Presiden Chad membelot dari Keputusan Uni Afrika yang dipimpinnya

Walaupun Uni Afrika telah mengeluarkan sikap yang jelas dan mendukung pemerintah Rekonsiliasi Libya dalam konferensi yang berlangsung di Ibu kota Rwanda, Kigali pada tanggal 17-18 Juli 2016, namun Presiden Chad Idris Dubay mengambil sikap yang berbeda dengan sikap Uni Afrika yang dipimpinnya, dan masuk dalam konflik yang terjadi di Libya, mendukung pasukan Jenderal (Purn) Hefter, pemimpin operasi Karamah.

Pemerintahan Rekonsiliasi Nasional Libya terbentuk setelah upaya panjang internasional untuk mengakhiri konflik di Libya, namun Jenderal Khalifah Hefter dengan bantuan pihak-pihak regional di antaranya Presiden Chad Idris Dubay, telah mencederai upaya tersebut dan meneguhkan Hefter sebagai penguasa militer di Libya, hal ini ditunjukkan dengan kemenangan-kemenangan yang dipimpin oleh Hefter untuk menguasasi wilayah Bulan Sabit Minyak, dan merencanakan menyempurnakan dominasiya di wilayah Barat dan Tengah serta wilayah Selatan Libya.

Strategi dan kemenangan-kemenangan ini adalah hasil koordinasi dan dukungan yang terus menerus yang dipimpin oleh Presiden Idris Dubay yang menerima langsung Jenderal Hefter pada tanggal 13 September lalu di Ibu kota Chad N’djamena, dalam pertemuan tersebut, Presiden Chad secara jelas menjanjikan komitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap operasi Karamah yang dipimpin Hefter hingga mewujudkan tujuannya, sebaliknya Jenderal Hefter memberikan bantuan dana kepada Dubay untuk mencover gaji tentaranya yang ikut serta dalam pertempuran di Libya dengan hitungan seribu lima ratus dinar per prajurit dan dua ribu dua ratus dinar untuk perwira.

Untuk mengamankan pasukan Chad yang bertempur di Libya bersama pasukan Hefter maka Pemimpin militer Chad memobilisasi pasukannya dari sejumlah camp militer di Selatan Chad berbatasan dengan Libya di daerah Jiabao dekat dengan bandara Ouzou wilayah Tibesti, selain itu, militer Chad juga mendorong sekitar 400 prajurit yang diangkut dengan lima puluh dua kendaraan yang dipimpin oleh wakil panglima angkatan bersenjata Chad, Jenderal Saleh Thomas ke daerah Vialargeo di utara Chad dan didampingi oleh mantan komandan angkatan udara Chad dan penasehat militer presiden Chad untuk memerikan pasukan Chad yang konsentarasi di wilayah tersebut dan siap mengambil bagian dalam pertempuran di Libya.

Di dalam Libya sendiri, Mayor Jenderal Hefter telah melakukan persiapan menerima pasukan Chad sebagai pasukan bersama Libya Chad untuk mengamankan perbatasan dua negara dan melawan teroris di Selatan Libya. Mayor Hefter juga meminta warga Benghazi untuk mengabaikan rumor tendensius tentang partisipasi tentara Chad dalam pertempuran bersama Hefter. Hefter juga mengeluarkan Identitas Libya untuk pasukan bayaran yang bertempur bersama pasukanya dari Chad dan pasukan gerakan-gerakan pemberontak Sudan.

Kordinasi rapih antara dua pihak yaitu dari pihak Libya yang dipimpin oleh Yasin Abdul Qadir yang dianggap sebagai orang rezim Gaddafi berasal dari suku Zwai dan sekarang tinggal di Mesir, juga Qarin Shalih Qarin yang pernah menjabat sebagai Duta Besar rezim Gaddafi, sementara dari pihak Chad yaitu Zakaria putra Presiden Chad dan Dosa Dubai (saudara kandung Presiden Chad) dan Komandan Angkatan Darat Chad, Mayor Jenderal Kalemie Kodymy.

Hubungan lama antara Jenderal Khalifa Hefter dan Presiden Chad, Idriss Dubay, ketika perang Libya Chad Ouzou, serta kepentingan bersama, mendorong Presiden Idriss Dubay mengambil sikap berseberangan dengan Uni Afrika yang dipimpinnya, ini adalah salah satu kontradiksi yang dilakukan sebagian pemimpin Afrika walaupun hal tersebut bertentangan dengan sikap bersama masyarakat internasional.

Sumber: Kedutaan Sudan Indonesia




Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas di Belanda Naik 11 Persen

DEN HAAG, ALAMISLAMI.COM, 14 Mei 2016 —  Lebih dari 73.000 calon mahasiswa baru telah mendaftar di berbagai universitas di Belanda yang akan mulai kuliah September 2016. Angka itu merupakan peningkatan 11% dibandingkan tahun lalu.

Demikian data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Kerjasama antar-Universitas Belanda (VSNU). Ada 11 universitas negeri yang menjadi anggota VSNU, yaitu: Universiteit Utrecht, Universiteit Leiden, Universiteit Maastricht, Technische Universiteit Eindhoven, Wageningen Universiteit, Universiteit Twente, Technische Universiteit Delft, Rijksuniversiteit Groningen, Open Universiteit Nederland, Universiteit van Amsterdam, dan Erasmus Universiteit Rotterdam. Disamping itu, mencakup pula 3 universitas non-negeri: Radboud Universiteit Nijmegen (yayasan), Universiteit van Tilburg (yayasan), dan Vrije Universiteit Amsterdam (asosiasi).

Peningkatan tadi sebagian akibat bertambahnya mahasiswa internasional yang memilih kuliah di Belanda. Dari ceruk pasar internasional ini terjadi peningkatan 8%, dari 15.735 menjadi 20.075 orang tahun ini. Sedangkan calon mahasiswa baru dari Belanda sendiri naik 6% sehingga mencapai 50.480 orang. Tahun 2014 dan 2015 mahasiswa  baru di universitas mencapai 66.000 orang.

Sementara itu, penerimaan mahasiswa baru di hogescholen (setara sekolah tinggi yang menyelenggarakan program S1 profesional) mencapai 143.000 orang atau meningkat 6%. Asosiasi Sekolah Tinggi Belanda (Vereniging Hogescholen) menduga kenaikan ini terjadi peningkatan jumlah lulusan siswa sekolah menengah: vwo, havo dan mbo.

Sejak 2014 calon mahasiswa baru harus sudah mendaftar paling lambat 1 Mei. Hal itu untuk menurunkan tingkat kegagalan studi. Belanda mewajibkan seluruh mahasiswa baru mengikuti program pengenalan dan orientasi kampus. (BS/NL)

Keterangan foto: Kampus Rijksuniversiteit Groningen © Koleksi Pribadi




Bagaimana dan Siapa Shadiq Khan, Pemengan Pemilihan Walikota London

LONDON, ALAMISLAMI.COM — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, London memilih wali kota Muslim. Terpilihnya Sadiq Khan sebagai wali kota punya banyak arti penting, baik secara politik, budaya, agama, maupun ekonomi.

Juga, yang tak kalah penting, mengirim pesan yang sangat jelas bahwa di negara Barat yang sekuler, politikus Muslim bisa terpilih secara langsung melalui pemilihan yang demokratis.

Siapa Sadiq Khan?

Sadiq Khan lahir pada 8 Oktober 1970 di Tooting, London selatan. Ia lahir dari keluarga imigran dari India/Pakistan yang tinggal di akomodasi yang disedikan/dibangun pemerintah local, yang biasa disebut sebagai council estate, yang biasa ditempati kelompok kelas pekerja (working class).

Ayahnya adalah supir bus kota sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai tukang jahit.

Ia mengawali karier sebagai pengacara hak asasi manusia (HAM). Ia pernah mengatakan dirinya bisa menjadi pengacara untuk perusahaan (corporate lawyer) dan menjadi kaya raya.

Namun memilih menjadi pengacara kasus-kasus HAM karena ingin memberikan sesuatu untuk masyarakat (giving back something to society).

Selama menjadi pengacara ini ia beberapa kali mendampingi individu yang dituduh terlibat dalam kasus radikalisme/ekstremisme.

Dari pengacara ia menjadi politikus dengan menjadi anggota dewan untuk wilayah Wandsworth, London selatan.

Dari sini ia terpilih menjadi anggota DPR Partai Buruh dari daerah pemilihan Tooting.

Partai Buruh yang berkuasa ketika itu juga menunjuknya sebagai menteri komunitas dan menteri transportasi.

Ketika Buruh kalah pemilu dan menjadi partai oposisi utama, Khan ditunjuk menjadi menteri bayangan (shadow minister) untuk urusan kehakiman dan kemudian dipindahkan untuk urusan London.

Pada Mei 2015 ia mengundurkan diri sebagai menteri bayangan dan ikut dalam kontes di internal Partai Buruh untuk menjadi calon wali kota London.

Di pemilihan ini ia mengalahkan politikus senior Tessa Jowell, menteri di era PM Tony Blair yang dianggap sukses mendatangkan Olimpiade ke London pada 2012.

Bagaimana Sadiq Khan bisa menang?

Kemenangan Khan disebabkan oleh beberapa faktor.

Tim strategi Khan mengatakan setidaknya ada empat faktor, yang pertama adalah Khan kembali memakai mantra lama dalam politik: personalitas. Dalam Bahasa mereka: personality matters more than policy.

Sejak awal, tim kampanye Khan memotretnya sebagai anak supir bus kota, sebagai warga yang lahir dan besar di rumah yang disediakan negara, sebagai tokoh yang bisa mengatasi masalah radikalisme di London.

Tag line yang dipakai misalnya: anak supir bus kota yang akan membenahi kebijakan transportasi London, bocah council estate yang akan membenahi kebijakan perumahan, dan Muslim yang akan mengatasi masalah radikalisme.

Di sisi lain, lawan utama Khan, Zac Goldsmith kesulitan untuk menjual personalitasnya.

Goldsmith berasal dari keluarga kaya dan bagi Partai Buruh, ia dengan mudah digambarkan sebagai orang kaya yang sama sekali tidak membumi, yang tidak paham dengan persoalan rakyat banyak.

Khan rajin turun ke bawah dan selama masa kampanye mengunjungi tak kurang dari 200 tempat, baik itu masjid, candi/vihara, pusat bisnis maupun pusat komunitas di seluruh London.

Ia juga dinilai lebih menguasai persoalan London, di sisi lain Goldsmith tidak tahu nama stadion sepak bola dan bahkan tak hapal salah satu stasiun paling populer di pusat kota London.

Faktor kedua adalah, tim Khan sejak awal mengumumkan program kerja atau biasa disebut sebagai manifesto (platform).

Secara berulang-ulang dan terus menerus mengkampanyekan bidang-bidang utama, seperti perumahan, transportasi, keamanan, kesehatan, dan lingkungan.

Untuk transportasi Khan menjanjikan pembekuan harga karcis transportasi umum dan untuk perumahan (salah satu masalah paling akut karena tingginya harga atau sewa property), Khan berjanji untuk membangun rumah yang lebih terjangkau.

Goldsmith mengumumkan manifesto di fase akhir kampanye dan baru hanya beberapa hari menjelang pemungutan suara ia membeberkan panjang lebar dalam wawancara dengan koran sore London, The Evening Standard.

Faktor ketiga adalah ia tidak hanya mengandalkan pemilih tradisional Partai Buruh (tak tik 35% strategy). Ia banyak terjun di kawasan-kawasan London yang condong ke Konservatif, partai yang mendukung Goldsmith.

Tidak hanya itu,  ia juga tidak mau “berseberangan” dengan koran-koran kanan yang secara tradisional dan dikenal dekat/mendukung Partai Konservatif seperti City AM, Evening Standard, Daily Mail, dan The Sun.

Dari sisi haluan politik, Khan condong ke kiri, tapi sejak awal ia rajin menggarap kelompok yang berada di tengah (centrist).  Ia menegaskan sangat probisnis dan mengecam secara terbuka tindakan ketua Partai Buruh, Jeremy Corbyn, yang tak bersedia menyanyikan lagu kebangsaan. (Corbyn berhaluan kiri tulen bukan kiri tengah).

Yang keempat, secara tepat mengantisipasi langkah lawan.

Beberapa pekan menjelang pemungutan suara, tim kampanye Goldsmith, menyerang Khan dengan mengatakan bahwa Khan “mendukung orang-orang yang berpandangan radikal”.

Kartu ekstremisme ini dimainkan oleh menteri senior dan bahkan oleh PM David Cameron sendiri, dengan alasan mereka punya pertanyaan yang sah, mempertanyakan “kedekatan Khan dengan orang-orang yang berpandangan radikal”.

Tapi Khan sudah memperkirakan ini dan mematahkannya dengan fakta, bahwa dalam berbagai kesempatan Khan menegaskan bahwa Islam dan komunitas Muslim punya peran besar untuk mengatasi radikalisme.

Ia juga mengatakan pemerintah harus mengatasi “persoalan segregasi di masyarakat” dan harus diambil berbagai langkah agar masyarakat Muslim bisa berintegrasi dengan elemen masyarakat yang lain.

Narasi ini diterima dengan baik bahkan oleh media-media kanan yang mendukung Konservatif dan Goldsmith.

Di luar ini, Khan punya tim kecil yang sangat solid, yang paham dengan situasi di lapangan dan kompak sejak awal. Mereka tahu apa kelebihan Khan dan inilah yang dijual sejak awal.

Tim ini banyak belajar dari kekalahan telak Partai Buruh di pemilihan umum, saat Buruh dipimpin oleh Ed Miliband.

Mengapa Zac Goldsmith kalah?

Awalnya di kalangan Konservatif, Goldsmith diyakini akan menang. Bagaimana tidak? Ia pintar, ganteng, dan punya daya tarik bagi kelas menengah.

Sementara Khan adalah politikus kiri yang diperkirakan tidak akan cocok memimpin London.

Tapi jajak pendapat konsisten menunjukkan popularitas dan elektabilitas Khan selalu di atas Goldsmith, dengan keunggulan dua digit.

Mengapa?

Goldsmith terlihat “tak terlalu antusias” dan tak menguasai persoalan London sehari-hari. Ia tak hapal nama stasiun penting di pusat kota London (yang bisa dicap sebagai orang yang tak paham London).

Ketika hadir di acara komunitas India, ia mengatakan sangat senang dengan film-film Bollywood. Tapi begitu ditanya apa film favoritnya atau actor favorit, ia tak bisa menjawab.

Di luar ini semua,  hampir semua pengamat politik sepakat, bahwa kesalahan fatal Goldsmith adalah mengatakan Khan sebagai politikus yang “mendukung paham radikal” yang “sangat berbahaya bagi London”.

Pesan ini disuarakan oleh politikus senior Konservatif, tapi juga dicetak dalama berbagai selebaran ke komunitas Muslim di London.

Juga dikatakan bahwa Khan akan menerapkan pajak bagi para pemilik emas di komunitas India.

Bagaimana Konservatif memainkan kampanye hitam (nasty campaign) seperti ini?

Analis mengatakan ini karena memang Goldsmith sulit dijual dan kemudian Khan diserang secara pribadi dan juga dimainkanlah isu agama.

Kampanye hitam ini gagal total dan bahkan sekarang Goldsmith dianggap telah bermain kotor dan memalukan.

Makna kemenangan Sadiq Khan

Khan dipilih secara langsung dan punya mandate yang sangat besar. Hanya sedikit politikus di Barat yang punya mandate seperti ini.

Hanya Presiden Prancis, Francois Hollande, yang punya mandate lebih besar dibandingkan Khan.

Dari sisi pengelolaan anggaran, ia akan mendapatkan anggaran £16 miliar di bidang perumahan, transportasi, dan bidang-bidang lain.

Wali kota London adalah jabatan politik yang sangat bergengsi. Sangat terbuka kemungkinan ia menjadi ketua Partai Buruh, posisi yang juga membuka peluang untuk menjadi perdana menteri.

Dalam konteks narasi agama, kelompok-kelomok radikal seperti ISIS sering mengatakan Muslim tak punya tempat di negara-negara Barat.

London secara nyata mematahkan asumsi tersebut dengan memilih Sadiq Khan sebagai wali kota Muslim pertama.

Referensi:

1.    How Sadiq Khan won the London mayoral election: http://www.newstatesman.com/politics/uk/2016/05/how-sadiq-khan-won-london-mayoral-election
2.    Sadiq Khan’s quest to become mayor of London: http://www.newstatesman.com/politics/uk/2016/03/pugilist-sadiq-khan-s-quest-become-mayor-london
3.    How could Zac Goldsmith lose London so badly? http://www.telegraph.co.uk/news/2016/05/06/how-could-zac-goldsmith-lose-london-so-badly-the-conservatives-c/
4.    Janji kampanye (manifesto) Sadiq Khan: http://www.sadiq.london/introduction_manifesto
5.    Zac Goldsmith ‘has blown up bridges’ with Sadiq Khan comments: http://www.bbc.co.uk/news/uk-england-london-36225711
6.    Labour terror error: http://www.thesun.co.uk/sol/homepage/news/politics/6917684/Sadiq-Khan-attended-rally-with-extremist-Muslim-leader-who-threatened-fire-throughout-the-world.html
7.    Zac Goldsmith’s sister Jeminan publicly criticises his London mayoral campaign : http://www.independent.co.uk/news/uk/politics/zac-goldsmiths-london-mayor-jemima-goldsmith-sadiq-khan-racist-campaign-has-criticised-his-campaign-a7017801.html

 

TIM LONDON




Dovudoglu; Kongres Luar Biasa AK Parti, Fokus Persatuan Partai

ANKARA, ALAMISLAMI.COM — Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoğlu mengumumkan di Ankara pada Kamis (5/5) bahwa AK Parti akan mengadakan Kongres Luar Biasa pada 22 Mei 2016 dan dirinya menegaskan tidak akan maju menjadi kandidat Ketua AK Parti. Dirinya juga menambahkan bahwa pemerintahan AK Parti yang kuat akan terbentuk dan melanjutkan kerja dalam 4 tahun ke depan.

Davutoğlu pun mengkritisi spekulasi yang berkembang akan hubungannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Davutoğlu menekankan, “Saya tidak akan berikan toleransi tentang pandangan negatif hubungan saya dengan Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Loyalitas saya kepada Presiden tidak akan selesai hingga akhir.”

Davutoğlu memulai pidato perpisahannya dengan mengatakan bahwa dirinya menerima peralihan kepemimpinan dari Erdoğan pada 27 Agustus 2014 dalam Kongres Luar Biasa AK Parti dan menekankan bahwa 20 bulan sebagai perdana menteri dan ketua AK Parti dapat dibagi menjadi tiga periode. Davutoğlu menambahkan bahwa tidak ada perselisihan dalam internal partai dan tidak ada perubahan terhadap struktur partai.

Davutoğlu mengatakan,” Periode pertama sejak 28 Agustus 2014 hingga 7 Juni 2015 merupakan masa yang sangat penting saat AK Parti merencanakan masa depannya.” Pada periode kedua, kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu dan periode ketiga didominasi masalah keamanan nasional.

Berbicara tentang kerja pemerintah di bidang konstitusi baru Turki, Davutoğlu mengatakan, “Kami telah melakukan langkah penting dan menyusun institusi yang relevan untuk merealisasikan reformasi terbesar yaitu sebuah konstitusi berdasarkan kekuatan sipil yang berisi kebebasan dan disusun dengan kehendak rakyat.” Dirinya menekankan bahwa draf konstitusi baru akan diselesaikan segera. Turki telah berhasil melakukan operasi anti-teror yang sukses dan komprehensif dan pemerintahan AK Parti yang kuat akan berlanjut dalam empat tahun ke depan.

Davutoğlu juga menyampaikan bahwa dirinya, “… telah bekerja siang dan malam selama menjadi ketua AK Parti dan perdana menteri.” Dirinya menolak anggapan bahwa dirinya melakukan intervensi dalam penunjukkan pejabat partai di tingkat lokal. Baginya, AK Parti memasuki era baru.

Dalam menanggapi pertanyaan publik mengapa dirinya mengundurkan diri meskipun AK Parti berhasil mendapatkan 49,5% dalam pemilu. Davutoğlu mengatakan:

Saya memiliki prinsip yang saya tidak pernah tinggalkan sejak berkecimpung di bidang akademik. Saya tidak pernah meminta untuk setiap posisi dan jabatan. Saya selalu meminta untuk diyakinkan bahwa saya selalu bersama mereka yang berada di satu jalan dengan saya. Dengan perspektif ini, saya menjadi orang pertama yang menandatangani proposal di pertemuan MKYK (Central Division and Executive Board) terakhir.”

Davutoğlu menambahkan “Kehendak AK Parti adalah Kehendak Turki.

Davutoğlu menegaskan dalam akhir pidatonya bahwa dia tidak memiliki dendam, kebencian atau keluhan, dia mengatakan keputusan untuk mundur sebagai ketua AK Parti dan perdana menteri bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. Dirinya menambahkan “Saya berpikir bahwa saat ini langkah yang tepat untuk mundur untuk keberlanjutan persatuan dan solidaritas AK Parti.

Meskipun Davutoğlu tidak memberikan sedikitpun petunjuk tentang siapa yang akan menjadi ketua AK Parti dan perdana menteri, banyak yang terkejut dengan perkembangan yang terjadi di dalam AK Parti. Davutogğlu telah memberikan sinyal untuk mundur pada 29 April dimana otoritas untuk menjunjuk pejabat daerah AK Parti dicabut dan dikembalikan kepada MKYK seperti di tahun 2002.

Dalam pertemuan terakhir MKYK, yang direncanakan akan berlangsung pukul 10 dan tertunda 5,5 jam karena tertundanya perjalanan Davutoğlu dari Qatar, menyepakati keputusan bersama 47 anggota bersama Davutoğlu mengenai penunjukkan pejabat daerah AK Parti tersebut. Meskipun kesepakatan tersebut cukup mengejutkan, berdasarkan anggaran rumah tangga partai bahwa otoritas untuk menunjuk pejabat daerah adalah MKYK hingga kemudian diserahkan kepada Erdoğan semasa dirinya menjadi perdana menteri.

Juru Bicara AK Parti Ömer Çelik merespon klaim adanya krisis internal partai dan mengatakan “Jika krisis terjadi, saya akan mengatakan kepada Anda semua bahwa MKYK, MYK (Central Executive Board) dan badan lainnya semua sesuai dengan aturan yang ada. MYK, MKYK dan kabinet merupakan satu kesatuan. Tidak ada krisis.”

Dengan adanya spekulasi keretakan hubungan antara Erdoğan dan Davutoğlu, Davutoğlu menekankan, “Saya akan menyingkir jika perlu. Saya bisa berpaling dari sebuah posisi atau jabatan yang orang berpikir seseorang manusia pun tidak bisa meninggalkannya. Namun, Saya tidak akan pernah melukai hati kawan saya dalam perjuangan yang suci ini.” Davutoğlu menambahkan “Saya tidak akan membiarkan gerakan yang baik ini yang berisi orang yang bersih hatinya –yang juga menjadi satu-satunya harapan bagi kaum tertindas di seluruh dunia—untuk menjadi sedih.”




Museum Islam Australia Promosikan Kontribusi Masyarakat Muslim

MELBOURNE, ALAMISLAMI.COM — Museum Islam Australia yang didirikan oleh komunitas muslim di Melbourne telah menjadi sumber pengajaran penting untuk mengatasi stereotipe terhadap Islam. Museum ini merupakan galeri bagi sosok muslim teladan yang telah berkontribusi positif di Australia.

Untuk mengatasi masalah stereotipe inilah komunitas muslim di Melbourne kemudian mendirikan Museum Islam Australia (IMA) di daerah Thornbury. Sejak dibuka pada awal tahun 2014, Museum Islam di Melbourne ini telah dikunjungi lebih dari 20 ribu orang termasuk 200 kelompok pelajar dari berbagai latar belakang baik sekolah muslim maupun sekolah non muslim.

Ilim College secara rutin membawa murid-muridnya ke museum Islam di Melbourne ini yang juga merupakan galeri untuk menunjukan peran dan kontribusi masyarakat Islam di Australia — termasuk para penunggang unta dari Afghan yang membantu membuka kawasan pedalaman di Australia dan memamerkan peran pesepakbola Australia Bachar Houli.

Kepala Sekolah dari Sekolah Islam khusus puteri, Zeynep Sertel mengatakan sosok muslim panutan yang banyak diungkap di museum ini sangat penting bagi kalangan remaja Islam.

“Menurut saya Museum seperti ini sangat penting untuk dikunjungi generasi muda dan memberikan mereka arah dan pemandangan yang benar mengenai Islam,” katanya.

“Mereka melihat teladan yang baik di museum telah banyak melakukan hal-hal positif bagi masyarakat Australia – dan itu akan membuat mereka berpikir saya tidak berbeda dengan sosok panutan itu dan saya bisa melakukan hal positif lainnya juga,” tuturnya.

Menurut Pendiri IMA, Moustafa Fahour, museum ini juga menjadi media mereka mengatasi doktrinasi keliru mengenai Islam yang banyak dikampanyekan di internet. Ia mengatakan umat Islam perlu bersatu dan merangkul remaja untuk mengatasi pemahaman keliru mengenai Islam dengan menunjukan kepada generasi muda Islam yang sesungguhnya dengan apa yang selama ini disalahartikan.

“Semua upaya ini bertujuan untuk merangkul remaja, bagaimana kita bisa menjalin hubungan kembali dan berbagi dengan mereka mengenai apa itu sesungguhnya Islam – memberikan informasi faktual mengenai Islam,” jelasnya.

“Kita perlu membedakan apa itu kebudayaan dan apa itu agama, dan sayanya hal seperti ini justru sering dicampuradukan,” kata manager museum, Wafa Fahour.

“Jadi kita tidak hanya mengedukasi kalangan non-muslim saja, tapi kita juga perlu mendidik anak-anak muslim agar tidak mencampuradukan agama dan budaya,” jelasnya.

Sementara itu, seorang pelajar dari Ilim College mengaku museum seperti ini menanamkan rasa bangga pada dirinya.

“Saya tidak mengetahui sebelumnya kalau orang Islamlah yang pertama membangun universitas di dunia,” kata pelajar bernama Walid Mawas.

“Saya juga mempelajari kalau orang pertama yang terbang di dunia ini ternyata juga adalah orang muslim, saya tidak tahu hal itu sebelumnya,” kata Asmaa Hussein.

Sumber: Radio Australia




Survey: Masyarakat Jerman Menerima Muslim sebagai Bagian dari Jerman tapi Menolak Islam

JERMAN, ALAMISLAMI.COM — Sebuah koran harian jerman “Bild” baru-baru ini mengeluarkan hasil survey tentang penerimaan orang Jerman pada hal -hal berbau Islam di Jerman.

Uniknya adalah mereka membedakan antara “Islam” dan “Muslim”. Ternyata setengah masyarakat Jerman menganggap bahwa Muslim adalah bagian dari Jerman, sementara 61 persen menolak Islam sebagai bagian dari Jerman.

Penolakan terjadi paling banyak dari masyarakat eks Jerman Timur, sebesar 66 persen. Sedangkan di Jerman anggota partai AFD yang paling banyak anti Islam, yaitu sebesar 91 persen. AFD adalah partai yang sedang naik daun di Jerman.

Seiring dengan maraknya isu Isis dan masalah pengungsi Muslim ke Jerman, banyak masyarakat Jerman yang menjadi antipati terhadap Islam dan memilih AFD sebagai partai faforitnyal.

Partai AFD sendiri secara vulgar menyatakan sebagai partai yang anti Islam. Mereka ingin menggolkan aturan larangan jilbab di Jerman, larangan pelajaran Quran di mesjid, muslimah harus ikut olahraga bercampur dengan pelajar sekolah lelaki, serta penurunan hak hak institusi Islam dan perorangan muslim di Jerman.

Meskipun perkembangan ini tidak menggembirakan bagi muslim yang tinggal di Jerman, tapi sementara ini belum ada efek negatif yang benar benar terasa dalam kehidupan sehari hari, terutama bagi muslim yang tinggal di daerah kota besar bagian Jerman barat. Sementara muslim yang tinggal di exs jerman timur sedikit demi sedikit mulai berpikir untuk “hijrah” ke daerah Jerman barat. (Welt.de/Indra)




Pengadilan Bangladesh Hukum Mati Pimpinan Jamaat Islami

BANGLADESH, ALAMISLAMI.COM — Pengadilan Bangladesh menjatuhkan vonis mati terhadap Pimpinan Jamaat Islami, Motiur Rahman Nizami yang juga menjabat sebagai ketua Partai Jamaah el-Islami Bangladesh.

Pengajuan banding yang diajukan pemimpin partai Islam terbesar Bangladesh terhadap hukuman mati atas dakwaan terlibat perang pembebasan 1971 ditolak. Seperti diungkapkan pengacaranya. Hal ini membuka jalan baginya untuk digantung.

Mahkamah Agung pada hari Kamis (5/5/2016) menolak pegajuan banding Motiur Rahman Nizami, ketua partai terlarang Jamaah el-Islami yang menentang perang kemerdekaan dari Pakistan.

Pria berusia 73 tahun, yang juga diberi hukuman seumur hidup karena dakwaan empat kejahatan perang lainnya telah kehabisan semua opsi hukum dan hanya pengampunan presiden yang bisa menyelamatkannya.
Jamaat menyerukan pemogokan nasional Ahad besok sebagai respon, sebagaiamana dirilis dalam situs resmi Jamaat Islami.

Mahkamah Agung pada bulan Januari lalu telah melakukan hukuman mati bagi Nizami pada keyakinan genosida, pemerkosaan dan mendalangi pembantaian intelektual atas selama perang.

Apakah Bangladesh bergerak menuju negara satu partai?

Pemimpin Jamaat Islami, telah dipenjara sejak 2010, ia dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kejahatan perang pada tahun 2014.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan sekitar tiga juta orang tewas dan lebih dari 200.000 wanita diperkosa selama konflik. Bangladesh awalnya adalah wilayah Pakistan Timur memisahkan diri untuk menjadi Bangladesh setelah perang.

Keputusan pengadilan memicu kekerasan dan menuai kritik keras dari politisi oposisi, termasuk Jamaat-e-Islami, yang mengatakan itu tumbal lawan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Ada apa di balik pengadilan kejahatan perang Bangladesh?

Tidak ada Perdamaian Tanpa Keadilan, sebuah kelompok hak asasi yang berbasis di Italia, menyebut pengadilan Bangladesh dengan mengatakan “senjata balas dendam dipengaruhi politik yang tujuan sebenarnya untuk menyasar oposisi politik”.

Seorang pemimpin senior Jamaat-e-Islami yang tinggal di luar Bangladesh mengatakan kepada Aljazeera.com menyebut berita putusan itu “menghancurkan”.

“Ini bukan yang pertama hukuman mati yang jatuhkan oleh peradilan Bangladesh” kata pejabat partai tersebut yang tidak mau disebutkan namanya.

“Tidak hanya itu, setidaknya 20.000 pekerja Jamaat berada di penjara tanpa tuduhan apapun. Polisi telah menggerebek dan menangkap banyak orang yang menghadiri pengajian agama atau Quran. Dan masyarakat internasional menolak tuduhan tersebut dan juga proses pengadilan.”

Reaksi Internasional

Ahli hukum internasional menyatakan keprihatinannya atas kurangnya mekanisme akuntabilitas yang tepat di Bangladesh dan menyerukan PBB untuk mendukung mekanisme pengawasan internasional.

Sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh enam ahli hukum, mengatakan: “Hal ini dengan penyesalan yang mendalam bahwa praktek Pengadilan saat ini Bangladesh adalah Kejahatan Internasional (BICT) dan telah gagal menegakkan standar internasional diperlukan dalam kasus tersebut, khususnya yang berkenaan dengan hukuman mati. “

Vonis tersebut telah mengakibatkan munculnya tindakan kekerasan di Bangladesh, seperti kasus tewasnya blogger atheis, akademisi, agama minoritas dan bantuan pekerja asing.

Pada bulan lalu misalnya, lima orang, termasuk seorang guru universitas, dua aktivis gay dan Hindu (baca: Editor Majalah LGBT di Bangladesh Tewas Dibacok) telah dibajak sampai mati oleh kelompok bersenjata yang diduga oleh Pemerintah tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh Jamaat dan kelompok-kelompok oposisi lainnya. Sementara Jamaat menyangkal tuduhan tersebut. (Hizbullah).

Sumber: Islamicgeo.com




Militer Turki Tembak Wilayah ISIS di Suriah, 6 Teroris Tewas

ANKARA, ALAMISLAMI.COM — Militer Turki kembali menembak wilayah yang dikendalikan ISIS di Suriah setelah roket ISIS menghujam perbatasan Turki-Suriah di Kota Kilis pada Selasa (3/5).

Serangan militer Turki tersebut menargetkan kota Suran di Suriah dan menewaskan 6 teroris ISIS. Dalam serangan terhadap Kota Kilis 1 orang luka-luka. Turki seringkali menerima serangan roket dari ISIS yang dibalas oleh militer Turki.

Turki membutuhkan dukungan dari aliansi barat. Pekan lalu, Menlu Turki Mevlut Çavuşoglu menyatakan bahwa sistem peluncur roket AS akan dipasang di sekita perbatasan Turki-Suriah pada bulan Mei ini. (DS/ANW)




Urfa Masood Menjadi Hakim Muslimah Pertama di Australia

Pemerintah negara bagian Victoria telah menunjuk wanita muslim pertama di Australia untuk menjadi seorang Hakim. Jaksa Agung Martin Pakula pada Selasa pagi (26 April 2016) mengumumkan penunjukan Urfa Masood sebagai Hakim di Pengadilan Victoria.

Urfa Masood adalah muslimah keturunan Srilanka. Ia memulai praktik hukumnya sejak 2003. Ia pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Aborigin Victoria dan Kantor Pajak Australia. Dia juga pernah menangani berbagai kasus dalam Pengadilan Federal dalam permasalahan lokal, keluarga dan anak-anak. Pada tahun 2012 dia telah menjadi Dosen Luar Biasa di Sekolah Hukum tempat ia mengajarkan advokasi.

Martin Pakula memberikan selamat kepada Urfa Masood dengan menyatakan bahwa peran Urfa dalam pengadilan keluarga dan pidana sangatlah luar biasa.
“Urfa Masood memiliki pengalaman luar biasa di dalam pengadilan pidana, perlindungan anak dan keluarga. Demikian juga dengan pengalaman dia di lembaga bantuan hukum Aborigin Victoria. Semuanya menjadi bukti kepakaran beliau untuk menjadi seorang hakim.”

Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Aborigin, Victoria Annette, menyatakan pentingnya memiliki seorang hakim yang memahami permasalahan yang dihadapi komunitas aborigin. Dia berkata, “Lembaga Bantuan Hukum Aborigin telah lama dikenal sebaga tempat pengembangan kepakaran hukum yang luar biasa. Kami mengucapkan selamat kepada salah satu anggota staff kami atas diangkatnya beliau menjadi seorang hakim.”

(Theage.com.au)




Tokoh Arab Lakukan Kampanye ‘Terima Kasih Turki!’

ANKARA, ALAMISLAMI.COM — Sejumlah kelompok tokoh-tokoh Arab melakukan kampanye yang berisi ungkapan terima kasih kepada Turki atas usaha kemanusiaan di kawasan khususnya Suriah.

Acara ini digagas Arab Academic League dan The Association of Renaissance Yemeni Turkish for Development dalam penyelenggaraan festival 3 hari di Istanbul (23/4).

Juru Bicara kegiatan tersebut Hamid Ahmar mengatakan bahwa lebih dari 2,7 juta pengungsi Suriah berada di Turki dan proyek pengembangan serta pendidikan di negeri Muslim berikan banyak manfaat bagi Muslim.

Bantuan dan program tersebut berada di bawah koordinasi lembaga yang berada langsung di bawah Perdana Menteri Turki yaitu TİKA. Khaled Meshal juga mengatakan bahwa di saat negara besar menolak pengungsi, Turki menerima mereka dan menjamu mereka.

Pimpinan International Union of Muslim Scholars Yusuf al-Qaradawi menegaskan kepada pemuda Muslim bahwa Turki adalah negara besar dan telah banyak membantu Islam sepanjang sejarah, membuka tanahnya kepada mereka yang tertindas. (Anadolu/ANW)