fruitsw1Pada tahun 1994-1996, Dana Riset Kanker Dunia (the World Cancer Research Fund) memulai Proyek Diet dan Kanker, untuk menghasilkan laporan baru yang komprehensif tentang diet dan pencegahan kanker.

Berdasarkan masukan dari ahli diet, epidemiologi dan kanker dari Eropa, China, India, Jepang, dll, proyek tersebut menghasilkan nasehat praktis yang telah disepakati para pakar untuk mengurangi risiko kanker dan meningkatkan kesehatan masyarakat dunia, yaitu:

  1. Pilih makanan yang terutama berasal dari tumbuhan dengan menu sayuran, buah-buahan, polong-polongan yang bervariasi dan makanan pokok pati yang diproses minimal.
  2. Jaga berat badan agar tidak kelebihan atau kekurangan. Bagi individu dewasa, BMI (berat/tinggi2) dijaga antara 18,5-25. Pertambahan berat badan di masa dewasa jangan lebih dari 5 kg.
  3. Jika aktivitas pekerjaan kurang cukup, luangkan 1 jam/hari untuk berjalan kaki cepat atau olahraga sejenis, dan lakukan latihan keras sekurang-kurangnya 1 jam/minggu.
  4. Dianjurkan sepanjang tahun setiap hari makan 5 porsi atau lebih (400-800g/hari) beragam sayur dan buah yang mencapai 7% dari kebutuhan kalori total.
  5. Makan 7 porsi, 600-800 g atau lebih/hari berbagai cereal (beras, gandum), polong-polongan, akar-akaran, umbi dan bahan nabati sebagai makanan pokok, yang mencapai 45%-60% dari total kebutuhan kalori. Utamakan makanan yang diolah minimal. Batasi konsumsi gula olahan kurang dari 10% kebutuhan kalori.
  6. Tidak minum minuman mengandung alkohol.
  7. Jika makan daging merah (sapi, kambing, dan olahannya) batasi masukannya kurang dari 80 gr atau kurang dari 10% kebutuhan kalori total per hari. Pilih ikan, unggas, atau daging dari hewan yang tidak dipelihara sebagai penggantinya.
  8. Batasi makanan berlemak tinggi, khususnya yang hewani. Pilih minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh tunggal (seperti zaitun) atau rendah tingkat hidrogenisasinya. Batasi total kalori lemak hingga 15-30%.
  9. Batasi masukan garam dari berbagai makanan (termasuk yang diasin) hingga kurang dari 6g/hari. Gunakan herba dan rempah-rempah untuk melezatkan masakan.
  10. Hindari semaksimal mungkin cemaran makanan oleh mikotoksin. Jangan makan makanan yang disimpan lama di suhu ruang, atau tercemar mikotoksin.
  11. Gunakan lemari es dan cara lainnya untuk mengawetkan makanan yang cepat busuk waktu dibeli dan dibawa pulang.
  12. Bila kadar aditif, pencemar dan residu lain diatur secara tepat, keberadaannya dalam makanan dan minuman tak terbukti berbahaya. Tapi pemakaian yang tak ditakar atau tidak tepat dapat menjadi masalah kesehatan, ini khususnya berlaku di negara berkembang.
  13. Hindari makan daging/ikan yang gosong. Juga jangan sering mengkonsumsi daging/ikan yang dibakar, dipanggang/ diasap.
  14. Bagi yang mengikuti anjuran ini, suplemen makanan mungkin tak dibutuhkan, dan mungkin tak membantu mengurangi risiko kanker.
  15. Tidak merokok atau mengunyah tembakau.Tidak merokok, dapat mengurangi risiko kanker sebanyak 60%-70%. Makan sesuai diet yang dianjurkan

Sumber : NIRMALA  AGUSTUS  2002

Related posts:

  1. Kanker Serviks (Leher Rahim) - pembunuh utama nomor satu wanita Di dunia ini setiap 2 menit satu orang wanita...