Home / Alam Islami / Survey: Masyarakat Jerman Menerima Muslim sebagai Bagian dari Jerman tapi Menolak Islam
Fakta Unik, Masyarakat Jerman Menerima Muslim tapi Menolak Islam-islamicgeo

Survey: Masyarakat Jerman Menerima Muslim sebagai Bagian dari Jerman tapi Menolak Islam

JERMAN, ALAMISLAMI.COM — Sebuah koran harian jerman “Bild” baru-baru ini mengeluarkan hasil survey tentang penerimaan orang Jerman pada hal -hal berbau Islam di Jerman.

Uniknya adalah mereka membedakan antara “Islam” dan “Muslim”. Ternyata setengah masyarakat Jerman menganggap bahwa Muslim adalah bagian dari Jerman, sementara 61 persen menolak Islam sebagai bagian dari Jerman.

Penolakan terjadi paling banyak dari masyarakat eks Jerman Timur, sebesar 66 persen. Sedangkan di Jerman anggota partai AFD yang paling banyak anti Islam, yaitu sebesar 91 persen. AFD adalah partai yang sedang naik daun di Jerman.

Seiring dengan maraknya isu Isis dan masalah pengungsi Muslim ke Jerman, banyak masyarakat Jerman yang menjadi antipati terhadap Islam dan memilih AFD sebagai partai faforitnyal.

Partai AFD sendiri secara vulgar menyatakan sebagai partai yang anti Islam. Mereka ingin menggolkan aturan larangan jilbab di Jerman, larangan pelajaran Quran di mesjid, muslimah harus ikut olahraga bercampur dengan pelajar sekolah lelaki, serta penurunan hak hak institusi Islam dan perorangan muslim di Jerman.

Meskipun perkembangan ini tidak menggembirakan bagi muslim yang tinggal di Jerman, tapi sementara ini belum ada efek negatif yang benar benar terasa dalam kehidupan sehari hari, terutama bagi muslim yang tinggal di daerah kota besar bagian Jerman barat. Sementara muslim yang tinggal di exs jerman timur sedikit demi sedikit mulai berpikir untuk “hijrah” ke daerah Jerman barat. (Welt.de/Indra)

image_pdf

Comments

comments

About admin

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *