkat ancaman yang masuk critical berarti akan ada pengerahan tentara bersenjata yang mengamankan tempat-tempat atau fasilitas strategis.

Konteks

Serangan di Manchester terjadi hanya beberapa pekan setelah serangan di Westminster, London, yang menewaskan empat orang, puluhan lainnya luka-luka.

Insiden di Manchester ini adalah serangan teror terburuk di Inggris sejak serangan pada 7 Juli 2005 di system transportasi umum London yang menewaskan 52 orang, ratusan lainnya cedera.

Pada 8 Juni Inggris menggelar pemungutan suara, dan serangan membuat kampanye untuk sementara dibekukan. Hingga Selasa malam waktu setempat belum jelas kapan kampanye akan dimulai lagi. Kampanye dibekukan untuk menghormati para korban.

Strategi penanganan

Para analis keamanan meminta pemerintah tak hanya memantau orang-orang atau kelompok yang diduga mendukung ideology ekstrem, tapi mengatasi apa sebenarnya akar permasalahan yang membuat mereka melancarkan serangan.

Kalau tidak, secanggih apa pun kegiatan intelejen atau kebijakan keamanan, serangan akan tetap terjadi.

Spirit kebersamaan

Para sopir taksi yang menawarkan tumpangan gratis ke para korban serangan mendapat pujian luas. Demikian juga dengan komunitas Sikh yang menawarkan penampungan ke mereka yang terdampak dengan serangan. Ada rumah ibadah Sikh di dekat lokasi serangan. Warga juga memberikan bantuan makanan dan darah ke rumah-rumah sakit yang merawat korban.

Dampak ke komunitas Islam

Serangan teror di Mancehester dan dampaknya terhadap komunitas Muslim-- islamicgeo

 

Sejauh ini belum ada laporan mengenai kecaman atau kebencian (backlash) yang diarahkan ke komunitas Islam. Mungkin ini karena pemahaman/kesadaran public bahwa aksi pelaku tidak mencerminkan Islam/sikap mayoritas Muslim.

Setelah serangan di Westminster, juga tidak ada backlash.

Masjid-masjid utama di Inggris langsung mengecam serangan teror semacam ini, yang menjadikan orang-orang yang tak bersalah sebagai korban, adalah tindakan criminal, dan siapa pun pelakunya harus dihukum

Bacaan lebih lanjut:

TIM UK

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

akp turki-islamicgeo

Era Baru AKP: Sebuah Pembelajaran

Oleh: Agung Nurwijoyo “AKP terlahir kembali. AKP bukan sekedar partai bagi pemilihnya, ini adalah partai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *