Home / Alam Islami / Tragedi Kemanusiaan di Idlib, Suriah: Ancaman terhadap Solusi Isu Suriah
Idlib, Ancaman terhadap Solusi Isu Suriah-islamicgeo

Tragedi Kemanusiaan di Idlib, Suriah: Ancaman terhadap Solusi Isu Suriah

Kronologi Peristiwa

Bencana kemanusiaan tidak berhenti di Suriah. Selasa pagi (4/4) sekitar pukul 6.30 terjadi serangan udara di wilayah Khan Sheikhoun sekitar 50km selatan kota Idlib dengan menggunakan senjata gas klorin yang menewaskan 100 rakyat sipil (pernyataan pihak oposisi Suriah, sedangkan data dari The Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan korban jiwa 58 orang) dan melukai 300 orang yang didominasi anak-anak. Ini adalah serangan dengan senjata kimia ketiga yang dilakukan dalam pekan ini setelah sebelumnya dilakukan di provinsi Hama. Setelah serangan gas tersebut, serangan juga dilakukan terhadap rumah sakit yang tengah merawat korban serangan tersebut beberapa jam kemudian.

Militer Suriah menyatakan tidak bertanggungjawab atas serangan yang ada. Sedangkan pihak Russia mengatakan bahwa pesawat-pesawat jet tempur Russia tidak beroperasi di Idlib.

Namun, sehari sebelumnya, jet tempur Rusia teridentifikasi melakukan serangan terhadap Rumah Sakit di Maaret al-Numan di Idlib. Serangan tersebut dilakukan pada pukul 7.30 malam pada Senin (3/4). Pekan sebleumnya RS Latamneh di utara Hama diserang bom dari helikopter menggunakan senjata kimia. Pihak MSF (Médecins Sans Frontières / Doctors Without Borders) menyatakan bahwa selama tahun 2016, setidaknya terjadi 71 serangan di 32 fasilitas kesehatan. Data lain dari UOSSM (the Union of Medical Care and Relief Organization) menunjukkan bahwa 107 rumah sakit mendapatkan serangan di Aleppo, Idlib, Latakia, Hama, Deraa, Quneitra, dan Homs.

Dari korban serangan hari ini (4/4), mereka mengalami kesulitan bernapas akibat serangan senjata kimia tersebut. Disamping MSF dan White Helmets, pihak Turki juga menyiapkan sebanyak 30 ambulans bersiaga membantu para korban di perbatasan wilayah Provinsi Hatay, Turki.

Rezim Assad dan Penggunaan Senjata Kimia

Rezim Assad pada 2013 sepakat untuk menghancurkan gudang senjata kimia dan meratifikasi Konvensi Internasional tentang Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention). Rezim mengumumkan kepemilikan 1.300 ton senjata kimia di sekitar Damaskus telah dihancurkan. Meskipun demikian, OPCW (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons) meragukan hal tersebut disebabkan ditemukan kasus penggunaan senjata gas klorin setelah pengumuman pemusnahan tersebut oleh rezim. Assad mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan oleh kelompok oposisi rezim Suriah.

Jerry Smith, mantan Kepala Tim Investigasi PBB terhadap Suriah dalam penggunaan senjata kimia, menjelaskan jenis gas sarin pernah digunakan dalam serangan di wilayah Ghouta pada tahun 2013. Bagi Smith, peristiwa di Idlib ini mengingatkan peristiwa 2013 dimana lebih dari 1.300 orang tewas. Smith juga melihat bahwa apa yang terjadi di Idlib diduga lebih dari sekedar senjata gas klorin karena melihat dari gejala yang dimunculkan para korbannya.

EMC (Edlib Media Center) dan LCC (Local Co-ordination Committees) mengatakan bahwa kandungan dalam senjata gas kimia ini sangat berbahaya dan 20 kali lebih mematikan daripada sianida. Diduga dalam serangan ini juga digunakan gas sarin seperti halnya yang digunakan di Ghouta.

Dalam beberapa investigasi memang ditemukan bukti penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad dan aktor lainnya di Perang Suriah. Pertama, pada Oktober 2016, investigasi bersama yang dipimpin PBB menemukan bahwa rezim Assad menggunakan klorin sebagai senjata sebanyak 3 kali antara 2014 dan 2015. Kedua, senjata kimia juga digunakan oleh ISIS dengan jenis blister agent sulphur mustard. Ketiga, di Aleppo, HRW (Human Rights Watch) menuduh rezim Assad menggunakan bom dari helikopter yang mengandung klorin. Keempat, meskipun Assad dalam serangan 2013 mengelak penggunaan sarin tetapi dalam investigasi di Januari 2016 terhadap korban serangan 2013 oleh OPCW ditemukan kandungan sarin dalam tubuh korban akibat serangan Assad di Ghouta serta serangan yang dilakukan rezim Assad pada Desember 2016 di Hama, Suriah yang menewaskan 93 orang dan ratusan luka-luka akibat serangan senjata kimia berupa gas sarin.

Respon Dunia Internasional

 

 

 

 

 

 

 

  1. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengutuk serangan senjata kimia terhadap wilayah oposisi Suriah di Idlib. Erdoğan mengatakan hal ini sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”, “tidak manusiawi” dan “tidak dapat diterima”;
  2. Presiden Prancis Francois Hollande menyatakan rezim Bashar al Assad bertanggungjawab atas pembantaian di Idlib ini;
  3. Sebelumnya di bulan Februari, Prancis, Inggris dan AS menghendaki adanya sanksi terhadap pemerintah Suriah atas penggunaan senjata kimia dalam konflik di Suriah.
  4. Pihak AS melalui Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer mengutuk serangan senjata kimia yang dilakukan terhadap rakyat sipil Suriah. Gedung Putih deskripsikan serangan tersebut sebagai serangan “mengerikan” dan mengatakan bahwa insiden tersebut bukti kelemahan pemerintahan Obama di masa lalu;
  5. Kementrian Luar Negeri Kanada mengutuk apa yang terjadi di Idlib, Suriah;
  6. PM Inggris Theresa May mengutuk serangan tersebut dan menghendaki adanya investigasi di bawah OPCW. Dirinya juga mengatakan bahwa tidak ada masa depan Assad di masa depan Suriah dan menginginkan segera adanya masa transisi di Suriah. Menlu Inggris Boris Johnson mengatakan Assad harus disalahkan dari kejahatan perang yang dilakukan jika terbukti rezim yang melakukan;
  7. PBB menyatakan bahwa akan mengadakan pertemuan darurat pada Rabu ini (5/4) dalam membahas serangan terjadi tetapi ekspektasi akan adanya aksi PBB akan lemah mengingat adanya posisi Russia yang kemungkinan akan berikan vetonya untuk melindungi rezim Assad.
  8. Utusan PBB Untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan ini adalah serangan mengerikan dan harus ada “clear identification of responsibilities and accountability”.

Idlib, Ancaman terhadap Solusi Isu Suriah

Banyak analisa berkembang dari aksi yang dilakukan –jika benar— oleh rezim Assad. Idlib merupakan salah satu benteng penting bagi pertahanan oposisi Suriah. Dalam beberapa hari terkahir, Damaskus terlibat dengan serangan besar-besaran menyusl perluasan wilayah oposisi Suriah ke wilayah timur Damaskus dimana Assad merespon dengan serangan udara. Sebelumnya, sebanyak 17 kelompok oposisi Suriah menjadikan Idlib sebagai basis operasi menghadapi rezim Assad di Latakia, Hama dan Aleppo. Beberapa grup tersebut adalah Al Jabha al Shamia, Failaq al Sham, Jaish al Mujahidin, al Faoj al Awal, Tajamu Fastqim, AL Firqa Al Wusta, al Firqa al Sahila 1 dan 2, Jaish al Izza, Jaish al Naser, Jaish Idlib, dan Liwa al Huriaya serta pimpinan kelompok ini adalah Fadullah Naji dari Failaq al Sham.

Adanya existential-threat tersebut menjadi momentum bagi Assad dalam melakukan operasi terhadap Idlib dan di saat bersamaan hal ini didukung oleh bulatnya dukungan yang diberikan Moskow dan milisi Syiah yang didukung Taheran. Kondisi ini yang meningkatkan kepercayaan diri Assad terlebih keberhasilan Assad dalam operasi militer di Aleppo.

Dalam relasinya dengan kekuatan aliansi rezim Assad, kita juga dapat melihat intensi yang diberikan Russia dalam Perang Suriah. Russia yang pada Senin (3/4) di kota St Petersburg mendapatkan serangan bom yang menewaskan 14 orang dan salah satu pelaku adalah seorang warga negara Rusia kelahiran Kyrgyzstan. Meskipun hingga saat ini belum jelas apa motif pelaku tetapi dugaan kuat mengarah kepada kelompok radikal. Posisi ancaman yang diterima Moskow membuka kemungkinan peningkatan intensitas Russia di Suriah dimana sebanyak lebih dari 2.000 militan Suriah berasal dari Rusia wilayah Chechnya dan Dagestan serta banyak merupakan alumni Perang Afghan. Bagi Putin, alih-alih menghadapi militan tersebut di Rusia, mereka akan lebih dahulu dihadapi di Suriah.

Penguatan di basis aliansi Russia dan Assad ini dihadapkan pada usaha peningkatan eksistensi AS di kawasan. Setelah menurunkan pasukannya dalam operasi penumpasan ISIS di Suriah bersama YPG dan operasi yang dilakukan di Mosul, Menlu AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pemerintahan Trump menyerahkan kepada rakyat Suriah menentukan masa depannya dan pergantian Bashar al Assad tidak lama lagi menjadi prioritas bagi AS. Hal ini sejalan dengan pernyataan Utusan Khusus AS untuk PBB Nikki Haley bahwa ada perubahan dalam kebijakan AS tersebut.

Perang Suriah riaknya ada sejak Maret 2011, oposisi Suriah menghendaki berhentinya 44 tahun kekuasaan keluarga Assad dan pembentukan negara demokratis. Dari konflik tersebut, lebih dari 470.000 orang tewas (data Syrian Center for Policy Research) dan lebih dari 10 juta orang harus keluar dari wilayahnya berdasarkan data PBB. Oleh karena itu, dari tragedi kemansiaan yang terjadi di Idlib maka hal yang menjadi ancaman serius adalah proses perdamaian yang tengah berjalan. Pertemuan Astana pada 23 Februari hingga 4 Maret lalu berakhir tanpa hasil dan pertemuan berikutnya akan diadakan pada 3-4 Mei medatang. Tawaran “four baskets” penyelesaian masalah Suriah oleh PBB juga menjadi terancam jika ekskalasi konflik kembali meningkat di Suriah. Sulit penyelesaian masalah Suriah dengan metode asertive-unilateralisme oleh para aktor-aktor regional.

Sumber:

http://www.bbc.com/news/world-middle-east-39488539

https://www.dailysabah.com/syrian-crisis/2017/04/04/at-least-100-civilians-dead-in-toxic-gas-attack-in-syrias-idlib-1491325920

https://www.dailysabah.com/syrian-crisis/2017/04/04/syria-chemical-attack-consequence-of-obama-admins-weakness-white-house-says

https://www.theguardian.com/world/2017/apr/04/syria-chemical-attack-idlib-province

https://www.theguardian.com/world/2016/aug/11/syria-suspected-chlorine-gas-attack-in-aleppo-kills-woman-and-two-children

http://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-usa-idUSKBN1722US?il=0

https://www.theguardian.com/world/2013/aug/21/syria-conflcit-chemical-weapons-hundreds-killed

http://www.telegraph.co.uk/news/2017/04/04/syria-gas-attack-nine-children-among-least-35-people-reported/

http://www.aljazeera.com/news/2017/04/air-strike-destroys-hospital-idlib-maaret-al-numan-170403061730771.html

http://aa.com.tr/en/middle-east/regime-chlorine-gas-attack-kills-100-in-syria-s-idlib/787425

http://aa.com.tr/en/middle-east/turkey-sends-ambulances-to-syrias-idlib/788696

https://www.almasdarnews.com/article/idlib-militant-groups-create-new-operations-room-to-fight-the-syrian-army/

http://aa.com.tr/uploads/TempUserFiles/assad-chemical.jpeg

https://ichef1.bbci.co.uk/news/695/cpsprodpb/2891/production/_95458301_syria_turkey_kurds_v15_624map_04_04_2017.png

 

Agung Nurwijoyo

image_pdf

Comments

comments

About Muhammad Anas

Mahasiswa Pascasarjana Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah Universitas Indonesia, owner Islamic Geographic www.islamicgeo.com dan indonesiaalyoum.com

Check Also

Perang-Proxy-Gerakan-Separatis-Darfur-di-Libya-islamicgeo

Perang Proxy Gerakan Separatis Darfur di Libya

Sejak awal berdirinya, Gerakan-gerakan Separatis Sudan penuh dengan raport kejahatan berupa penculikan, pembunuhan, penjarahan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *